Ulasan “Spy” (2015), Ketika Tugas Mata-Mata Cuma Bikin Ketawa

Film agen mata-mata tampaknya lagi merajai bioskop sekarang, setelah “Kingsman” cukup sukses kali ini giliran “Spy” mengambil alih tugas mata-mata di layar lebar. Film garapan Paul Feig ini merupakan kolaborasi ketiga sang sutradara dengan Melissa McCarthy setelah “Bridesmaids” dan “The Heat”.

Jika dirunut “Spy” terasa sewarna dengan film McCarthy bersama Sandra Bullock “The Heat”: sama-sama bercerita tentang kriminalitas dan polisi, candaan kasar namun menggelitik, bahkan beberapa pemain yang sama – selain McCarthy tentunya – seperti Michael McDonald, Steve Bannos dan Jamie Denbo.

Unsur yang membuat betah nonton film bergenre komedi ini adalah celetukan-celetukan lucu dan pedas ala McCarthy yang sebelumnya juga jadi magnet di “The Heat”. Lelucon McCarthy mempunyai karakteristik ala The Simpsons yang emotionless tapi menembus jantung, berbanding terbalik dengan celetukan pedas, katakanlah, dari Peter Capaldi di “In the Loop”.

Meski lucu, penggambaran karakter McCarthy di sini sepertinya masih belum bisa keluar dari perannya sebelumnya. Bahkan “The Heat” yang cenderung lebih kasar lebih mampu menonjolkan aktingnya. Dan gw lebih suka dia lebih kasar seperti itu.

Formula film ini sendiri juga gak bisa dibilang baru meski ceritanya menghibur. Seperti film polisi “Bad Boys” atau “The Other Guys”, trik polisi dalam menginterogasi tersangka yang disebut drama “bad cop, good cop” juga dihadirkan dalam film ini. Makian kasar dari pekerja lapangan juga sering dimunculkan meski gak terlalu intens. Tapi satu hal yang membuat film ini spesial adalah agen mata-matanya perempuan! Dan, come on, dia Melissa McCarthy yang gak ada tampang serius sama sekali! Menabrak habis-habisan pakem yang sudah mapan dan gw rasa di situlah kunci kelucuan dari sebuah komedi, kan?

Dari segi cerita, dihadirkan twist yang cukup mengejutkan berkat peran Jude Law sebagai spy agent bermata indah supernova ala James Bond. Omong-omong soal James Bond, memang harus diakui film-film detektif yang muncul, sampai yang terakhir “Kingsman”, masih belum bisa lepas dari bayang-bayang detektif MI6 itu. Bahkan dalam “Spy” lagu pembukanya “Who Can You Trust” dari Ivy Levan juga masih terasa sangat Bond.

Dan jika lo penggemar mas-mas botak yang biasanya sangar, rapi, taktis ketika berantem menghadapi musuh yang konon dikenal dengan nama Jason Statham, lo bisa ngeliat dia di sini. Lagi-lagi, untuk menjadikannya sebagai film komedi yang sukses, sang sutradara kembali menabrak pakem. Statham digambarkan berbeda sama sekali dari peran yang biasa ia mainkan. Di sini dia rela melepas semua atribut kekerenannya sebagai alpha male dan menambah bumbu kelucuan dalam sajian film ini. Dia berubah menjadi mata-mata sok tau yang sebenarnya gak pinter-pinter amat.

Secara keseluruhan film ini bisa dibilang cukup sukses menghibur meski dengan konten yang gak inovatif. Kalo lo pengen keluar bioskop dengan rahang capek ketawa film ini cocok dipertimbangkan jadi pilihan. Dan mungkin bisa menambah referensi lo dalam memilih idola komedian baru; the only Melissa McCarthy.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 148 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Foto-Foto di Balik Layar “Mad Max: Fury Road”

Close