Ulasan “The Jungle Book” (2016)

Seorang bocah berlari dan melompat ditemani kawanan serigala di tengah hutan yang asri dan rindang. Bocah rimba bernama Mowgli (Neel Sethi) itu sedang mengasah keahliannya sebagai anggota dari kawanan serigala di bawah bimbingan seekor macan kumbang bernama Bagheera (Ben Kingsley).

Adegan tersebut menjadi pembuka film “The Jungle Book” yang diadaptasi dari salah satu karya legendaris penulis terkenal Rudyard Kipling dan merupakan sebuah reboot versi live action dari film animasinya yang diputar pada tahun 1967.

Film ini mengisahkan petualangan Mowgli yang dibesarkan kawanan serigala pimpinan Akeela (Giancarlo Esposito) dan Raksha (Lupita Nyong’o) yang berupaya beradaptasi dan hidup harmonis sesuai hukum rimba. Namun, kedamaian tersebut tiba-tiba terusik oleh kehadiran harimau benggala bernama Shere Khan (Idris Elba) yang sangat membenci manusia karena wajahnya rusak akibat bertarung dengan manusia.

Shere menuntut Mowgli untuk meninggalkan hutan selama-lamanya atau ia akan mati jadi sasaran keganasan raja rimba itu. Mowgli pun dengan berat hati memenuhinya dan memulai petualangannya untuk kembali ke desa manusia dengan menghadapi beragam rintangan serta bertemu teman baru sang beruang bernama Baloo (Bill Murray).

Selain irama plot cerita mengalir cepat kemudian lambat seperti sungai yang mengalir ke muara, “The Jungle Book” juga berhasil memudahkan penonton yang awam dengan kisah tersebut untuk mengikuti alur ceritanya. Pemunculan karakter-karakter hewan dalam kisah ini mengalir halus disesuaikan dengan jalan cerita sehingga semuanya tampil pas pada waktunya. Selain itu adegan-adegan musikal juga diberi porsi yang tidak berlebihan dan tepat guna untuk menciptakan atmosfer emosi yang tidak bisa didapat dari dialog biasa.

Namun, hal yang paling patut diacungi empat jempol dari film ini adalah CGI karakter-karakter hewan yang melebur dalam film tersebut. Sutradara Jon Favreau bersama Walt Disney Studios berhasil membuat karakter-karakter hewan itu terlihat sangat realistis seperti menonton acara dokumenter kehidupan hewan di National Geographic.

junglebook wideKeindahan alam yang diambil dengan wide angle dan mengikuti prinsip fotografi rule of third meski tampak megah dan menyejukkan ditampilkan dengan porsi secukupnya sehingga tidak membuat penonton gumoh dan menginginkan lagi dan lagi. Sebuah strategi yang brilian.

Selain itu akting para pengisi suara karakter juga patut mendapatkan pujian luar biasa lantaran “The Jungle Book” menuntut para bintangnya untuk menjadi seiyu, pengisi suara sekaligus penyanyi seperti dalam  film-film anime Jepang.

Salah satu pengisi suara yang menonjol dalam film ini adalah Bill Murray yang mengisi suara beruang Baloo. Suara Bill, veteran yang pernah menghidupkan sosok kucing genit Garfield di layar lebar, berhasil menggambarkan sosok beruang  yang periang dan humoris. Hebatnya lagi, Bill juga bisa menyanyi sesuai dengan karakter Baloo.

Terakhir dan paling utama adalah pesan yang ingin diangkat dalam film ini. Kalau dicermati tampaknya “The Jungle Book” ingin menyampaikan dua pesan. Pertama, hukum rimba tidak melulu berisi si kuat yang selalu berjaya atas si lemah, namun pihak yang lemah pun bisa mengalahkan si kuat jika mereka bersatu.

Pesan kedua ialah jangan takut untuk menjadi sosok berbeda dalam kehidupan yang mainstream ini. Mowgli memiliki kemampuan berbeda dan bermanfaat, sayangnya kemampuannya tidak diapresiasi oleh para penghuni hutan, hanya Baloo si beruang yang betul-betul menghargai dan mengoptimalkan kemampuan Mowgli yang unik tersebut. Jadi, kurang lebih, tidak usah bersedih jika saat ini kemampuan kita tidak dihargai karena suatu saat ada pihak lain yang dengan senang hati menyambutnya dan mengoptimalkan talenta kita tersebut.

Kombinasi efek CGI nyata, plot cerita yang indah, performa para bintangnya, ditambah lagi pesan sangat mendalam yang diangkat dalam film ini menjadikan “The Jungle Book” sebagai film  dengan penilaian sempurna dan wajib ditonton untuk tahun ini.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Aji Cakti

Movie mania yang demen nulis dan riset dunia film
Find me
(Visited 239 times, 1 visits today)

Aji Cakti

Movie mania yang demen nulis dan riset dunia film

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “10 Cloverfield Lane” (2016)

Close