Lima Hal yang (Mungkin) Belum Kamu Tahu tentang Pokemon Go

Kekurangan Pokemon Go

Meski revolusioner Pokemon Go sebenarnya bukanlah permainan yang benar-benar baru. Sebelumnya, Niantic juga mengembangkan game multiplayer augmented reality. Game tersebut berjudul Ingress. Di dalamnya kita berburu portal. Dan portal itu bisa direbut jika ada orang yang berkunjung ke tempat yang sama. Dan tidak jarang, hal itu berujung pada perkelahian fisik di dunia nyata antara sesama gamer.

Mungkin hal itulah yang membuat Pokemon Go tidak menyajikan fitur multiplayer, yang memungkinkan Pokemon master untuk saling bertarung memperebutkan Pokemon.

Selain itu, Pokemon tidak menyediakan fitur barter seperti yang dipromosikan di iklannya dengan label Trade. Apa jadinya kalau kita menemukan banyak Poliwag? Masa mau ditimbun?

Pokemon Go saat ini menyiasatinya dengan membuat hal tersebut menjadi solusi evolusi. Jadi kalau kamu susah menemukan Poliwhirl, kumpulkan saja beberapa Poliwag. Jadi, nanti salah satunya akan berevolusi jadi Poliwhirl. Namun, masih belum jelas berapa Pokemon standar yang dibutuhkan untuk berevolusi.

A photo taken and provided by Mike Schultz shows injuries he received when he crashed his skateboard while playing Pokemon Go, an addictive new game based on cute Nintendo characters like Squirtle and Pikachu, near his home on Long Island in New York. (Mike Schultz via AP)
A photo taken and provided by Mike Schultz shows injuries he received when he crashed his skateboard while playing Pokemon Go, an addictive new game based on cute Nintendo characters like Squirtle and Pikachu, near his home on Long Island in New York. (Mike Schultz via AP)

Keamanan juga jadi kekhawatiran serius dalam Pokemon Go.  Akses Pokemon Go ke Google disebut sebagai kesalahan besar dalam keamanan. Ahli komputer Adam Reeve pertama kali menyadari kesalahan ini. Pokemon Go meminta semua akses Google ketika dia meng-install game ini dari App Store iOS. Jadi, aplikasi ini dapat membaca email dan bahkan history browser kamu. Menyeramkan!

Update: Niantic sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah keamanan akun Google tersebut seperti dikutip dari Polygon.

We recently discovered that thePokémon GO account creation process on iOS erroneously requests full access permission for the user’s Google account. However, Pokémon GO only accesses basic Google profile information (specifically, your User ID and email address) and no other Google account information is or has been accessed or collected. Once we became aware of this error, we began working on a client-side fix to request permission for only basic Google profile information, in line with the data that we actually access. Google has verified that no other information has been received or accessed by Pokémon GO or Niantic. Google will soon reducePokémon GO‘s permission to only the basic profile data that Pokémon GO needs, and users do not need to take any actions themselves.

Selain di dunia maya, kekhawatiran di dunia nyata juga tidak bisa dikesampingkan. Ada beberapa kasus gamer cedera masuk got, kesandung dsb. karena terlalu sibuk menatap gadgetnya tanpa peduli lingkungan di sekitarnya.

Dan yang baru-baru ini menggemparkan adalah cerita dari Shayla Wiggins Riverton di Wyoming, AS. Pada saat mencari Pokemon air di sungai, alih-alih menemukan Pokemon dia malah dikejutkan karena menemukan mayat seorang pria mengambang di sungai.

Jadi, bersikap bijaklah memainkan game yang sedang booming ini. Jangan sampai lupa daratan.

Harap ingat selalu bahwa tugas kita di dunia adalah untuk memperbanyak amalan, bukan Pokemon, karena kelak itulah yang akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. #GamerReligius 😇

Enjoy the game, folks! 

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 848 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “The Shallows” (2016)

Close