Coldplay dan Isi Kepalanya yang Penuh Cinta dan Warna

Secara kasatmata, “A Head Full of Dreams” jelas adalah kebangkitan bagi Coldplay, atau lebih tepatnya Chris Martin. Dibandingkan albumnya pada 2014 “Ghost Stories” dengan cover album hati yang patah, albumnya yang sekarang lebih kaya warna. Ya, “Ghost Stories” meski juga uplifting tapi punya tone lebih kelam berkat perpisahan Chris dan Gwyneth Paltrow.

Namun, di albumnya saat ini Coldplay terdengar lebih optimistis dengan musik yang lebih upbeat. Dibuka dengan lagu ceria “A Head Full of Dreams”, Coldplay mengajak pendengarnya untuk jadi pemimpi karena hanya dengan bermimpi seseorang dapat mencapai epifani guna mendapatkan dunia yang lebih ideal. Dilanjutkan dengan “Birds” dengan musik yang lebih disko dibandingkan “Adventure of a Lifetime”. Chris dalam sebuah wawancara mengakui bahwa lewat album ini dia ingin mengajak pendengarnya bergoyang. Jadi sekali lagi dia mengangkat tema kebebasan di dunia yang kejam ini dengan menganalogikan dirinya terbang bagai burung. “Army of One” juga jadi lagu perjuangan cinta yang penuh dengan pengandaian geografis.

Punya teman rockstar kenapa tidak dimanfaatkan? Pertemanannya yang dekat dengan Beyonce membuat “Hymn For The Weekend” semakin terdengar kaya dengan dibantu diva tersebut. Malah anak Beyonce dan Jay-Z, Blue Ivy, juga turut direkam suaranya dalam lagu tersebut. Dalam “Fun” Coldplay berkolaborasi dengan penyanyi yang tengah naik daun Tove Lo. Kolaborasi yang lebih mencengangkan adalah Noel Gallagher. Kabarnya dia mengisi gitar “Up&Up”. Tonton video keren “Up&Up “dan reviewnya di sini.

Proyek album ini memang sepertinya lebih personal bagi Chris karena, selain temannya, dia juga mengikutsertakan orang-orang yang dekat dalam hidupnya. Kekasihnya sekarang juga turut mengisi suara di “Up&Up”. Bahkan dalam “Everglow” dia mengajak mantan istrinya untuk mengisi suara.

“Everglow” mungkin adalah penutup kisahnya dengan Gwyneth. Dalam lagu tersebut dia berkisah tentang adorasinya terhadap mantan istrinya itu. Namun, dia sadar bahwa bagaimana pun usahanya takdirnya mengatakan bahwa mereka tidak bisa bersama. Meski berpisah Gwyneth tetap memberikan light yang selalu everglow. Didengar secara saksama, lagu ini berpotensi besar jadi single andalan mereka selanjutnya.

“Kaleidoscope” menawarkan keunikan tersendiri. Chris sama sekali tidak menyanyi. Track ini hanya berisi puisi penyair Persia, Mawlana Jalal-al-Din Rumi, berjudul “Guest House” dan Obama yang bernyanyi lagu Kristen “Amazing Grace”. Yes, you read it right. Obama nyanyi! Potongan nyanyian tersebut diambil dari pidato Obama saat menghadiri pemakaman Pastor Clementa Pinckney. Pastor tersebut adalah salah satu dari sembilan korban penembakan di gereja Methodist di Charleston, South Carolina.

Bagi penggemar setia musik Coldplay mungkin agak sedikit terkejut dengan atmosfer baru album ini yang terlalu disko. Namun, percayalah album ini sama sekali tidak buruk dengan lirik dan semangat yang diusungnya. Album ini cocok untuk didengar bagi siapa pun yang sedang berada dalam titik terendah dalam hidupnya.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 209 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “My Stupid Boss” (2016)

Close