Ulasan “Captain America: Civil War” (2016)

“Captain America: Civil War”, film terbaru Marvel,kembali membuat kehebohan. Kisahnya kali ini tidak hanya melibatkan Captain America (Chris Evans) tapi juga hampir seluruh karakter yang juga tampil di “Avengers”, antara lain Iron Man (Robert Downey Jr), Black Widow (Scarlett Johansson), Winter Soldier (Sebastian Stan), Falcon (Anthony Mackie), War Machine (Don Cheadle), Hawkeye (Jeremy Renner), Black Panther (Chadwick Boseman), Vision (Paul Bettany), Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), Ant-Man (Paul Rudd), serta karakter pendukung seperti Agent 13 (Emily VanCamp), Crossbones (Frank Grillo), si pencipta Hulk Thaddeus “Thunderbolt” Ross (William Hurt) dan Helmut Zemo (Daniel Bruhl).

Dengan setting dunia pasca-Avengers, “Civil War” mengusung premis tentang kekhawatiran pemerintah dunia akan korban sipil yang jadi collateral damage dalam pertarungan superhero Avengers ketika melawan musuh-musuhnya untuk menjaga keamanan dunia. Tentu saja, itu menjadi sebuah kenyataan pahit yang harus dihadapi tokoh-tokoh yang tadinya dipuja sebagai pahlawan tersebut sekaligus momen pembuka mata bagi mereka sendiri bahwa apa yang mereka lakukan tidak selamanya dianggap benar.

Singkat cerita, pemerintah ingin mengatur para superhero tersebut dengan aturan ketat sehingga mereka tidak bisa main hakim sendiri ketika ada musuh yang menyerang bumi. Problematika tersebut membuat The Avengers terbagi jadi dua kubu. Beberapa superhero ada yang setuju untuk tunduk pada pemerintah dan sebaliknya.

“Captain America: Civil War” Munculkan Spider-Man!Dan untuk membuat plotnya semakin menarik, kehidupan personal dari masing-masing pemimpin kedua kubu – Captain America dan Iron Man – diangkat sebagai penguat latar belakang cerita tokoh. Captain America berjuang untuk teman sejatinya Winter ‘Bucky’ Soldier, sedangkan Iron Man untuk kejelasan nasib orangtuanya. Elemen ini jauh lebih meyakinkan dibandingkan film duel superhero sebelumnya, “Batman v Superman”.

Jika dibandingkan secara head to head, “Civil War” jauh lebih terstruktur daripada “Batman v Superman”. Latar belakang alasan di balik perang antara superhero lebih kuat dan ‘prinsipil’ di “Civil War”. Pace cerita juga dijaga dengan baik di film ini. Paruh pertama digunakan oleh duo bersaudara Russo dengan memaparkan cerita dengan dialog serius. Separuhnya, ketika cerita sudah semakin intens, humor dengan celetukan-celetukan khas Marvel mulai dikeluarkan sedikit demi sedikit dan terus terjaga hingga kulminasi pertempuran kedua kubu tersebut. Hal itu membuat penonton betah mengikuti alurnya.

Dari segi akting, rasanya tidak perlu lagi dibahas tentang tokoh-tokoh yang sebelumnya sudah kita saksikan di “Avengers”. Namun, yang perlu jadi sorotan adalah Spider-Man (Tom Holland) dan Black Panther. Atmosfer komedi di film ini hampir separuhnya bersumber dari si manusia laba-laba, remaja kutu buku polos yang bawelnya minta ampun. Sedangkan, Black Panther adalah antidot Spider-Man. Dia bersahaja, berkarisma dan, yang paling penting, sangat kuat. Karismanya bisa dibilang setara dengan Captain America.

Secara sinematografi, Marvel tetaplah Marvel yang mengandalkan grafik visual laiknya film-filmnya sebelumnya. Hanya ada satu yang sepertinya agak baru dari angle pengambilan gambarnya. Seperti ketika sekuens kejar-kejaran di pasar dengan kamera yang mengikuti pemainnya di tempat yang sempit. Hello, Emannuel Lubezki… Sedangkan koreografi perkelahian menunjukkan banyak peningkatan, terutama Natasha Romanoff. Pesona fisik dan kemampuan bela diri Scarlett Johansson sama-sama kuat.

Sedangkan dari segi komersialisasi, Marvel tampaknya benar-benar memanfaatkan “Captain America: Civil War” dengan sangat tepat. Simak strategi Marvel menurut analisis kami di sini.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 448 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Spider-Man Curi Perhatian di “Captain America: Civil War”

Close