Ulasan “Kimi no Na wa” (“Your Name”) (2016)

Untuk para penggemar anime nama Makoto Shinkai mungkin sudah sangat familier. Filmnya sebelumnya “5 Centimeters Per Second” (2007) dan “The Garden of Words” (2013) masih menyisakan kekaguman baik dari segi cerita maupun visual. Kali ini Makoto kembali ke layar perak dengan “Your Name” atau berjudul asli “Kimi no Na wa”.

Makoto, yang digadang-gadang bisa jadi pengganti maestro Ghibli Hayao Miyazaki, tergolong beruntung karena pasar Jepang sangat antusias. Sejak dirilis pada akhir Agustus lalu, dalam waktu kurang dari sebulan film ini sudah mengantongi 11,1 miliar yen (sekitar Rp1,4 triliun), menjadikannya film non-Ghibli pertama yang menembus angka tersebut setelah “The Wind Rises” pada 2013.

Mengusung premis tukar tubuh antara Mitsuha Miyamizu (Mone Kamishiraishi) dan Taki Tachibana (Ryunosuke Kamiki), ide film ini, menurut Makoto, terinspirasi dari kisah abad 12 “Torikaebaya Monogatari” tentang dua bersaudara yang sikapnya berkebalikan dengan jenis kelaminnya.

Mitsuha dikisahkan tinggal di kota kecil Itomori sedangkan Taki berada di Tokyo. Mitsuha yang jenuh dengan kehidupan di desanya yang serbaterbatas tiba-tiba terbangun suatu pagi dengan jiwa milik Taki. Pun begitu halnya dengan Taki.

Kisah mereka kemudian diisi dengan keseharian bersekolah di kotanya masing-masing dengan segala kecanggungan lucu akibat pertukaran kelamin keduanya. Dan ternyata, pertukaran tubuh itu tidak sesederhana fisik semata melainkan juga melibatkan waktu. Nantinya, nasib mereka ditentukan oleh sebuah komet yang jatuh di Itomori.

Dalam penceritaannya, kisahnya tidak dituturkan secara kronologis sehingga agak sulit dicerna di awal, namun seiring kita mengikutinya maka satu per satu benang yang terbelit tersebut terurai menjadi jalinan cerita yang mampu memorak-porandakan emosi. Meski berbeda dimensi waktu, karakter yang dtampilkan diberi porsi tepat dengan interkoneksi yang melekat kuat dan closure-nya yang solid makin membuat film ini spesial.

Twist yang dihadirkan tidak serta merta membuat film ini unggul karena dibutuhkan presentasi yang mumpuni juga untuk bisa mengungguli film Ghibli. Dan Makoto, sekali lagi memukau kita secara visual dengan pemilihan tone warna dan penggambaran adegan romantis slow-motion yang tulus, seperti yang dilakukannya di “5 Centimeters Per Second.”

"Kimi no Na wa" ("Your Name") (2016)
  • 8/10
    Akting - 8/10
  • 8/10
    Cerita - 8/10
  • 9/10
    Visual - 9/10
  • 8.5/10
    Sinematografi - 8.5/10
8.4/10

Simpulan

Dengan konsep tentang waktu yang mengingatkan kita pada “Lake House” dan pertukaran tubuh seperti “It’s a Boy Girl Thing”, “Kimi no Na wa” mengajak kita berpetualang dengan dimensi waktu yang rumit namun dibungkus dengan visual yang luar biasa memesona. Tidak menggebrak tapi sama sekali tidak mengecewakan, utamanya dari segi visual.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 555 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ini Trailer Penuh Terbaru “Fantastic Beasts and Where to Find Them”

Close