Kenyataan Menyedihkan Menjadi “Cantik”

Ada yang tahu apa ukuran pasti bagi seseorang untuk bisa dibilang cantik? Kalau ada yang bisa coba jelasin ke gue secara detail. Kalau lo bilang cantik itu kurus terus apa itu berarti orang gemuk itu jelek? Atau sebaliknya?

Pada tahun 50-an, wanita berisi dengan bokong dan paha yang terlihat penuh adalah definisi cantik namun sekarang tubuh kurus adalah definisi cantik yang diterima secara luas. Makanya dewasa ini kita (ini bahkan gue sendiri) menjadi sangat peduli dengan penampilan fisik kita; entah itu otot bisep yang kencang dan besar, perut yang rata, kulit yang eksotis atau obsesi tentang penampilan fisik yang lainnya.

Sayangnya obsesi terhadap penampilan fisik itu terkadang menuntun kita kepada sebuah konsekuensi yang mengerikan. Ilustrator Jo Cabezas mendedikasikan beberapa bulan waktunya untuk mengombinasikan fotografi dan ilustrasi untuk menggambarkan obsesi tidak sehat manusia demi mengejar definisi kecantikan.

Face Lifitng untuk Wajah Tanpa Kerut

body-lifting

Korset untuk Tubuh Lebih Berlekuk

body-corset

Olahraga Berlebihan untuk Tubuh Kekar Berotot

body-ex

Anorexia untuk Badan Lebih Kurus

body-ana

Bulimia, untuk Tetap Makan namun Tubuh Tetap Ramping

body-bulimia

Pada dasarnya cantik itu bukan selalu mengenai fisik yang sempurna yang bahkan patokan sempurnanya sangat nggak jelas. Bahkan yang bikin miris, kita menghina orang lain yang nggak ngikutin “cantik” sesuai pakem kita. Kalau  sudahl iat yang kayak gini guys, sebaiknya kita nggak cuma menjunjung tinggi kecantikan fisik karena fisik toh akan tergerus usia. Memperdalam kecantikan dari dalam juga penting looh, kalau ujung-ujungnya cuma berakhir kayak karya di atas kan serem juga.

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 123 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Gatacca” (1997), Sci-Fi Terakurat Versi NASA

Close