Ulasan “Storks” (2016)

Mitos bayi berasal dari bangau sudah populer di budaya Barat sejak dulu. Cerita ini adalah rekaan instan para orang tua yang canggung ketika ditanya anak-anak bagaimana mereka bisa ada di dunia. Sedangkan di Indonesia kebiasaan ini tidak terlalu populer, setidaknya bagi para keluarga yang tidak terlalu akrab dengan budaya Barat.

“Storks” memilih ini sebagai tema besar ceritanya. Warner Animation Group mengemas ide cerita yang sudah populer tersebut dengan fenomena kekinian, yaitu jasa pengantaran barang yang kini sudah jadi inovasi lazim di zaman modern. Namun, stork atau bangau di film ini kini sudah pensiun mengantar barang. Mereka beralih menjadi kurir pengantar barang.

Alkisah Jasper (Danny Trejo) ditugaskan untuk mengantar bayi bernama Tulip (Katie Crown). Akan tetapi karena hambatan yang berat Jasper gagal mengantar Tulip ke keluarga barunya. Jadilah Tulip tinggal di pabrik tempat bangau-bangau tersebut bekerja. Kegagalan itu pulalah yang membuat para bangau berubah profesi menjadi pengantar barang karena mereka dianggap sudah tidak lagi kredibel mengantar bayi.

Tumbuh di lingkungan unggas, Tulip yang – jelas – tidak punya sayap jadi ugly duckling di tempat tersebut. Apa pun yang dia lakukan selalu salah dan berujung bencana hingga pada puncaknya bos bangau memutuskan untuk memecatnya dengan dalih dia sudah dewasa.

Di tempat lain ada Nate Gardner (Anton Starkman), anak tunggal yang kesepian karena ayah (Ty Burrell) dan ibunya (Jennifer Aniston) sibuk bekerja. Menemukan iklan layanan pengiriman bayi bangau teronggok di tumpukan barang di gudangnya, dia berinisiatif meminta adik laki-laki dengan kekuatan ninja supaya bisa diajak seseruan bareng.

Kembali ke pabrik bangau, tanpa dinyana surat permintaan Nate ditanggapi dengan serius oleh Tulip yang tidak sengaja mengaktifkan kembali mesin pembuat bayi. Bayi sudah jadi dan tinggal dikirim tapi Tulip mendapat tantangan dari bangau-bangau yang tidak mau lagi menjadi pengantar bayi. Tulip kemudian dibantu oleh pegawai teladan, Junior (Andy Samberg), yang berhasrat jadi bos dan sebelumnya ditugaskan untuk memecat Tulip. Di sinilah petualangan dimulai.

Walaupun ceritanya tidak familier dengan budaya kita “Storks” punya kekuatan yang tidak bisa dijelaskan untuk mengikat penonton di kursinya selama durasi. Mungkin faktor itu adalah keluarga, akar dari semua manusia sehingga penonton bisa relate secara personal dengan mudah.

Secara visual film ini juga kuat dengan elemen-elemen yang tokcer mengundang simpati dan membuat mata betah: pilihan warna candy dan bayi-bayi bermata besar dengan tingkah menggemaskan. Cuteness overload!

Dari plotnya, meski ini animasi dan target utamanya adalah anak-anak, film ini sama sekali tidak “meng-anak-anakan” logika. Kontinuitas, referensi logis dan bridging antarcerita yang halus cukup menghibur dan, di saat yang sama, tidak terlalu mudah ditebak.

Satu adegan paling berkesan adalah ketika bayi yang diantar Tulip dan Junior itu menangis karena bahaya. Insting keibuan Tulip untuk menyelamatkan bayi tersebut ditampilkan secara subtil lewat adegan ibu dari berbagai masa yang melindungi anaknya dari bahaya. Perlu nalar untuk memahami bagian itu dan itu merupakan bukti jelas skenarionya digarap dengan tidak kekanak-kanakan.

Karakterisasinya juga patut diacungi jempol. Hampir semua karakter penting yang ditampilkan dihadirkan dengan proposional. Jika dibandingkan, “Secret Life of Pets” – yang juga menampilkan banyak karakter – harus belajar banyak dari film ini.

Secara keseluruhan film ini menawarkan cerita orisinal yang dikemas dengan perhatian pada setiap detailnya sehingga sukses tampil sebagai sajian yang solid dengan plotnya dan memukau di visualnya.

"Storks" (2016)
  • 7.5/10
    Akting - 7.5/10
  • 8.5/10
    Cerita - 8.5/10
  • 8/10
    Visual - 8/10
  • 8/10
    Sinematografi - 8/10
8/10

Simpulan

Meski mengusung cerita tidak terlalu familier bagi kultur kita, film ini secara mengejutkan berhasil membuat kita terpaku dengan memanfaatkan berbagai elemen secara pas. Kudos bagi penulis skripnya.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 336 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Animasi Terbaru Studio Ghibli “The Red Turtle” Siap Tayang!

Close