Ulasan “Ada Apa dengan Cinta 2” (2016)

Setelah digantung selama 14 tahun akhirnya kisah cinta Cinta dan Rangga ditutup dengan closure yang memuaskan. “Ada Apa dengan Cinta 2” menampilkan kembali geng Cinta, Rangga dan Mamet ini sepertinya memang menjadi film paling ditunggu, terbukti dengan kemampuannya meraup jumlah penonton yang sangat bombastis. Bayangkan saja, film ini menggaet 2 juta penonton lebih hanya dalam waktu satu pekan. Hingga saat ini “AADC 2” meraup jumlah penonton terbanyak di Indonesia, mengalahkan “Comic 8”.

Berawal dari reuni melalui salah satu platform chatting yang booming banget pada 2014 kemarin, akhirnya kita bisa langsung menikmati bukan lagi sekadar film pendek namun kelanjutan film secara keseluruhan. Namun, sayangnya pemikiran kita justru sudah terbentuk dari film pendek reuni tersebut sehingga saat film tayang dan ternyata berbeda kita baru menyadari bahwa film ini bukan lanjutan film pendek tersebut. Capek deh!

Mengisahkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang sudah dewasa dan mapan yang sudah bertunangan dengan laki-laki yang nggak kalah mapannya, Trian (Ario Bayu), memutuskan untuk pergi berlibur ke Yogyakarta bersama teman-teman geng-nya, Milly (Sissy Priscillia), Karmen (Adinia Wirasti) dan Maura (Titi Kamal) untuk merayakan keluarnya Karmen dari pusat rehabilitasi karena kecanduan narkoba (atau setidaknya begitu yang tersirat sekilas di dalam film).

Eh tapi kayaknya kurang satu nggak sih anggota mereka? Iya, dalam film sekuel ini tokoh Alya “dibunuh” untuk menjaga kesinambungan film karena Ladya Cheryl tidak dapat turut serta dalam pesta reuni akbar tersebut.

Nah, dalam perjalanan empat sekawan ini ke Yogyakarta, Cinta dipertemukan kembali dengan Rangga (Nicholas Saputra) yang sedang dalam perjalanan untuk berdamai dengan masa lalunya sendiri. Singkat cerita, di sinilah konflik dalam drama cinta ini bermula.

aadc 2
Sumber: ootdindo.com

Jika dibandingkan dengan film sebelumnya, dalam sekuel ini Rangga terlihat sangat lelah dan bukan lagi bocah arogan nan angkuh yang suka berprasangka. Sosok Rangga justru terkesan semakin dewasa dan nggak lagi emosian, dia cenderung bisa menahan egonya dan berusaha untuk tidak membuat Cinta marah. Bahkan sampai penghujung cerita, karakterisasi yang terlihat tidak berubah dan masih tetap emosian adalah Cinta.

Dari segi akting, rasanya tokoh yang berkembang secara kepribadian hanya Karmen, Milly, dan Rangga. Cinta yang seharusnya memiliki perkembangan kepribadian paling signifikan justru terlihat sama saja; manja, plin-plan, dan galau sendiri.

Mungkin ketidakhadiran Alya membuat sutradara, Riri Riza, harus mencari tokoh sentral bijaksana lain tanpa mengubah susunan geng Cinta. Maka dibuatlah Karmen yang sudah melewati asam garam gagalnya hubungan dan hidup untuk menggantikan Alya yang biasanya selalu menjadi sumber kebijaksanaan.

Akting Dian sendiri sebenarnya justru cukup mengecewakan, terkesan dibuat-buat dan kurang natural padahal sebelum-sebelumnya dia selalu menjadi oase di tengah artis-artis pendatang baru yang cuma modal tampang. Selain itu yang cukup mengecewakan adalah dialog-dialog yang terdengar klise dan asli dangdut banget untuk diucapkan oleh sekumpulan perempuan paruh baya yang sebagian sudah punya anak (di dalam maupun di luar peran) dan bahasa tubuh yang terlalu berlebihan.

Namun, rasanya semua kekurangan itu tertutup dengan jalan cerita secara keseluruhan, konflik Rangga dan Cinta pribadi serta konflik gabungan mereka juga akting dari para pemeran pendukung membuat film ini tersaji apik dan cantik. Ditambah, sinematografi yang matang dari Riri Riza yang dibantu sinematografer andal Yadi Sugandi berhasil menangkap lanskap indah di beberapa kota di Jawa. Menyaksikan gambar-gambar di “AADC 2” seperti mengajak penonton bertamasya langsung ke kota-kota yang ditampilkannya. Keindahan kultur setiap kota juga diejawantahkan dengan human interests yang menarik dalam frame.

Belum lagi dengan soundtrack penuh kenangan masa lalu yang membuat kita terlempar ke masa 14 tahun yang lalu. Bagaimana pendapat kalian dengan film ini?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 1,102 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ini Trailer Terbaru “X-Men: Apocalypse” (2016)

Close