Ulasan “Gatacca” (1997), Sci-Fi Terakurat Versi NASA

Apa film science-fiction favorit lo? “Armageddon” atau “2012”? Selamat! Dua film itu adalah beberapa film yang paling gak masuk akal menurut ilmuwan NASA, lembaga antariksa AS. Dalam daftar tersebut, para ilmuwan itu juga memilih film fiksi ilmiah paling masuk akal. Di puncak daftar ada film “Gatacca” garapan sutradara Selandia Baru Andrew Niccol.

Pertama denger “Gatacca”, yang terlintas dalam otak gw adalah Gatot Kaca. Eh, ternyata dibacanya ga-ta-ka. “Gatacca” berkisah tentang dunia dystopia di masa depan dengan genoism – diskriminasi berdasarkan genetik. Alkisah di dunia masa depan manusia bisa dimodifikasi secara genetik untuk superior dalam inteligensi dan fisik. Bayi yang dilahirkan dari proses ini gak akan mewarisi kelainan atau penyakit turunan dari orang tuanya. Hal itu pada akhirnya akan menentukan nasib orang tersebut di masa depan, baik dalam karier maupun posisinya di strata sosial.

Ketika dewasa, bayi reguler (dijuluki invalid dalam film tersebut), paling-paling hanya akan mendapatkan pekerjaan kasar; petugas kebersihan, sopir, dsb. Sedangkan bayi dengan modifikasi gen, yang jelas unggul dalam segala hal, bisa menjadi polisi atau bahkan astronaut. Hal itulah yang menjadi poros cerita film ini. Vincent Anton Freeman (Ethan Hawk) merupakan bayi biasa yang mempunyai seorang adik hasil rekayasa gen. Dia sering berlomba dengan adiknya untuk berenang di laut, bertaruh siapa yang paling jauh berenang dari tepi pantai. Adiknya yang superior hampir selalu menang hingga akhirnya suatu hari ia dikalahkan Vincent. Berbekal itulah Vincent jadi pede. Dia menganggap bahwa dia juga mempunyai kualitas untuk menjadi superior. Dengan itu dia bertekad menjadi astronaut, di Gatacca (badan antariksa).

Vincent yang bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat itu mulai melakukan observasi untuk mewujudkan ambisinya tersebut. Akhirnya dia berkenalan dengan Jerome Eugene Morrow (Jude Law), seorang valid, yang sayang sekali lumpuh karena kecelakaan. Vincent memakai identitas, darah, air seni, rambut Jerome untuk lolos ujian astronaut. Selanjutnya film ini berjalan sangat mengesankan.

Gattaca-gattaca-15745644-720-430Kita disajikan ketegangan Vincent yang setiap harinya berusaha tidak meninggalkan jejak genetik invalid-nya di tempat kerja. Dia menyikat badan dengan hati-hati, membersihkan keyboard dari kulit mati, rambut atau bahkan bulu mata.

Lalu film ini menjadi semakin intens ketika terjadi pembunuhan di kantornya tersebut dan bulu mata Vincent ditemukan di sekitar lokasi kejadian. “Gatacca” mungkin sci-fi paling mencekam tanpa ledakan di sana-sini yang pernah gw tonton selama ini.

Kenapa NASA memilih film ini sebagai film sci-fi dengan akurasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah? Mungkin karena film ini menawarkan cerita dengan balutan ilmu yang tetap simpel sehingga deviasi logis bisa diredam seminimal mungkin. Film ini gak petantang-petenteng berusaha memukau dengan terminologi ilmiah yang ribet dan asing untuk penonton. “Gatacca” hanya berfokus pada unsur-unsur gen – yang bisa diukur lewat darah, air kencing bahkan rambut. Straight to the poin, simpel tapi detail dan masuk akal.

Selain bisa dengan akurat dihubungkan dengan ilmu di kehidupan nyata, “Gatacca” juga sangat relevan dalam kehidupan manusia secara holistik. Manusia selalu mengejar kesempurnaan; oleh karenanya selalu berusaha menutupi ketidaksempurnaan; akan melakukan segala cara untuk mencapai kesempurnaan; jika diri sendiri sudah sempurna pasti akan dengan mudah mencerca ketidaksempurnaan orang lain. Semua hal tersebut ditampilkan secara eksplisit dalam garapan Andrew Niccol ini lengkap dengan pergumulan batin Vincent dan Jerome.

Kalo lo gak pernah denger tentang “Gatacca” itu wajar karena film ini dirilis pada 1997. Tapi mungkin lo pernah menyaksikan kegeniusan kolaborasi Andrew Niccol dan Ethan Hawke pada 2014 lewat “Good Kill”. Kalo lo udah nonton ini pasti lo tau maksud gw mengenai kepiawaian sutradara tersebut menampilkan pergumulan batin karakternya dalam film, sama seperti di “Gatacca”.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 114 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Mission: Impossible – Rogue Nation” (2015)

Close