Bahaya Kanker di Balik Tren #SunburnArt

Ngikutin arus tren emang nggak akan ada habisnya, dari tren yang masih masuk akal sampai yang nggak masuk akal, dari tren yang tujuannya untuk amal sampai yang tujuannya buat senang-senang belaka bahkan dari tren yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang suatu penyakit sampai yang dianggap bodoh dan ofensif dan masih banyak lagi jenisnya yang lainnya.

Dari sekian banyak tren yang datang silih berganti nggak jarang tren itu berbahaya bagi kesehatan pengikutnya, kayak tren yang satu ini. Yak tren itu adalah sunburn art atau ber-hashtag #SunburnArt yang sekarang ini lagi jadi hot stuff di Instagram.

Tren ini mungkin bisa dibilang kayak semacam bikin tato. Bedanya tato ini nggak lo buat dengan jarum dan tinta tapi dengan bantuan sengatan matahari. Hmm…kok bisa? Ya iyalah bisa, soalnya kan kalau kita berjemur pasti badan jadi memerah karena sengatan matahari kan, nah itulah yang dimanfaatkan para pengikut tren ini.

Normalnya orang yang mau berjemur akan mengoleskan sunscreen lotion ke seluruh tubuhnya baru mereka berjemur, tapi kalau ingin mengikuti tren ini yang harus lo lakukan justru berbeda. Lo cuma harus mengoleskan krim tabir surya sesuai dengan pola-pola tertentu yang lo mau bentuk di atas permukaan kulit. Bisa juga lo pakai bantuan kertas stensil untuk membuat pola tersebut.

sunburn-art-550x310

Jadi sunscreen yang dipakai nggak menutupi seluruh permukaan kulit secara merata atau bahkan lo nggak pakai sama sekali. Nggak kebayang tuh panas dan perihnya. Hasilnya, lo akan dapat hasil pola yang diinginkan di atas badan dan bisa foto dan posting di akun media sosial lo supaya dianggap gahol abeees. Horeeeee!!!!

Sayangnya tanpa disadari lo akan rentan banget sama yang namanya kanker kulit. Lebay? Lo nggak akan bilang kayak gitu kalau lo sudah kena kanker melanoma. Nah lho, kok parah gitu sih jadinya? Ya iyalah, paparan sinar matahari langsung yang dialami kulit saat proses pembuatan sunburn art ini ternyata nggak baik buat kulit kita dan asal lo tahu aja nih, melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling mematikan. Hmmm.

Lha terus orang yang selama ini tanning dan berjemur kok baik-baik saja? Nah, hal itu dikarenakan mereka selalu menggunakan sunscreen atau krim pelindung untuk tubuhnya agar sinar ultraviolet nggak langusng begitu saja mengenai kulit. Makanya itu sebenarnya fungsi dari sunscreen atau sunblock.

Tren ini sendiri sudah mengundang kritik dan cemoohan dari The Skin Cancer Foundation yang membuat pernyataan mengenai tren yang sayangnya sudah cukup tersebar luas ini.

“Trend ‘Sunburn Art’ ini akan merusak DNA pada kulit kita. Selain akan mempercepat penuaan juga bakal meningkatkan risiko penyakit kanker kulit dalam hidupmu.”

Gue sendiri masih belum tahu apakah tren ini sudah sampai ke Indonesia, tapi mengingat mental follower masyarakat Indonesia (Jakarta khususnya) yah kayaknya sih tinggal masalah waktu saja untuk menjadikan tren ini nge-hype di kalangan anak muda.

Nah guys, kalau menurut gue sih hati-hati deh kalau mau ikutan tren jangan asal ikut-ikutan yang hasilnya justru nggak bagus buat kesehatan. So, say no to sunburn, will ya?

Kalau mau buat tato sih yang aman aja. Pakai tato kerok yang banyak dijual di abang-abang SD. Paling banter perih-perih dikit lah itu juga karena efek ngerok di badan. Hihihi.  AhI8BywAn9WYb1zOzNSeNNa3MCIkal3pOUlogYEZbXFZComic strip courtesy of  @tahilalats

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 184 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Mixtape Original Soundtrack Terbaik Sepanjang Masa

Close