Konser Morrissey 2016 Jakarta, Memukau tapi Belum Tuntas

Hujan deras yang rutin mengguyur Jakarta belakangan ini membuat penonton khawatir akan mengurangi kenikmatan mereka menonton konser penggawa The Smith, Morrissey. Ndilalah, 12 Oktober kemarin adalah hari yang cukup bersahabat dan hanya sepercik air yang jatuh ke Bumi, seolah mega tahu bahwa di bawah sana ada megabintang yang layak dapat pengecualian dari basah.

Sisa hujan dari hari sebelumnya masih terasa pada malam itu di lapangan rumput Ex-Golf Driving Range Senayan dengan banyak genangan yang membuat sepatu penonton berlapis lumpur.

Gerbang dibuka; tiket diperiksa; penonton digeledah untuk dilucuti barang-barang berbahaya yang mungkin dibawa – hingga botol parfum dan air minum dan rokok; berfoto dengan life-size poster sang bintang di lapis kedua lalu masuk ke venue konser.

Satu jam sebelum mulai, video montage berisi video musik beberapa band legendaris – seperti Sex Pistols, Alice Cooper dan Ramones – diputar, diselingi video speech random dari tokoh yang tidak familier yang isinya kurang lebih menyiratkan kesetaraan ras, penindasan dsb – isu yang secara konsisten disuarakan oleh Morrissey.

mor1Pukul 20:05 Moz masuk – lima menit telat dari jadwal. Salut. Dengan kemeja biru glossy khasnya, ia langsung membuka dengan kalimat yang diucapkan sambil bersenandung “my heart, my heart, Jakarta.”

“Suedehead” dipilih jadi lagu pembuka. Penonton langsung koor menyanyikan lagu hit itu, yang pada konsernya di 2012 lalu tidak terdengar.

Lagu kedua “Alma Matters” juga jadi pilihan tepat, mengingat ini adalah anthem wajib-hapal bagi penggemar Morrissey garis keras. Atmosfer jadi tambah menyenangkan seperti hari Minggu ketika setlist dilanjut “Everyday Is Like Sunday”.

“Very nice,” Morrissey memuji sekitar 5.000 penonton yang dengan khatam menyanyikan tiga lagu pertama.

Setelah menghentak dengan tempo upbeat, “Let Me Kiss You” dilantunkan membangun suasana romantis. Muda-mudi otomatis berpegangan tangan dan ujungnya jelas tersirat lewat lagunya. PDA alert!

Morrissey yang dikenal sebagai aktivis vokal tentang HAM binatang dan masalah sosial lainnya melempar pertanyaan ringan ke penonton “Do you like Donald Trump?” yang dijawab serentak oleh penonton dengan “Nooo”. Ternyata pertanyaan tersebut adalah bridging halus Moz sebelum membawakan “World Peace Is None of Your Business”, lagu yang juga jadi judul album ke-10 miliknya. Itu bukan satu-satunya lagu dari album tersebut yang dibawakan tadi malam karena “Kiss Me Alot” juga tidak luput didendangkan.

Untuk usia setua itu, Moz tidak bisa dibilang kendor. Kemampuan vokalnya masih prima dan merdu meski beberapa kali sempat memunggungi penonton karena kehabisan napas dan meminta oksigen. Lampu sorot malam itu juga tidak melulu didominasi Moz, drummer Matt Walker juga tampil memukau. Musisi yang dulu jadi penggebuk drum untuk Smashing Pumpkins dan Filter ini tidak hanya lihai dengan drum set-nya tapi juga kadang menyelingi permainannya dengan memukul gong besar di belakangnya yang membuat sound semakin grande.

“The World Is Full Of Crashing Bores” dibawakan dengan backdrop menampilkan gambar Pangeran William dan istrinya Duchess of Cambridge Kate Middleton dengan caption berani – kalau tidak bisa disebut nekat – berbunyi “United King Dumb”.

img_20161012_210609000

Lagu jagoan “First of The Gang to Die”, “You Have Killed Me” dan “How Soon Is Now” dilahap dengan beringas oleh para penonton yang semakin terbawa suasana oleh sound system yang sudah panas dan mengeluarkan kualitas maksimalnya.

Sambil menyanyi “Ganglord”, Moz mempertontonkan rangkaian footage kekerasan polisi terhadap warga sipil. Isu tersebut sedang panas di Amerika sana dengan banyaknya orang kulit hitam tidak bersenjata yang jadi korban.

Konser belum berakhir sebelum Morrissey selesai berkhotbah. Dan itu artinya kita akan dikuliahi untuk mengikuti, atau setidaknya sadar atau tidak sadar setuju, dengan sikapnya yang menentang konsumsi hewan.

“No more meat, no more fish… Enough, enough, enough…” geram Morrissey sebelum melantunkan lagu bandnya dahulu The Smith, “Meat Is Murder”.

Video gore penjagalan sapi, kambing, unggas, ikan dan sumber protein hewani lainnya yang biasa dikonsumsi ditampilkan. Sebagai pendukung berani mati PETA, Morrissey pasti mudah mendapat kumpulan video penjagalan dari seluruh dunia. Aksi di tempat penjagalan reguler bahkan kosher di Israel, Inggris, Amerika  yang menggorok leher-leher binatang dengan darah muncrat ke mana-mana ditampilkan di layar utama. Penonton terbius melihat tayangan itu. Dan tanpa sadar Morrissey mindik-mindik turun panggung setelah sajian lagu penuh darah mengerikan itu. Katanya ada yang mendengar dia sudah bilang “Thank you Indonesia” tapi saya dan mayoritas penonton lainnya tidak mendengarnya karena terlalu khidmat menyaksikan adegan gore di layar yang diakhiri dengan sebuah pesan tegas berbahasa Indonesia: “Apa Alasanmu Sekarang? Daging Adalah Pembunuhan.”

Ya, begitu saja Morrissey meninggalkan penonton yang kemudian merapal kalimat klise di akhir konser “we want more”. Sepintas saya menyangka Morrissey mungkin pecinta Marvel Cinematic Universe yang menyelipkan post-credit scene dan akan muncul di akhir sebagai gimmick. Tapi kru mulai serius membereskan peralatan dimulai dari simbal, gitar… dan mixer!

Saya langsung sadar adalah salah jika saya memikirkan Morrissey melakukan cara seperti itu: dia penyanyi legendaris. Dan lebih dari itu, dia punya sikap dan prinsip yang teguh. Terlihat dari kekonsistenannya dalam mendukung isu yang telah lama digelutinya. Jadi aksi bikin penasaran itu mungkin hanya harapan kosong hasil imajinasi penonton yang masih belum mendengar “The More You Ignore Me, The Closer I Get” dan “I Have Forgiven Jesus”, seperti saya, saja.

Tapi yang mengejutkan vokalis Seringai, Arian Arifin a.k.a Arian Tigabelas, mengunggah setlist malam itu. Dan ternyata Morrissey masih utang satu encore. Namun, ya sudahlah. Yang terpenting Morrissey sudah menghibur penonton Indonesia yang beruntung dengan setlist yang lebih bagus daripada 2012 lalu. All the wait was so worth it. 

A photo posted by arian tigabelas (@aparatmati) on

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 235 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
“Power Rangers” Rilis Teaser Perdananya

Close