Strategi Komersialisasi Jitu Marvel di “Captain America: Civil War”

Simak ulasannya yang terkait dengan artikel ini, di sini

Membahas “Civil War” tanpa menyangkutpautkannya dengan “Batman v Superman” adalah sebuah hal yang hampir tidak mungkin mengingat tanggal perilisannya yang berdekatan dan tema besarnya yang sama. Bahkan, film manusia kelelawar itu bisa dibilang merupakan ‘pemicu’ dirilisnya “Civil War”. Dalam wawancaranya dengan Hollywood Reporter, sutradara Joe Russo dan Anthony Russo terang-terangan mengatakan,

“There have been 11 or 12 movies so far, all with a fairly traditional structure. Our pitch to them was: People will tell you they love chocolate ice cream — until you give it to them five days a week. It’s time to give them some rainbow sherbet. Kevin [Feige] is a maverick and he’s very sensitive to how people are responding to his content. He said he thought we might be right. And after they announced Batman v. Superman, he said, ‘you guys are absolutely right.’ We needed to do something challenging with the material or we were going to start to lose the audience.”

Namun, keputusan Kevin Feige selaku presiden Marvel Studios untuk membuat “Civil War” setelah “Batman v Superman” tentu saja tidak hanya dipengaruhi oleh kompetisi Marvel dan DC di layar lebar. “Civil War” tampaknya adalah kendaraan untuk mempromosikan film Marvel selanjutnya. Marvel memang mempunyai ciri khas untuk menghubungkan film satu dengan yang lainnya dan itu sudah terbukti sebagai strategi pemasaran yang efektif. Pun, Kevin tidak ingin kehilangan momentum dari gegap gempita DC dengan tema pahlawan lawan pahlawan, terutama dengan ancaman “Suicide Squad” yang kemungkinan besar akan memberi perlawanan cukup sengit bagi Marvel.

“Avengers” adalah lumbung emas buat Marvel. Peran film “Avengers” untuk menggenjot film lainnya juga sangat signifikan. Berikut tabel pendapatan film-film keluaran Marvel sebelum dan sesudah “Avengers”sebelum avenger

setelah avenger
Source: coursera.org

Dan, mengingat “Avenger: Infinity War Part I” baru akan tayang Mei 2018 nanti, film-film lain Marvel yang tergolong baru bisa melempem kalau penonton tidak diberi pemanasan terlebih dahulu.

Film-film yang berada dalam daftar antre antara lain, “Doctor Strange” (November 2016), “Guardians of the Galaxy Vol.2” (Mei 2017), “Spider-Man: Homecoming” (Juli 2017), “Thor: Ragnarok” (November 2017), “Black Panther” (Februari 2018) baru kemudian “Infinity War”.

Jadi bisa dibilang, Captain America sekarang bukan murni sekuel dari film sebelumnya tapi lebih kepada strategi Marvel untuk menjaga kesinambungan loyalitas para penggemar Marvel Cinematic Universe. Apakah kalian setuju?

Simpulannya “Captain America: Civil War” adalah sebuah film yang bisa dibilang cukup bagus walaupun tidak terlalu memukau dengan tujuan komersialisasi tersembunyi yang luar biasa. Another good job, Marvel.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 377 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Captain America: Civil War” (2016)

Close