Muse Kembali dengan Album Baru “Drones”

Tiga tahun setelah album terakhirnya “The 2nd Law”, pada 8 Juni nanti Muse dijadwalkan kembali menggebrak dengan merilis album terbarunya “Drones”. Album terbarunya tersebut dipastikan berbeda dengan “2nd Law” yang kaya sentuhan orkestra dan musik elektronik.

Jauh dari “Supremacy” dan “Survival” yang megah dan “Madness” yang elektronik banget di album lama, Muse menawarkan lagu andalan “Dead Inside”, “Psycho” dan “Mercy” di album baru ini kembali dalam format “Supermasive Black Hole” dan “Starlight”.

Hampir sama dengan “Think Tank” dari Blur, “Drones” mengusung tema perang dan semua yang berbau militeristis. Drone atau pesawat nirawak sekarang ini merupakan senjata andalan rezim Obama untuk memerangi teroris di Timur Tengah sana. Drones efektif sekaligus destruktif karena serangannya tidak hanya bisa mengenai target (teroris) tapi juga warga sipil yang tidak bersalah. Mungkin Muse kembali mewakili Blur yang dulu dengan keras mengecam invasi bodoh George W. Bush di Irak tapi kali ini beda presiden dan beda negara sasaran. Dalam akun Twitter-nya, Bellamy mengatakan,

To me, “Drones” are metaphorical psychopaths which enable psychopathic behaviour with no recourse. The world is run by Drones utilizing Drones to turn us all into Drones. This album explores the journey of a human, from their abandonment and loss of hope, to their indoctrination by the system to be a human drone, to their eventual defection from their oppressors.

Di lagu “Psycho” liriknya ditambahi oleh track sebelumnya “Drill Sergeant” yang isinya sersan kasar, haus perang dan gak berperasaan yang memplonco anak buahnya – mengingatkan gw pada adegan “Full Metal Jacket” yang legendaris itu.

Di “Mercy”, yang bermelodi identik dengan “Starlight”, Muse bicara tentang tirani, tentang kekuatan besar the invisible puppeteers yang mengendalikan massa untuk memperoleh obsesi tanpa harus terlibat langsung dan mengotori tangannya dengan darah. Drone mengendalikan drone yang mengendalikan drone. Buat gw lagu ini sangat mewakili sampul albumnya, yang dibuat oleh ilustrator terkenal Amerika Matt Mahurin, mungkin sodaraan sama Matt Bellamy atau Matt ‘Bajuri’ Solar.

“Dead Inside” udah dibikin video klipnya. Dua versi! Yang satu versi lirik dengan menyempilkan gambar cewek telanjang (pasti langsung pada browsing deh di Youtube). Sedangkan versi video musik utuhnya disajikan dengan model joget-joget dengan koreografi seperti video musik Sia. Lagu ini langsung mencuri perhatian internet. Tempo drum yang cepat dan suara elektronik dari drones mengilik kuping.

Lagu lainnya belum bisa diakses. Bajakannya belum keluar di mana-mana. 🙁 Kayaknya, dengan pengamanan seketat itu udah cukup untuk bilang bahwa ini bukan album yang digarap sembarangan. Let’s hope the album is worth waiting for.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 149 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ternyata Fenomena Beras Plastik Sudah Diramal oleh Radiohead!

Close