Ulasan “Miracles from Heaven” (2016)

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata selalu punya pesonanya sendiri. Rasa penasaran sudah pasti akan menjadi motivasi pertama dari penonton untuk menyaksikan film seperti itu. “Miracles from Heaven” pun begitu. Selain itu, alasan popularitas juga turut jadi penentu. Film ini jadi menarik karena dua pekan berturut-turut menduduki posisi lima besar di box office Amerika Utara, hanya berada satu peringkat di bawah animasi laris “Zootopia”.

Diambil dari memoar berjudul “Miracles from Heaven: A Little Girl, Her Journey to Heaven, and Her Amazing Story of Healing”, film ini berkisah tentang perjuangan seorang anak berusia 10 tahun, Anna Beam (Kylie Rogers), yang menderita penyakit langka. Usus Anna lumpuh sehingga dia tidak bisa mencerna makanan dengan sempurna. Akibatnya dia selalu kesakitan setiap hari.

Beruntung Anna punya ibu yang tak kenal lelah berjuang untuknya. Christy Beam (Jennifer Garner) adalah seorang ibu yang tidak menyerah begitu saja pada diagnosis dokter. Dia mengupayakan segala cara; dengan berulang kali memastikan diagnosis terhadap anaknya bukan penyakit biasa, menghubungi semua dokter terbaik di AS, dan yang paling penting, meningkatkan semangat hidup anaknya.

Dikisahkan Anna tiba-tiba mengalami sakit perut hebat. Hampir tiap hari dia berteriak kesakitan. Beberapa dokter mendiagnosisnya mengalami naik asam lambung dan berbagai penyakit remeh lainnya yang tidak terlalu berbahaya. Ibunya, yang merasa sangat kenal dengan darah dagingnya, yakin bahwa penyakit yang diderita Anna bukan sekadar penyakit ringan. Dia terus mencari diagnosis dari beberapa dokter hingga ditemukan bahwa Anna mengalami penyakit langka terkait usus tersebut. Dia mulai berobat dengan berbagai cara. Namun, nahas Anna divonis tidak akan sembuh. Tapi sebuah keajaiban muncul lewat tragedi yang terjadi di rumahnya sepulangnya dia dari rumah sakit.

miracles from heavenHarus diakui Jennifer Garner bermain total untuk film drama Kristen ini. Berbanding terbalik dengan mantan suaminya Ben Affleck di “Batman v Superman”. #ups. Emosi dan determinasinya sebagai ibu yang ingin melihat anaknya sembuh seperti sediakala ditampilkan dengan apik.

Sedangkan talenta akting cameo Queen Latifah yang berperan sebagai Angela kurang tereksplorasi. Tadinya, mengingat film ini berkisah tentang mukjizat, gw menyangka akan ada keajaiban yang ditampilkan lewat karakter bernama Angela ini. Tapi ternyata dia hanya karakter yang dimunculkan sambil lalu. Kepiawaian aktingnya dalam film drama seperti yang ditampilkannya di “Bessie” menguap tak bersisa di film ini.

Turbulensi iman dari seorang Christy juga patut disoroti. Kepercayaan kita paling berat diuji adalah ketika menghadapi masalah berat padahal kita adalah umat yang taat. Kita semua sama-sama tahu itu. Tapi, sayangnya pesan tersebut ditampilkan dengan sangat jelas oleh sutradara Patricia Riggen. Film yang buruk adalah film yang sangat berusaha untuk mengantarkan ide pokoknya tanpa sama sekali berusaha untuk subtil. Menontonnya jadi lebih seperti sedang diceramahi.

Detail beberapa mukjizat yang ditampilkan juga terkesan sebagai kebaikan biasa yang dilakukan orang lain. Secara keseluruhan film ini adalah tear jerker dan mengajarkan tentang pentingnya percaya dan bagaimana kepercayaan itu dapat mematahkan ketidakmungkinan. “Miracles from Heaven” ini juga bisa dibilang sebagai salah satu wadah ajang pamer akting terbaik bagi Jennifer Garner namun sangat lemah dalam gaya penceritaannya dan presentasi pesan yang ingin ditampilkan. Namun, ini bisa jadi film yang sangat menyentuh iman bagi umat religius (bukan hanya Kristen) jika hanya menilai dari ceritanya secara keseluruhan. Dan mungkin bagi orang yang sedang didera masalah berat, film ini akan secara efektif mengajak kita untuk tetap percaya bahwa mukjizat itu nyata.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 1,577 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “The Jungle Book” (2016)

Close