Ulasan “The Boss Baby” (2017)

Asal-usul pembuatan bayi yang dianalogikan sebagai produksi massal di sebuah pabrik pernah diangkat dalam film animasi “Storks”. Kali ini Dreamworks mencoba mengusung premis dasar yang hampir sama tersebut untuk film terbarunya “The Boss Baby”.

“The Boss Baby” berkisah tentang seorang bayi yang diutus oleh sebuah perusahaan untuk menyusup ke perusahaan boneka anjing. Tujuannya adalah agar manusia berubah. Manusia dalam semesta film ini kini kian tidak acuh pada bayi karena kehadiran boneka anjing yang adorable dan tidak memakan banyak energi untuk ‘dipelihara’ dibandingkan bayi.

Sang bayi yang disuarakan oleh Alec Baldwin masuk ke dalam keluarga Timpleton. Anak semata wayang keluarga Timpleton, Timothy (Miles Christopher Bakshi) – seperti kebanyakan anak tunggal – tidak terima ada adik yang akan merebut perhatian orang tuanya, Janice (Lisa Kudrow) dan Ted (Jimmy Kimmel).

Kedua anak itu otomatis terlibat dalam perang dingin. Tim memergoki si bayi sedang bersuara berat menelepon layaknya orang dewasa dan ingin melaporkan itu kepada orang tuanya yang tentu saja tidak percaya.

Diangkat berdasarkan buku ilustrasi berjudul sama karya Marla Frazee, film ini mencoba menampilkan sajian yang lebih imajinatif dibandingkan versi bukunya yang tentu saja terbatas dari segi visual. Bukunya berisi 36 halaman itu harus dikembangkan dengan maksimal untuk menjadi sebuah film panjang. Dan sayangnya terlalu banyak usaha yang dilakukan di film ini yang dilakukan, tapi hanya sedikit yang berhasil.

Referensi budaya pop seperti lagu tema SWAT dan jam beker berbentuk Gandalf dihadirkan tanpa intensi yang relevan dengan plot. Sedangkan plotnya sendiri terlalu ramai oleh karakter yang dielaborasi tanpa ada signifikansi yang berbekas bagi penonton.

Penuturan ceritanya bergulir menyenangkan ketika kita disajikan pantat bayi berpupur yang cubit-able dan mata-mata besar mereka yang mengundang simpati. Tapi hanya sebatas itu faktor menyenangkan di film ini. Departemen ceritanya terlalu sibuk meramu teori konspirasi perusahaan bayi dan boneka anjing tadi tanpa menonjolkan karakternya sendiri.

Dreamworks memang hanya punya segelintir film yang berbekas di departemen cerita, “How to Train Your Dragon” salah satunya. Dan “The Boss Baby” berada di level yang sangat jauh dibandingkan “Dragon” pertama yang rilis bahkan tujuh tahun silam. Semua informasi yang cukup berat ditampilkan bertubi-tubi dan sayangnya tidak terkemas dengan penuturan yang mengalir. Akibatnya penonton hanya bisa menikmati gambar tanpa bisa meresapi cerita bahkan meski dinarasikan oleh seorang mantan Spider-man. Iya, Tim dewasa yang jadi narator cerita dalam film ini disuarakan oleh Tobey Maguire.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
20 Film Terbaik di 2016

Close