Tiga Alasan Ilmiah Kenapa “San Andreas” Gak Layak Tonton

Meriset sebuah film sebelum menontonnya bisa berujung pada keengganan untuk menonton film tersebut. Hal ini terjadi sebelum nonton “San Andreas”. Gw memerlukan untuk meriset karena judulnya rancu sama San Andreas yang selama ini gw tau. San Andreas yang biasa gw tau sebelumnya adalah game “GTA: San Andreas” jadi ketika film ini diumumkan beberapa bulan lalu, gw kira yang akan disajikan adalah menyetir ugal-ugalan di kota, jual narkoba, nabrak orang di jalan, bikin tato – sama seperti game tersebut. Tapi ternyata “San Andreas” adalah film tentang gempa.

Dan apa yang gw temukan dari hasil riset itu? Hampir seluruh ahli mengatakan film ini gak masuk akal secara ilmiah. Hollywood tampaknya sudah kebal dengan kritikan film yang gak masuk akal setelah yang terakhir blockbuster “Gravity” dibongkar habis-habisan oleh ahli astronomi. Berikut beberapa hal yang gak masuk akal dalam film “San Andreas” yang membuat gw mengurungkan niat mengeluarkan Rp40.000 untuk nonton film ini di bioskop.

Tsunami yang salah dalam segala aspek

Dikutip dari LA Times, Thomas Jordan, direktur Southern California Earthquake Center sekaligus USC professor, mengatakan San Andreas tidak mungkin menciptakan tsunami yang dapat menenggelamkan San Francisco. Alasannya? San Andreas itu sebagian besar daerahnya berada di darat sedangkan tsunami gede terjadi kalo ada patahan di dalam laut.

Trus gelombang tsunami juga gak mungkin setinggi itu. Menurut seismolog Lucy Jones dari U.S. Geological Survey, rekor tsunami tertinggi yang dicatat adalah 16 meter, sedangkan dalam film, gelombang menghantam jalan Golden Gate Bridge yang memiliki tinggi 82 meter dari permukaan laut. Bahkan dalam kasus tsunami terparah di Aceh malah hanya 30 meter. Sedikit lebai, kan?

Masih menurut Jones, gelombang tsunami itu berbentuk dinding air, bukan seperti ombak buat surfing.

 

Tanah kebuka tapi kok gempa?

Dr. Lucy Jones, nge-tweet:

San+Andreas+Chasm+posterMasuk akal sih penjelasan singkat Dr. Jones ini. Kalo ada jurang besar yang kebuka kan seharusnya gak ada friksi antara tanah. Dan hal itu gak mungkin menciptakan gempa. Yang jadi sorotan adalah Lucy Jones sebelumnya berfoto bareng dengan Dwayne Johnson di premiere film ini. Tapi sebagai seorang ilmuwan tampaknya dia gak mau menerima pembohongan berlebihan itu.

Ngomong-ngomong soal lebai, dalam film ini diceritakan gempa memiliki kekuatan 9,6 skala Richter padahal menurut Jordan magnitude maksimal gempa itu 8,3.

Lari-lari tanpa pusing

Hal yang mendasar yang paling gak masuk akal adalah dengan gempa sebesar itu, mustahil untuk seseorang bisa lari menyelamatkan diri. Goyangan sedikit aja pasti membuat orang berjalan limbung. Tapi tokoh cewek yang ingin diselamatkan ini lari-lari dengan kencang, bahkan di atas puing-puing. Sakti!

tumblr_npgbi17ldb1uxri58o1_400

Memang, ini cuma film Hollywood, bukan film dokumenter National Geographic yang harus akurat tapi sedikit kebenaran gak akan menyakitkan, kan?

Dan lagi, lo tau siapa aktor berpenghasilan terbesar versi Forbes 2013? Bukan Robert ‘Iron Man’ Downey Jr. – yang filmnya jadi film terlaris di tahun itu – tapi Dwayne ‘The Rock’ Johnson. Jadi kalo gak nonton film ini di bioskop juga gak akan membuat dia jatuh miskin.

Kalo lo tipe penonton yang suka nonton film seru meski gak masuk akal, silakan pergi ke bioskop dan nonton ini. If you are still disappointed, don’t say I (and CNN in the below) didn’t warn you.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 422 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Tiga Film Terbaik Mendiang Didi Petet

Close