Mixtape Ala Remehtemeh #4

Lagu Indonesia gak kalah bagus dibanding lagu bule-bule, oleh karena itu mixtape kali ini akan memberi tiga lagu Indonesia terbaik, versi remehtemeh.

“Tiada Lagi Cinta” Daniel Sahuleka

Daniel Sahuleka is the best thing that Indonesia never had. Dia sekarang menjadi warga Belanda meski ada darah Ambon dan Sunda mengalir di tubuhnya. Terkenal lewat “You Make My World So Colorful” dan “Don’t Sleep Away This Night My Baby” di seluruh dunia, tak membuat Daniel lupa akan tanah kelahirannya, Semarang, Indonesia. Dia bahkan memeluk Semarang dalam salah satu lagunya.

“Tiada Lagi Cinta” ditampilkan akustik dengan suara tinggi andalannya. Terdengar seperti lagu patah hati dari orang dewasa. Ah, tapi kan cinta bukan hanya milik mereka yang dewasa. Ya, pokoknya kalo ada janji setia sampai mati yang diingkari, lagu ini cocok untuk menemani kegundahan.

“Semoga Damai” Deu Galih

Galih adalah seniman yang terkenal di scene indie Bandung. Dahulu bergabung bersama Schizophones yang beraliran grunge ala Nirvana dan Alice in Chains, Galih kemudian mengumpulkan lagu solonya yang dikemas dalam album “Wonderful Journey: Discography (1998-2008)”. Musik Galih, walaupun eksperimental, terdengar sangat tulus. Liriknya menyoroti tentang kehidupan-kehidupan sederhana, yang puitis dan ironis di saat yang sama.

Setelah Schizophones dan album solo, Galih tidak berhenti sampai di situ. Dia bereksplorasi dengan musik folk dengan band ansambel barunya Deugalih & Folks. Band ini lebih kaya eksperimen dibanding sebelumnya. Mendengar musiknya secara langsung ada unsur folk yang benar-benar rakyat yang ia usung. Rakyat yang Indonesia sekaligus Irlandia, mengingat ada warna flute yang turut meramaikan musiknya.

Dan berita bahagianya album perdana Deugalih & Folks kini telah masuk iTunes setelah tahun 2012 (kalo gak salah) gw denger single-nya yang apik dan membumi berjudul “Earth”.

“Sementara” Float

Kalo ada ungkapan cinta gak melulu dari mata, gw rasa ini yang paling pas mewakilkan perasaan gw untuk Float. Sampai sekarang, gw gak pernah sekali pun – sekali pun – melihat wajah anggota Float. Baik itu dari Youtube, TV atau media apa pun. Gw kagum sama mereka murni bukan karena latar belakang, prestasi atau segala yang kasatmata lainnya. Gw cuma mengandalkan kuping untuk jatuh cinta sama mereka. Itu sudah cukup. Bukankah itu ide pokok dari sebuah musik, untuk mencintai hanya lewat telinga. Sama seperti kebanyakan kita yang jatuh cinta dulu saat Kangen Band belum muncul di TV. Siapa yang tidak nyanyi saat denger lagunya di radio?

All copyright belongs to their respective owners (artist and record label). We don’t own this material.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 151 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Kingsman: The Secret Service” (2015)

Close