Ulasan “Avengers: Age of Ultron” (2015)

Every time someone tries to stop a war before it starts, innocent people die. Every time

– Captain America

Setelah penantian panjang akhirnya film kedua Avengers keluar pekan lalu. Film yang dibuat berdasarkan komik Marvel Studio ini merupakan kisah lanjutan perjuangan pasukan Avengers yang terdiri dari Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), The Hulk (Mark Ruffalo), Hawk Eye (Jeremy Renner), Thor (Chris Hemmsworth) dan yang pasti si seksi Black Widow (Scarlett Johansson) dalam menjaga perdamaian bumi.

Film sekuel dengan durasi hampir dua jam ini menampilkan banyak adegan pukul-pukulan dari awal sampai akhir. Efek yang disajikan juga keren banget dengan teknologi super yang bikin kita ngarep ada di zaman ini. Sampai-sampai di awal pembukaan film aja efeknya bisa bikin gue merinding (seriusan ini nggak lebay).

Kayak film sebelumnya, film ini juga penuh candaan-candaan satire Iron Man yang selalu dia lemparkan saat lagi berantem bedanya sekarang dia nggak lagi sendirian. Maksudnya dia nggak lagi ngocol sendirian, soalnya beberapa tokoh yang dulunya kaku kaya Captain Amerika dan Thor sekarang beneran bisa ikutan bercanda dan nyeletuk konyol. Jadi Iron Man nggak usah lagi berusaha terlalu keras sendirian.

Menurut gue film ini terkesan sangat personal karena ada beberapa adegan yang menampilan ketakutan-ketakutan terbesar anggota Avengers saat Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) mencoba untuk memanipulasi isi kepala mereka. Hal-hal pribadi ini yang akhirnya menunjukkan ke kita kalau grup pahlawan ini bukannya nggak punya perasaan dan masih manusia juga (eh tapi Thor kan dewa ya, ah gitu lah pokoknya).

Hal yang nggak kalah penting adalah lo bisa liat Stan Lee, si pengarang komik ini, jadi cameo dengan kemunculan yang cukup panjang, kalau biasanya dia cuma sekadar lewat atau punya dialog yang seiprit banget kalau nggak mau dibilang tidak berarti, di film ini dia menjadi cameo dengan waktu yang cukup panjang.

Akting para pemainnya juga udah mulai keliatan nih, kalau di film pertama kan mungkin karakter masih keliatan malu-malu kucing dan nggak terlalu kebentuk, kayak Captain America yang terkesan nggak punya ekspresi wajah dan muka datar kali ini nggak begitu. Selain jadi bisa bercanda, Captain America juga makin ekspresif walau tetap dengan gaya bijaksana kebapakan mengingat umur aslinya yang udah cukup sepuh.

Sayangnya akting Black Widow nggak bisa dibilang sebagus Captain America dalam peningkatannya. Menurut gue aktingnya agak aneh, saat pikirannya sedang dimanipulasi ekspresinya justru menjadi interpretasi dari rasa sakit dan bukannya rasa  takut, semacam kayak lo lagi truly high dan sedikit nagih.

Dia juga jadi kelihatan lemah? Padahal menurut gue dia adalah satu perempuan yang kuat banget. Lalu bagaimana seorang manipulator pikiran, lo liat deh gayanya memanipulasi pikiran si tentara Rusia dan Loki di film “Avengers” pertama, bisa dimanipulasi dengan sangat mudah. Makanya iih jangan kebanyakan bengong, kalau lagi berantem harus fokus.

Hal lain yang sangat disayangkan adalah film ini sangat gampang ditebak, konflik yang ditampilkan bahkan hampir sama dengan film pertamanya. Tentang Iron Man yang seenaknya sendiri yang bikin grup super hero ini hampir keteteran dan bikin “grup” ini hampir tercerai berai dan datanglah Nick Fury (Samuel L Jackson) yang bakalan ngasih kata-kata pembangkit dan penyadar semua pihak. Yailaaah situ ke mana aja Oom? Udah rusak semua loh itu.

Selain konflik yang gitu-gitu aja, film ini menurut gue juga nggak jelas titik klimaksnya. Film ini menyajikan adegan pukul-pukulan yang sangat intens dari awal sampai akhir sehingga bikin penonton sedikit kehilangan minat saat adegan pukul-pukulan lagi khidmat di tengah cerita.

Ketidakhadiran Tom Hiddlestone sebagai Loki juga jadi salah satu hal yang bikin film ini kurang greget. Iya sih gue tau kalau film ini emang nggak ngangkat satu hal apapun tentang dia kecuali tongkatnya, tapi kan mungkin bisa kalau dibuat seolah dia juga lagi nyari tongkatnya karena menurut gue hadirnya Loki bakal nambah efek dalam film ini mengingat gaya narsis ngeselin Loki yang bisa bikin masalah dan konflik cerita jadi tambah asik. And actually he’s one of the most lovable villain.

Munculnya Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan Quicksilver (Aaron Tylor-Johnson) sebenarnya lumayan ngasih warna baru buat film ini, sayangnya penampilan tokoh mereka nggak pol, seolah ngegantung dan teu puguh, sehingga plot twist yang disajikan jadi kurang total dan terasa nanggung.

Dengan konflik dendam mereka sendiri yang sebenarnya nggak total, kurang jahat. Yah mungkin karena emang tujuan akhirnya dalam menjadikan mereka bagian dari Avengers juga sih tapi nggak pas karena penjahatnya jadi kelihatan terlalu cepat sadar (iya, gue sering kali mendukung pemeran antagonis).

Kesan nanggung ini sendiri menurut gue terlihat karena kurangnya pengetahuan dua bersaudera Maximoff (Scarlet Witch dan Quicksilver) tentang sepak terjang terbaru Iron Man yang nggak lagi jualan senjata dan banyak melakukan kebaikan. Padahal kan biasanya kalau kita bete dan benci banget sama orang kita nggak akan habis-habisnya nge-stalking orang itu, yah seenggaknya sih gue begitu.

Apa ketidaktahuan ini adalah bentuk masa bodoh mereka berdua, jadi intinya asal bisa balas dendam maka habis perkara, atau karena mereka kelamaan dikurung di dalam markas Hydra musuh terbesarnya S.H.I.E.L.D? Namun seenggaknya menurut gue mereka harus tahu juga loh siapa sih lawan mereka ini.

Disusul dengan kisah cinta Hulk dan Black Widow yang terasa kentang, iya kentang, cuma nyerempet-nyerempet dikit tapi nggak jadi apa-apa. Cuma bikin yang nonton senyum malu-malu lalu miris di akhir film. Ahh…nyesek cyiiin.

But after all, film ini cukup lah untuk dapat peringkat 8,5/10 karena konsisten dengan gaya cerita yang emang ditujukan untuk penggemar film berdasarkan komik-komik superhero dan yang paling penting film ini bisa menghibur tanpa perlu repot bikin orang mikir. Ini film guys bukan soal ujian ngapain pake mikir, ya nggak?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 147 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
The Bravery “An Honest Mistake”

Close