Stiker Mobil Berujung Angker

Semua orang pasti bangga punya keluarga bahagia. Keluarga kecil yang terdiri dari tiga anak yang lucu-lucu dan hewan peliharaan yang penurut. Semuanya berjalan begitu indah hingga bencana itu datang.

Selamat siang, bu. Saya pak Heru, gurunya Vika. Ini Vika kecelakaan.

Astaghfirullah… Ya ampun Vika anakku. Di mana pak?

Udah ibu jangan panik, ini saya di rumah sakit dekat sekolah. Dia butuh segera ditangani. Transfer dulu aja ke saya.”

Iya, pak saya transfer sekarang.

Selang beberapa jam kemudian pak Heru gak bisa ditelepon balik, Vika pulang dari sekolah dengan tidak kurang suatu apa pun.

Familier sama kondisi di atas? Bukan ini bukan sinetron tapi penipuan. Penyebabnya? Kayaknya sih gara-gara ikut-ikutan tren urban.

Belakangan ini di Jakarta gw liat mobil-mobil berseliweran dengan stiker sticky figure keluarga bahagia pemiliknya di kaca belakang. Lagi ngetren banget emang. Isinya bermacam-macam, dari anak-anak dengan hobinya, orangtua bergandengan tangan, nenek yang keliatan sabar dan binatang peliharaan yang unyu-unyu.

Beberapa hanya menampilkan gambar, lalu ada yang menggunakan nama umum, seperti bapak, ibu, kakak, adik dan nenek. Tapi ada juga yang frontal dengan menyebut nama anggota keluarga. Dalam contoh di atas, Vika adalah anak perempuan terkecil, yang baru kelas tiga SD. Yang namanya terpampang jelas di stiker mobil bapaknya.

Emang semua orang pasti bangga memiliki keluarga kecil yang bahagia. Dan kayaknya, rasa bangga itu juga perlu diberitahukan lewat mobil, biar seluruh dunia tau. Stiker dipilih untuk menggambarkannya. Semua orang yang berada di belakang mobil tersebut ketika di jalan akan membacanya dan kira-kira berpikir, “Wah bahagia banget keluarga kecil ini ya,” atau malah “Ya elah, situ duta perkawinan? Maksudnya nyuruh orang kawin biar bisa sebahagia lo?” Apa pun tanggapannya, stiker mobil emang punya pro dan kontra.

Kalo menurut gw sih lebih banyak kontranya. Pertama itu gak terlalu berguna. Kedua karena itu gak aman.

Laiknya stiker pada umumnya, stiker keluarga kodratnya ya emang sebagai ornamen. Kalo pun gak ada itu toh gak akan berpengaruh pada penampilan mobil. Gw pribadi lebih suka mobil yang bersih dan gak neko-neko. Tapi ini masalah selera yang hakiki. Gw gak akan merecoki masalah itu.

Tapi soal kedua adalah keamanan. Ini yang menurut gw penting. Ada bahaya yang mengancam di balik stiker lucu itu dan faktor-faktornya terpampang jelas di sana.

Aktivitas

Semua orang punya hobi. Kadang hobi atau aktivitas bisa jadi ciri khas tertentu dari seseorang. Nah, ini bisa diliat dari stiker. Abang suka maen bola, mbak maen biola, adek maen gundu. Itu semua bisa digunakan penculik atau orang gak bertanggung jawab lainnya untuk memancing korban. Misalnya, abang yang suka maen bola diiming-imingi nonton bola di stadion. Ngakunya disuruh bapaknya tapi ternyata itu penculik. Si penculik tentunya akan lebih gampang untuk mengimingi-imingi korban karena dia udah tau kesukaan si korban.

Rutinitas

Setiap orang punya rutinitas karena manusia emang udah terprogram sedemikian rupa untuk mengulangi hal yang itu-itu lagi setiap harinya. Kalo gak punya rutinitas juga bahaya, soalnya ntar pasti disebut begajulan ama tetangga.

Nah, karena anggota keluarga udah terpampang jelas, pencuri bisa tahu siapa aja yang ada di rumah dan rutinitas mereka. Observasi informasi kasual selama sebulan udah bisa bikin tau rutinitas mereka; kapan si adek berangkat sekolah; kapan bapak berangkat kerja; kapan kakak berangkat les dan kapan ibu belanja. Sisanya tinggal nyocokin jadwal keluarga sama pencuri. Kalo waktunya klop, pencuri akan dengan senang hati bertamu ke rumah. Gak usah repot nyiapin suguhan, mereka akan ngambil sesuka mereka kok.

Emang stiker ini terkesan remehtemeh dan gak berbahaya dan tulisan ini juga terlihat terlalu paranoid, tapi coba liat gambaran besarnya. Lo memberi informasi berharga tentang keluarga secara cuma-cuma kepada orang yang mungkin jahat dan memanfaatkannya. Keluarga yang bahagia sejatinya akan selalu terpancar dari kehidupan keluarga bahkan masing-masing anggota keluarga itu sendiri tanpa perlu orang lain tau apalagi bercemburu karena orang yang tadinya tidak tau bisa bertukar bulu jadi jahat gara-gara ada kesempatan akibat pencitraan yang diburu.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 322 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Mixtape Ala Remehtemeh #3

Close