Ulasan “Independence Day: Resurgence” (2016)

Setelah 20 tahun berlalu, 20th Century Fox akhirnya merilis sekuel “Independence Day” yang berjudul “Independence Day: Resurgence”. Masih tetap memberikan premis yang sama, film ini sepertinya mencoba mengulang kesuksesan film pertama yang saat itu dinilai sebagai titik balik dari blockbuster Hollywood.

Film dibuka dengan rekaman pidato Presiden Amerika Serikat Thomas J. Whitmore (Bill Pullman) yang berapi-api menyampaikan kata-kata penyemangat bagi seluruh rakyat di dunia setelah keberhasilan tentaranya mengatasi invasi alien di Bumi.

Kalau dilihat, sebenarnya premis film ini sama saja dengan film pertamanya yang bercerita tentang invasi makhluk ekstraterestrial ke Bumi namun tampaknya film ini belum bisa menyaingi kesuksesan film pertamanya dari segi jalan cerita meski efek visualnya jauh lebih baik.

Alkisah setelah invasi pertama, Bumi hidup dalam kedamaian. Tidak lagi ada perang karena perang yang sesungguhnya adalah perang melawan entitas kehidupan lainnya. Manusia berhasil mencapai teknologi paling mutakhir dari sistem pertahanan luar angkasanya dan dengan suksesnya membuat stasiun luar angkasa di bulan. Markas ini dibangun untuk memantau pergerakan kehidupan di luar Bumi dan mempertahankan Bumi seandainya kehidupan lain itu menyerang seperti 20 tahun lalu.

Sayangnya semua itu seolah menjadi sia-sia belaka setelah kapal induk dari ratu alien berhasil menyerang Bumi untuk mengambil inti Bumi guna dijadikan bahan bakar kapalnya.

Dari semua garis besar yang sudah dijabarkan di atas jelas Bumi kembali membutuhkan seorang patriot yang berani untuk melawan pasukan alien seperti Kapten Steven Hiller (Will Smith) di film pertamanya, yang kalau dimunculkan kembali sudah terlalu tua untuk melawan alien.

Maka muncullah aktor muda untuk menggantikan posisi patriot-patriot yang akan berperang melawan alien. Jake Morrison (Liam Hemsworth), Dylan Dubrow-Hiller (Jessie Usher) sebagai putra dari mendiang pahlawan perang Steven Hiller, dan Maika Monroe (Patricia Whitmore) putri dari mantan presiden Thomas J. Whitmore dipilih untuk menjadi hero dan heroine film ini.

Namun, sayangnya aktor muda ini seolah hanya menjadi pendukung agar film ini punya pemeran. Konflik yang acak dan tidak jelas membuat lemah dasar hubungan satu tokoh ke tokoh yang lainnya. Chemistry pemain muda tidak terbentuk karena hal ini dan malah pemain lawas yang seolah jadi asyik sendiri dalam reuni singkat film ini.

Akting Liam Hemsworth bahkan tidak tergali dengan baik padahal dia seharusnya menjadi pemeran utama dalam film ini, begitu juga halnya dengan Jessie Usher dan Patricia Whitmore yang seolah hanya mendapat peran untuk mengisi kekosongan semata.

Meski tidak bisa terlalu mengharapkan logika dalam film sci-fi, tampil jauh di bawah harapan yang sudah rendah. Bahkan untuk logika sederhana seperti penampilan karakter Dr. Brackish Okun (Brent Spiner). Okun ternyata belum mati seperti yang tersirat pada film pertama, dia hanya koma. Bangun dari koma selama 20 tahun, dia langsung bisa berdiri bahkan aktif secara fisik seperti orang yang baru bangun tidur setelah bergadang 20 jam saja.

“Independence Day: Resurgence” bukan sekuel yang sempurna seperti yang seharusnya diciptakan oleh bapak sci-fi Roland Emmerich. Jika kamu tipe penonton yang hanya mencari hiburan dengan efek visual dan tata suara yang menggelegar film ini cocok untuk jadi pilihan. Namun, sebaliknya bagi para pengagung hal-hal yang masuk akal, film tentang bencana ini bisa jadi bencana harfiah bagi logika.

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 269 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
“The Legend of Tarzan” Rilis Trailer Terakhirnya Sebelum Tayang

Close