Melawan Diskriminasi Ras Lewat Foto

Pernah nggak lo manggil teman lo dengan sebutan atau panggilan sayang yang sebenarnya menjatuhkan? Kayak si sipit, si batak, si ambon, si pendek atau mungkin si china? Sadar nggak lo kalau sebenarnya nggak semua orang nyaman dengan panggilan itu, terutama teman yang mendapat panggilan itu walaupun menurut lo itu adalah panggilan sayang dari lo buat dia.

Banyak banget tindakan yang nggak mengenakan cuma karena perbedaan mulai dari perbedaan warna kulit, etnis, kepercayaan, suku bahkan yang paling nggak masuk akal perbedaan gender. Padahal Tuhan loh yang menciptakan perbedaan supaya makhluknya bisa belajar saling menghormati dan menghargai sesamanya.

Berdasarkan hal itu pada 2014 seorang fotografer, Martha Pawlik, menciptakan sebuah proyek fotografi yang bergagasan memperlihatkan kalau manusia pada hakikatnya, terlepas dari semua pelabelan yang dibuat manusia lainnya, adalah sama. Foto-fotonya sangat sederhana nggak ada banyak warna yang dipakai cuma kalau lo bisa ngerasain maknanya cuma satu kata yang akan muncul di benak lo. Dalem.

woman-short-hair-white-facebrond-hair-white-face brown-hair-white-face facial-hair-white-face male-female-tattoos-white-face

Nah, kalau kayak gini nggak kelihatan bedanya kan? Proyek fotografi ini memang sengaja dikonsep kayak beberapa foto di atas, para model dicat wajahnya dan diminta untuk hanya mengenakan sweater berwarna hitam polos. Kalau kayak gini nggak kelihatan jelas kan siapa si hitam, si sipit atau si china.

Image courtesy of MartaPawlik

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 68 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Perhatian, Ini Dia Larangan Unik Saat di Luar Negeri!

Close