Selamat Ulang Tahun Lampu Lalu Lintas

Pernah kesel nggak kalau di jalan raya lagi nyetir, naik angkot atau jalan ada orang-orang nggak sabaran yang maunya cepet tapi nggak merhatiin kendaraan lain? Pasti pernah kan soalnya sikap tanggung jawab yang kurang dan mau menang sendiri kayaknya sudah jadi mental dasar manusia untuk sekadar memenuhi naluri hewaninya deh.

Nah, pernah merhatiin nggak siapa yang selalu dengan setia mengatur lalu lintas di jalan raya? Pak polisi? Bukan guys, polisi mah kadang malah bikin tambah macet, belom lagi kalau udah “malak” pengendara dengan cari-cari kesalahan yang nggak masuk akal.

Serius nggak ada yang bisa nebak? Oke, kalau begitu gue kasih tahu deh siapa yang selalu dengan setia ngatur lalu lintas tanpa peduli siang atau malam, terik atau hujan dan pastinya tanpa minta bayaran. Yak dia adalah si lampu lalu lintas

101st-anniversary-of-the-first-electric-traffic-signal-system
Source: http://bit.ly/1N96gMI

Hari ini, Rabu 5 Agustus 2015, adalah hari ulang tahun lampu lalu lintas yang ke 100. Nggak percaya? Coba buka Google deh sekarang dan lo akan lihat google doodle yang didedikasikan untuk lampu lalu lintas.

By the way, pernah nggak terlintas di kepala lo semua, siapa sih yang pertama punya ide cemerlang bikin lampu lalu lintas? Kenapa warnanya harus merah, kuning dan hijau? Kapan pertama kali lampu itu dibuat dan dipasang? Atau pertanyaan-pertanyaan lainnya tentang si tinggi semampai ini? Nah daripada kebanyakan nanya nih, mumovi.com kasih sedikit pengetahuan tentang traffic light atau lampu lalu lintas.

Pertama Kali

Lampu lalu lintas pertama dikembangkan oleh seorang polisi di Salt Lake City, Lester Farnsworth Wire, pada 1912. Sebenarnya sih lampu lalu lintas dengan sistem kayak kode sempur sebelumnya sudah pernah dikembangkan di London pada 9 Desember 1868 tapi karena suatu hal lampu lalu lintas itu meledak pada 2 Januri 1869 dan kemudian karena ada masalah pada keamanan dalam penggunaannya maka ide itu terbengkalai sampai dikembangkan lagi sama Lester Farnsworth Wire.

Nah, lampu lalu lintas yang dikembangkan Lester Farnsworth Wire ini kemudian pertama kali dipasang pada 5 Agustus 1914, American Traffic Signal Company memasang lampu lalu lintas di pojok jalan East 105th and Euclid Avenue di Cleveland, Ohio.

Warna-Warni Lampu

Ide untuk memberikan lampu berbeda awalnya dilakukan oleh Garett Augustus Morgan seorang berkebangsaan Amerika yang mau lampu lalu lintas ini berfungsi dengan baik. Soalnya menurut dia sistem yang ada saat itu (sistem stop dan go) kurang memberikan jeda waktu bagi pengguna jalan untuk menentukan apakah sudah cukup aman untuk melalui suatu jalan atau belum.

Nah, ide lampunya sendiri kemudian disempurnakan oleh William Potts, seorang polisi asal Detroit. Penggunaan warna merah, kuning dan hijau sendiri sebenarnya berdasarkan alasan yang sebenarnya cukup sederhana. Warna merah melambangkan bahaya karena dikenal sebagai warna darah, warna kuning dilambangkan sebagai warna kewaspadaan sedangkan warna hijau adalah warna yang diartikan sebagai kebebasan. Hmmmm.

Jadi, karena lampu lalu lintas ini sudah berumur 100 tahun alangkah baiknya kalau kita selalu patuhi aturan yang sudah dia berikan, kalau lagi lampu merah ya jangan nerobos kalau lampu kuning artinya harus waspada nggak usah ngoyo tambah kecepatan biar nggak keburu lampu merah, salah-salah malah kecelakaan looh lagian kan jalanannya masih ada di depan. Nggak baik juga ngelawan yang udah tua.

Sekali lagi, selamat ulang tahun lampu lalu lintas, semoga di usia ke 100 ini makin sedikit orang yang ngelanggar ya. Salam sayang untukmu dari pengguna jalan setia.

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 60 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Pixels” (2015)

Close