Tip Nonton di Bioskop untuk Pemula

Nonton film di bioskop buat kebanyakan orang adalah suatu hal yang biasa. Tapi jangan salah, ada orang yang bahkan sampe tua pun belom pernah menginjakkan kaki ke bioskop. Entah itu karena dia gak suka tempat rame atau terbatasnya akses ke bioskop di sekitar tempat tinggalnya. Akibatnya, menonton film – hal yang biasa banget buat penduduk urban – bisa jadi hal yang luar biasa mendebarkan buat sebagian orang. Tapi jangan takut, Mumovi akan ngasi tip buat para pemula yang pengen tau gimana cara nonton di bioskop. After all, there’s always first time for everything, bruder!

Pilih waktu yang tepat

Pepatah “Semua akan indah pada waktunya” juga berlaku ketika nonton. Dalam hal ini untuk urusan dompet.

Tiket termurah kebanyakan bioskop dijual pada Senin-Kamis, terus agak naik dikit pada Jumat, lalu naik parah pada Sabtu-Minggu dan hari libur. Kisaran tiket di XXI biasanya Rp30.000, Rp40.000, Rp50.000 untuk urutan hari penjualan tersebut.

Jadi kalo pengen murah ya pilihannya nonton di hari Senin-Kamis. Sayangnya, biasanya premiere film terbaru diputar pada weekend. Tapi pertanyaannya, sepenting apa nonton film pada premiere-nya? Kenapa harus jadi yang pertama nonton? Buat dipamerin ke temen?

Harap selalu inget bahwa lo bukanlah penonton pertama sebuah film karena sebelum ditayangkan biasanya wartawan diundang nonton film gratis untuk tujuan promosi di media. Sebelum itu ada screening film untuk para kritikus. Dan jauh sebelumnya film juga diobrak-abrik dan ditonton berkali-kali ama editornya.

Jadi, masih yakin lo yang pertama?

Posisi menentukan prestasi

Istilah ginian bukan cuma berlaku di sekolah tapi juga bioskop. Gedung bioskop dibuat sedemikian rupa untuk bisa dinikmati semua penonton tapi sayangnya ada bioskop yang hanya ngejar kuantitas kursi demi mengeruk profit sehingga mengesampingkan kualitas audio visual untuk penonton. Dulu Colosseum di Roma katanya punya akustik yang bagus banget. Dari sudut mana pun, penonton bakal mendengar jelas suara aktor di panggung. Tapi sayangnya mahakarya bangunan kayak gitu udah gak ada lagi sekarang. Jadi lo harus pinter-pinter nyari tempat duduk.

Sheldon Cooper, seorang fisikawan genius dari “Big Bang Theory” juga memilih tempat duduk dengan akustik terbaik, biasa disebut acoustic sweet spot. Begini cara dia milih kursi. Tapi harap diingat, ini tidak untuk dicoba di kehidupan nyata kecuali mental lo setangguh Sheldon.

Untuk mendapatkan visual yang mumpuni, beberapa faktor juga perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada pengalaman lo menonton. Gampangnya, tempat paling bagus di bioskop adalah di kursi tengah dari depan, belakang, samping kiri dan kanan. Posisi garis mata ke atas layar harus kurang dari 35°. Tujuannya ya supaya gak pegel leher karena kalo duduk di kursi paling depan, leher lo bakal mendongak selama dua jam pemutaran film. Patah tuh leher…

Tapi duduk kejauhan di belakang juga gak bagus karena gak akan dapet visual sempurna. Sudut horizontal minimum layar dari mata harus sedikitnya 36°. Bingung? Liat penjelasan matematikanya di sini.

Namun, untuk dapet suara dan visual bagus akan menjadi neraka kalo lo tipe orang yang sering ke toilet. Ngelewatin orang-orang di samping lo untuk keluar bakal mendapat tatapan sinis dari orang-orang yang keganggu. Saran gw, cari kursi di row/baris tengah tapi di kursi pinggir. Biar kalo ke toilet gak ganggu orang.

Duduk di kursi tengah juga bakal jadi bumerang kalo penglihatan lo gak terlalu bagus tapi enggan pake kacamata. Jadi jangan duduk jauh-jauh dari depan kecuali filmnya film Indonesia yang gak pake subtitle atau lo udah jago banget bahasa Inggris ketika nonton film Hollywood.

Jadi, inget pertimbangan di atas sebelum memutuskan memilih kursi di bioskop.

Pelit dikit, meski ama pacar-yang-susah-banget-nembaknya-dan-pengen-lo-rebut-hatinya-dengan-selalu-berusaha-bersikap-baik-tanpa-cela-dan-noda

Ini bukan masalah tiket. Buat gw, cowok (biasanya) wajib bayarin tiket nonton. Kecuali kalo lagi kepepet banget gak punya duit. Ini masalah prinsip pribadi. Jadi pasti berbeda pada semua orang. Gw gak akan menyentuh masalah ini.

Pelit di sini maksudnya adalah ketika nonton dan pengen ngemil. Kalo kantong lo pas-pasan, jangan pernah memikirkan, nengok apalagi tergoda untuk jajan di tempat jajanan bioskop. Selain karena harganya yang gak reasonable, rasanya juga biasa banget untuk makanan dengan harga yang gak reasonable itu. Sungguh pemborosan, gak reasonable!

Lebih baik cari toko serbaada di deket-deket situ atau kalo niat bawa bekal dari rumah. Namun, perlu diinget, masukkan itu semua ke dalam tas tertutup (kantong kresek bukan tas, paham?) karena aturannya gak boleh bawa makanan atau minuman dari luar (tapi dari tempat jajanan bioskop boleh. Curang ya?). Oleh karena itu, jangan bawa makanan berbau menyengat kayak duren atau kaos-kaki-gak-ganti-seminggu goreng tepung.

Jadi, tunggu apa lagi. Bagi yang belum pernah nonton di bioskop, setelah baca artikel ini, mungkin tiba saatnya untuk lo pergi ke sana. Jangan malu apalagi canggung. Gak ada orang yang sebegitu pedulinya sama lo kok di luar sana. Selamat nonton, first timer!

Trivia: Jangan pernah minta kursi row I/i sama mbak-mbak di box office karena gak ada row I. Ini adalah mitos mengerikan, sama alasannya kayak kenapa gak ada angka 13 di lift-lift di Asia karena angka itu dipercaya sebagai angka sial yang bahkan bisa berujung pada kematian. ???

Gak deng, bercanda. Huruf I gak ada karena menimbulkan ambiguitas. Orang sering nganggep I itu 1. Makanya diilangin deh. You can breathe easy now. ?

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 9,852 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Lagi, Thailand Bikin Iklan Mengharukan

Close