Ulasan “Sing Street” (2016)

Film yang mengusung tema musik selalu punya daya magnet kuat karena pada dasarnya manusia adalah makhluk audio-visual. Jadi, ketika “Sing Street” dirilis maka ia otomatis sudah punya ‘penggemarnya’ sendiri, terlepas bagaimana kualitas film ini nantinya. Untungnya, film ini disutradarai oleh John Carney, yang sebelumnya menyutradarai film musik “Once” dan “Begin Again”, jadi kualitasnya bisa dibilang cukup aman.

Bahkan jika disandingkan, “Sing Street” jauh lebih menarik dibanding kedua pendahulunya karena John tampak menggarapnya dengan lebih personal. Film ini berkisah tentang remaja ingusan berusia 15 tahun Conor “Cosmo” Lalor (Ferdia Walsh-Peelo) yang tinggal di Irlandia dan berasal dari keluarga yang hampir berantakan.

Kondisi keuangan orang tua Conor mengalami kesulitan sehingga bapaknya terpaksa memindahkan Conor ke sekolah Katolik yang biaya sekolahnya jauh lebih murah. Masuk ke sekolah Katolik malah semakin memperburuk keadaan Conor. Di sekolah itu ada perundung (bully) yang mengincarnya, belum lagi kepala sekolah kolot yang tidak segan bertindak kasar pada murid-murid yang dianggapnya kelewat batas.

Pada satu titik, Conor bertemu Raphina (Lucy Boynton) di depan sekolahnya. Sadar dirinya tidak punya satu pun hal yang bisa dibanggakan – mungkin rendah diri akibat sering mengalami perundungan – maka ia berbohong pada Raphina bahwa dia adalah vokalis band dan sedang mencari model video musik. Tak disangka Raphina tertarik untuk menjadi model videonya.

Singkat cerita Conor membentuk sebuah band bersama teman-temannya. Tujuannya? Apa lagi kalau bukan untuk memesona Raphina si pujaan hati.

Film ber-setting 1985 di Dublin, Irlandia ini merupakan karya paling personal bagi John karena dia juga mengalami langsung era kejayaan The Jam, The Cure, Duran Duran – serta sederet lagu 80-an lain yang jadi lagu tema sekaligus elemen pembangun plot film ini. John juga tumbuh di Irlandia sehingga dia tahu betul bagaimana skena musik pada era tersebut di negaranya.

Casting film juga tidak asal-asalan. Akting Ferdia sebagai frontman sebuah band ditunjang oleh talentanya di dunia nyata yang juga menjadi vokalis dan lahir dari keluarga musisi. Selain Ferdia, kakak Ferdia dalam film ini Brendan (Jack Reynor), juga tampil memukau. Brendan yang putus sekolah namun memiliki filosofi hidup yang cukup meyakinkan untuk membimbing adiknya, berhasil membentuk Conor menjadi anak yang tidak cengeng. Plus, repertoire musik Brendan yang berkualitas juga turut andil dalam membentuk musik band adiknya tersebut.

rs-236113-SING-STREET.0.0Untuk film musik dengan kumpulan musisi ingusan yang belum matang, rekaman lagu-lagu yang dihasilkan band dalam film ini kelewat bagus, namun ketika bicara mengenai visual, “Sing Street” dapat menggambarkan zamannya dengan sangat representatif. Nuansa sephia, rambut ala The Cure, kostum norak blouse dengan bantalan bahu ditampilkan dengan detail oleh John.

Meski tidak didukung bintang Hollywood terkenal film ini bisa dibilang sukses. Sukses dalam arti bisa membuat penonton jatuh cinta dengan karakter-karakternya. Sebagai contoh karakter Brendan yang jadi “sampah masyarakat” atau “apel busuk di keluarga” perlahan berubah menyenangkan untuk diikuti seiring berjalannya durasi film. John dengan sabar membangun simpati penonton dengan naskahnya yang solid.

Dengan kisah simpel film ini tampak tidak ingin mengedepankan pesan apa pun melainkan hanya menyajikan tontonan ringan untuk dinikmati dengan gembira. Dan benar saja, setelah menontonnya niscaya senyum masih terulas di wajah kamu. Ini film yang menyenangkan untuk ditonton dan didengar dan bisa masuk dalam daftar film dengan soundtrack terbaik.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 852 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Single “Rise” Katy Perry Jadi Soundtrack Olimpiade Rio 2016 Brasil

Close