Kisah Kasih di Jakarta: Ahok❤️Lulung

“Ahok, Gubernur DKI Jakarta Terserang DBD”, tulis headline sebuah koran beberapa hari lalu. Setelah sekilas membaca beritanya, Haji Lulung – yang saat itu sedang duduk di teras sambil minum kopi – langsung berdiri dan mengambil handphone yang ada di dalam rumahnya. Ia kembali duduk di teras dan langsung mengetikkan SMS yang berbunyi, “Hok, lu bener kena DBD? Cepet sembuh lu ya, jaga kesehatan, jangan banyak mikir,” begitulah isi SMS Haji Lulung ke Ahok. Tak lama kemudian ada bunyi SMS dari handphone Haji Lulung, ternyata balasan dari Ahok. Isinya berbunyi, “Makasih Lung, bentar lagi juga sembuh gue”.

Ah, betapa indahnya jika benar seperti itu adanya. Berhari-hari lalu kita diberi sajian berita tentang konflik antara aparatur DKI Jakarta: DPRD vs. Gubernurnya. Tak hanya diberitakan lewat tulisan, bahkan video yang terpampang jelas di Youtube menunjukkan betapa panasnya konflik mereka.

Masyarakat bisa dengan mudah mengaksesnya, memberi komentar, bahkan untuk para pengamat bisa segera menulis analisisnya di media-media. Terlalu dibesar-besarkan? Mungkin tidak benar, mungkin juga memang benar. Atau itu semua merupakan pengalihan isu? Bisakah kita melihat ini sebagai sebuah konspirasi?

Hmm…

Jadi begini ceritanya, laiknya sebuah roman-roman percintaan, hubungan Ahok-Lulung tak ubahnya seperti Rangga-Cinta di film hits “Ada Apa Dengan Cinta”. Kita toh tidak tahu benar yang terjadi setelah kejadian panas di rapat mediasi kemarin. Mungkin setelah itu mereka bertukar pesan seperti yang ditulis di paragraf awal.

Bagaimana jika memang ternyata mereka tidak punya masalah apa-apa? Bahwa yang terjadi saat ini hanyalah bentuk perhatian ke masing-masing personal. Bisa jadi kan, Haji Lulung memendam rasa kagum atas sikap ceplas ceplos Ahok dan Ahok selalu terkesima dengan rambut belah tengah Haji Lulung yang mengingatkan ia akan tren rambut 90-an yang dipopulerkan oleh Andy Lau?

Mungkin juga Ahok yang membuat meme #saveHajiLulung bergambar Bibi Lung – yang sudah diedit olehnya – bersanding dengan Yoko. Bisa jadi juga sebelum #saveHajiLulung menjadi trending topic, #saveAhok yang juga pernah menjadi trending topic secara tidak langsung juga karena komentar-komentar Haji Lulung (dan teman-temannya).

Jadi seperti simbiosis mutualisme, Ahok-Lulung saling membutuhkan. Jika bukan karena masalah ini, mungkin Haji Lulung tidak akan pernah membuat akun Twitter, jadi tahu beda UPS dan USB, dan, yang paling penting, akan tau cara me-mention akun sendiri.

Mereka memendam rasa cinta masing-masing, yang berbentuk perang komentar di media. Sosok Cinta dalam “AADC” dulu juga pada awalnya sangat membenci Rangga yang sombong, kaku, dan sok pintar. Begitu juga Rangga yang selalu bilang bahwa Cinta adalah cewek manja. Toh mereka akhirnya jatuh cinta dan, walau terpisah di film pertama, mereka akhirnya bertemu lagi di film mini “AADC” yang populer di akhir tahun 2014 kemarin.

Terus, bisakah mereka mengutarakan cinta masing-masing?

Dalam dunia politik, semua hal bisa terjadi. Secara harfiah pengertian politik sendiri merupakan cara mencapai kekuasaan; hal yang tidak mungkin bisa diusahakan menjadi mungkin, lawan bisa jadi kawan dan sebaliknya. Siapa yang bisa menduga jika kelak, di Pilkada DKI 2017, kita akan melihat Ahok-Lulung berpasangan, dan akan menjadi kisah kasih legendaris dari Jakarta.

Stay updated! Follow us on:

Randi Wisnu
Find me

Randi Wisnu

Pengumpul ide yang pernah kerja di TV
Randi Wisnu
Find me

Latest posts by Randi Wisnu (see all)

(Visited 27 times, 1 visits today)

Randi Wisnu

Pengumpul ide yang pernah kerja di TV

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Mengikuti Tren yang Nggak Ada Habisnya

Close