Ulasan “Hunt for The Wilderpeople” (2016)

Taika Waititi yang sebelumnya menyutradarai film komedi vampir nyentrik “What We Do in the Shadows” kembali dengan “Hunt for The Wilderpeople” yang tidak kalah nyentriknya.

Berpusat pada Ricky Baker (Julian Dennison), anak yatim piatu yang diadopsi oleh keluarga Aunt Bella (Rima Te Wiata) dan Uncle Hec (Sam Neill). Ricky, bocah tengil berusia belasan tahun yang tidak diinginkan oleh siapa pun – termasuk dinas perlindungan anak – dipaksa untuk tinggal di rumah keluarga tersebut. Bagi anak seusianya, tinggal di pedesaan bersama keluarganya itu adalah sebuah siksaan karena di sekelilingnya cuma ada ternak dan ladang. Beberapa kali ia mencoba kabur tapi karena dasarnya anak manja, dia cuma bisa kabur tidak jauh dari rumahnya dan kembali ditemukan oleh Aunt Bella.

Namun, Aunt Bella lambat laun berhasil memenangkan hati Ricky hingga dia betah tinggal di sana, meski Uncle Hec bersikukuh tidak membuka pintu hatinya untuk Ricky. Pada suatu saat terjadilah sebuah titik balik yang membuat kedua pria beda generasi tersebut harus berinteraksi. Ricky yang menyebalkan ditambah Hec yang enggan, membuat kisah mereka sama sekali tidak mulus.

Ricky kembali kabur ke hutan, namun perjalanan pulang ke rumah tidaklah mudah bagi mereka karena suatu masalah. Singkat cerita, Hec yang dituduh mencabuli Ricky – lagi-lagi akibat kelakuan menyebalkan Ricky – menjadi target manhunt terbesar yang pernah ada di kota tersebut. Keduanya lalu melarikan diri ke hutan untuk meloloskan diri dari para pengejar.

Dalam menggarap film yang diangkat dari novel “Wild Pork and Watercress karya Barry Crump” ini, Taika menggunakan pendekatan yang mudah dicerna. Interaksi kedua tokoh sentral tersebut ditampilkan dengan lugas dan humor sederhana yang lebih sering hit ketimbang miss, meski ada beberapa referensi yang sangat segmented.

Dalam satu adegan, keduanya hampir tertangkap oleh sekelompok orang yang mengejar mereka. Namun, di saat genting tersebut Ricky malah membuat gerakan memasukkan telunjuk ke lingkaran jempolnya dan mengatakan adegan itu mirip dengan “Lord of The Rings” ketika Frodo dan teman-teman Hobbit-nya bersembunyi dari Black Rider atau Nazgul. Sebagai catatan, film ini dan “The Lord of The Rings” sama-sama merupakan karya yang berasal dari Selandia Baru.

Karakterisasi kedua tokoh sentral tersebut juga cukup solid. Ricky yang witty tapi sok pintar dan Hec yang bersumbu pendek namun kebapakan membuat love-hate relationship antara keduanya menjadi sebuah sajian yang menyenangkan untuk dinikmati.

Lelucon-lelucon yang ditawarkan simpel namun menggigit dan celetukan Ricky masih dalam kadar kepolosan anak kecil yang merasa tahu segalanya, sedangkan Hec sebagai antidot kesoktahuan Ricky amazingly tidak tampil monoton. Dalam beberapa interaksi antara keduanya, Hec dengan menyenangkan bisa mengimbangi kejenakaan Ricky dengan gaya benci-benci sayang.

Secara visual film ini, seperti kebanyakan film Selandia Baru, berhasil mengeksplorasi keindahan lanskap negara hijau itu. Pengambilan gambar long-shot dan detail-detail makhluknya ditampilkan harmonis dengan karakternya. Taika mampu mengolah semua unsur menarik yang diatributkan pada karakter yang dengan mudah mendapat simpati dari penonton.

Secara keseluruhan “Hunt for the Wilderpeople” adalah sajian hiburan anak kecil-orang tua yang mengocok perut, lugas dalam penyampaian dan masih meninggalkan sunggingan senyum di wajah bahkan lama setelah kita menontonnya.

"Hunt for The Wilderpeople" (2016)
  • 8.5/10
    Akting - 8.5/10
  • 7/10
    Cerita - 7/10
  • 8.5/10
    Visual - 8.5/10
  • 8/10
    Sinematografi - 8/10
8/10

Simpulan

Hampir mirip animasi “Up” (2009), film ini menawarkan kisah petualangan jenaka, hangat dan tulus karena karakterisasi yang dihidupkan dengan sempurna oleh tokohnya.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 244 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ini Teaser “Guardians of the Galaxy Vol. 2”

Close