Ulasan “Fantastic Four” (2015)

“Fantastic Four” kali ini adalah reboot dari film sebelumnya yang rilis 10 tahun lalu. Kursi sutradara sekarang diduduki oleh Josh Trank. Berkisah tentang asal mula pahlawan super Marvel tersebut, “Fantastic Four” banyak dinanti oleh penggemar Marvel Cinematic Universe. Di tiga perempat film kita disajikan tentang bagaimana mereka mendapatkan kekuatan.

Sang sutradara mempunyai beban berat untuk membongkar ulang “Fantastic” lama lalu menyusun sebuah entitas (yang seharusnya) baru bagi para penonton yang masih mengasosiasikan tim Fantastic dengan Jessica Alba atau Chris Evans. Tugas itu tampaknya terlalu berat untuk dipikul karena hasilnya sama sekali gak seperti yang diharapkan.

Film superhero ini entah bagaimana lebih banyak mengeksplorasi tokohnya sebagai manusia biasa yang terlalu banyak drama ketimbang mempertontonkan aksi. Padahal untuk film jebolan Marvel, penonton punya harapan besar – dan sebenernya sangat mudah ditebak. Pertama, penonton menginginkan aksi-aksi berbahaya yang kasar. It’s obvious, namanya juga film superhero. Kedua, penonton Marvel sudah demikian terbiasa ditawari komedi, entah slapstick atau celetukan konyol pemainnya. Dan dua hal tersebut absen dalam film ini.

“Fantastic Four” menawarkan cerita yang minim kejutan – kalo gak bisa dibilang datar. Bahkan dialog tentang penamaan tim superhero tersebut terdengar seperti omongan remaja tanpa maturitas yang sama sekali gak filosofis. Penulis skripnya mungkin jebolan penulis lagu cinta-cintaan Melayu dengan lirik yang mudah ditebak.

Film sebelumnya menampilkan superhero yang fun sedangkan untuk film ini Josh memilih penceritaan dan gambar-gambar yang kelam. Tapi hasilnya juga nanggung, gak segelap film Batman “The Dark Knight Rises”.

Kesalahan paling fatal sutradara adalah menampilkan sudut pandang lain dari being a superhero. Kalo biasanya superhero sangat menikmati perannya sebagai pahlawan yang mempunyai kekuatan lebih dari manusia biasa, “Fantastic Four” malah terkesan ‘menyesali’ kecelakaan yang membuat mereka memiliki kekuatan tersebut dan berusaha untuk mengembalikan diri mereka menjadi manusia biasa.

Elaborasi tokoh jahatnya, Doctor Doom (Toby Kebbell), tampak gak maksimal. Dia ditampilkan lebih meng-embrace kekuatan yang didapatnya berkat kecelakaan tersebut meski tujuan akhirnya adalah untuk menguasai dunia. Gw rasa dia lebih layak mendapat gelar superhero karena dia bisa mensyukuri serta memanfaatkan kekurangan yang menjadi kekuatannya tersebut. Bukankah itu gagasan utama yang seharusnya ada pada superhero?

Meski agak girly, yang ini lebih layak disebut Fantastic Four. Lebih memorable dengan adegan paling fenomenalnya Sancai diputusin nangis di tengah hujan.
Meski agak girly, yang ini lebih layak disebut Fantastic Four. Lebih memorable, dengan adegan paling fenomenalnya pas Sancai diputusin dan nangis di tengah hujan.

Sedangkan tokoh protagonis sentralnya Reed Richards/Mr. Fantastic (Miles Teller), yang sebelumnya gw kagumi lewat aktingnya sebagai drummer yang secara harfiah ‘berdarah-darah’ di “Whiplash”, tampak menyia-nyiakan waktunya untuk film yang buang-buang uang ini. Dia yang merupakan sahabat kecil dari Ben Grimm/The Thing (Jamie Bell) tampak sama sekali gak akrab dengan sahabatnya ini. Mulai dari dialog hingga bahasa tubuhnya terlihat sangat berjarak. Aktingnya yang buruk itu bisa jadi disebabkan oleh ketidakharmonisan hubungannya sama sutradara yang santer diberitakan. Dan masalah gak selesai buat Miles setelah “Fantastic Four” dimaki habis-habisan sama kritikus, dia dikabarkan juga didepak oleh sutradara “Whiplash” untuk sekuel film tersebut. Ya, memang seburuk itulah “Fantastic Four” sebagai sebuah film Marvel.

Jadi kalo lo bukan tipe orang yang suka nunggu lama untuk menyaksikan post-credit scene ciri khas Marvel mungkin film ini bisa dijadikan opsi karena mungkin di tengah film lo udah keluar dari bioskop dengan perasaan yang unfantastic.

Unfantastic
When something sucks big time or is bad, missfortunate or terrible. The opposite to ‘fantastic’.
1. Tim: omg.. i just got fired from work!

Peggy: That’s so unfantastic

2. Look at his jeans.. yuk, they are so unfantastic!
– Urban Dictionary

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 168 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Kenyataan Menyedihkan Menjadi “Cantik”

Close