Memanusiakan Manusia

Nggak terasa sudah 12 hari puasa, untung cuaca cukup bersahabat, nggak terlalu panas malah cenderung dingin. Seolah bumi sedikit berkompromi dan memberikan sedikit kompensasi supaya semua manusia baik yang sedang berpuasa maupun yang nggak berpuasa bisa sedikit merasakan sejuk di ibukota. Walau sayangnya macet nggak mau ikutan kompromi.

Di 10 hari pertama kemarin, kita sudah dihebohkan dengan tetek-bengek mengenai “menghormati” orang yang sedang berpuasa, menghormati lapar dan dahaganya. Kok lucu.

index1Buat gue puasa itu bukan hanya sekadar lapar dan haus. Klise? Ya mungkin, tapi toh memang itu makna sebenarnya puasa. Tanpa harus dikuasai ingar-bingar ribut hilal, tarawih ya tinggal tarawih, puasa ya tinggal puasa, atau sebaliknya. Kalau kelebihan ya tinggal dihitung sunnah, atau setidaknya begitu menurut gue. As simple as that.

Baberapa tahun belakangan ini, justru timbul masalah baru yang nggak penting sama sekali. Apakah warung makan harus dibuka atau ditutup selama bulan Ramadhan? Like hellooooo, penting banget masalah kita.

Terseret dengan keribetan ini, selama beberapa tahun ini akhirnya banyak ormas-ormas yang mengatasnamakan islam “menggerebek” warung makan yang tetap buka selama bulan Ramadhan. Seperti mematikan rezeki orang lain adalah hal yang paling beradab di muka bumi, mereka memporak-porandakan warungm gerobak, lapak orang-orang yang sedang mengais rezeki ini dengan nama “Bulan Ramadhan.”

Terakhir yang membuat heboh beberapa hari yang lalu adalah serombongan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang menggerebek sebuah warung makan di wilaya Serang yang MENYITA MASAKAN si pemilik warung. Coba bayangkan apa yang akan terjadi pada si ikan tongkol yang belum sempat diberi bumbu cabe karena keburu diangkut, atau bagaimana nasib orek tempe saat di diciduk dan dimasukkan ke dalam pelastik besar begitu saja lalu bagaimana perasaan sayur lodeh yang dituang begitu saja dari dalam panci? Apakah mereka semua akan dijadikan barang bukti atau dijadikan saksi mata pelanggaran si pemilik warung makan? Cerdas sekali.

Dalam hal ini yang sangat gue sayangkan adalah mental Pol PP ini, betapa kalahnya mereka sama anak TK yang baru belajar puasa full day karena beralasan bau  masakan pemilik warung makan mengganggu yang sedang berpuasa. Yailah…sana belajar lagi dari awal!

Kembali ke makna puasa yang sesungguhnya menurut gue adalah:index2

  • Menahan Godaan;

dari sekadar godaan wangi goreng-gorengan dan masakan yang masih baru matang dengan uap panas mengepul di permukaan sampai godaan mantan yang merengek minta balikan.

Menahan godaan salah satunya adalah bagaimana kita harus menahan diri untuk tidak menyakiti siapapun di bulan Ramadhan dengan menjaga tingkah laku, perbuatan, lisan dan pikiran. Namun apabila kita berkaca dari kasus gerebek warung makan di atas apa misi kita untuk menahan godaan sudah sukses? Kalau menurut gue justru gagal total.

Kalau mau tegas, kenapa Pol PP hanya razia ke warung makan pinggir jalan yang sekelas menengah ke bawah? Kenapa mereka nggak razia ke mall-mall sekalian terus tutup-tutupin deh tuh gerai makanan cepat saji yang walaupun di tutup masih juga terlihat jelas. Atau tutup saja kafe-kafe yang masih tetap beroperasi di bulan puasa.

  • Bertenggang Rasa,

Nggak cuma minta dihormati tapi juga menghormati. Apa yang akan terjadi kepada orang-orang yang memang tidak menjalankan ibadah puasa atau muslim yang sedang berhalangan puasa kalau warung makan harus ditutup.

  • Tahan Hawa Nafsu

Kalau puasa lo keganggu cuma gara-gara bau masakan di warung makan, mendingan lo belajar lagi puasa setengah hari dari anak TK yang baru belajar puasa, karena hawa nafsu yang harus lo jaga bukan cuma sekadar itu. Ada hal-hal besar yang harus lo tahan saat puasa; marah, gibah, khianat, fitnah dan masih banyak hal lainnya. Padahal kalau lo berinteraksi dengan manusia di bulan puasa, hal-hal di atas itu bisa saja terjadi.

Terlepas dari hal-hal di atas, saling menghargai itu kunci tapi jangan selalu minta dimengerti karena ibadah yang kita lakukani itu urusannya cuma sama kita dan Yang Maha Esa. Bagus kalau kita bisa mengerti kalau nggak bisa ya cukup diam saja.

So guys, ada baiknya lo memperbaiki mindset lo tentang puasa, kalau masih ribet dan merasa sama hal yang remeh-temeh mendingan belajar lagi dari awal.

 

 

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 79 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Now You See Me: The Second Act” (2016)

Close