Ulasan “Mission: Impossible – Rogue Nation” (2015)

Gw gak pernah terlalu jatuh cinta dengan “Mission: Impossible”. Adegan dari franchise film ini yang paling terkenang buat gw adalah ketika Ethan Hunt (Tom Cruise) manjat tebing dan mendapat pesan lewat kacamata yang meledak lima detik setelah pesannya terbaca. Trus ada lagi adegan adu motor pake gaya stoopie. Setelah itu gw gak pernah ngikutin sekuel selanjutnya dari film ini. Tapi “Mission: Impossible – Rogue Nation” ini merupakan sebuah perkecualian. Film ini langsung memikat gw lewat trailer-nya

Fakta pertama yang bikin gw tertarik setelah nonton trailer film ini adalah adegan pembuka ketika Tom Cruise – yang kini udah berumur 53 tahun – gelantungan di pintu pesawat tanpa peran pengganti. Dan pesawat itu lagi take-off! Ya, dalam hal aksi berbahaya, Tom Cruise patut dapat pujian karena berada di level kenekatan yang sama dengan Jackie Chan. Dia sebisa mungkin melakukan adegan berbahaya sendiri. Tanpa green screen, computer generated imagery (CGI) atau stunt man. Bahkan dulu aksinya di Burj Khalifa – gedung tertinggi di dunia di Dubai – sempat bikin ketar-ketir perusahaan asuransi. Kebayang berapa kan santunan buat megabintang kayak dia kalo ‘lewat’?

Di awal film, kita langsung disajikan adegan berbahaya itu. Tampaknya sang sutradara, Christopher McQuarrie, menganut prinsip being impressive in the first minutes and you’ll get full attention.

Kisahnya berpusat pada Ethan dan teman-temannya dari IMF (Impossible Mission Force) yang berusaha membongkar sindikat, yang kebetulan bernama Syndicate. Namun, di saat yang sama, institusi mereka juga dibubarkan oleh CIA yang dikepalai Alan Hunley (Alec Baldwin). Akibatnya, bos IMF William Brandt (Jeremy Renner), akhirnya direkrut oleh CIA tapi dia tetap menjalin hubungan dengan Ethan yang lagi diburu. Dia tetap percaya bahwa Syndicate itu memang ada meski CIA mentah-mentah menolak mengakuinya. Di sini William berusaha membuktikan kredibilitas IMF sekaligus rekan Ethan dan sahabatnya yang lain, meski itu berarti ia harus ‘membelot’ dari CIA.

Karakter Benji yang diperankan Simon Pegg masih jadi bumbu penting dalam film ini. Pembawaannya yang kocak dengan celetukan-celetukan usilnya bisa mengendurkan saraf yang tegang setelah disajikan aksi-aksi berbahaya; sebuah kombinasi yang apik dari sutradara.

Selain karakter Benji yang menarik, ada Ilsa Faust yang diperankan Rebecca Ferguson. Aktris pendatang baru ini juga menjadi peran pendukung yang sama sekali gak bisa diremehkan signifikansinya. Dia tampil sebagai double agent yang tampil meyakinkan karena ditampilkan lihai dalam bela diri dan memanipulasi orang.

Sayangnya penjahat dalam film ini, Solomon Lane (Sean Harris) – meski ditampilkan misterius – kurang garang. Dengan artikulasi yang lembut dan tenang, gaya bicaranya  sudah mencerminkan psikopat, tapi hanya sebatas itulah dia berhasil meyakinkan audiens bahwa dia adalah penjahat. Gak ada kualitas spesial yang ditampilkannya.

tom-cruise-mission-impossible-rogue-nation-3Dibuat 19 tahun setelah film pertamanya, “Mission: Impossible – Rogue Nation” merupakan milestone sekaligus pembuktian buat Tom Cruise bahwa dia memang aktor laga yang patut diperhitungkan. Film ini membayar lunas kegagalan filmnya sebelumnya, seperti “Jack Reacher”, “Rock of Ages” dan “Oblivion”. Tom Cruise membuktikan bahwa dia gak hanya bisa memiloti pesawat tempur F-14 tapi juga bergelantungan di pintu pesawat kargo Airbus A400M, hal yang gak setiap hari bisa dilakukan pria berjas lengkap berusia setengah abad lebih.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 99 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Wajah Asli Pangeran Disney

Close