Mixtape Ala Remehtemeh #2

Jumat lagi, besok libur – bagi yang beruntung dapat libur. Untuk edisi kali ini, kami ingin mengenang kembali kejayaan musik alternative rock di tahun 2000-an. Zaman sudah berbeda, mungkin definisi alternatif anak sekarang sudah lebih condong ke EDM. Gak masalah sama sekali. Musik absolut soal selera, gak ada yang boleh bilang genre ini lebih enak dari genre itu.

Tapi kayaknya sih emang lebih asik ini daripada EDM. Ketidakberpihakan itu omong kosong, bruder. Memilih untuk tidak berpihak aja udah memihak.

“Good Morning” Duncan Sheik

Anak nongkrong MTV pasti pernah denger lagu Duncan “On a High”. Lagu itu berada di satu album yang sama dengan “Good Morning”. Dibilang bergenre rock juga gak sih cuma dia gak terlalu pop aja. Duncan bercerita tentang percakapan antara seorang – yang menjual jiwanya untuk iblis – dan iblis itu sendiri. Orang itu selalu membenci dunia beserta isinya dan si iblis cuma memberi ‘laporan harian’ kepada orang itu tentang keadaan dunia yang semakin amburadul dan banyak bangsat-bangsat yang konyol. Itu bener lho dia yang bilang bangsat (crook), bukan gw.

Tapi ya emang begitulah keadaan di dunia sekarang, banyak bangsatnya: ISIS yang baru membakar pilot Yordania hidup-hidup, koruptor yang gak tau malu malah senyum-senyum ketika disidang, sampai bangsat-bangsat beneran di kasur lembap yang ngisep darah orang yang lagi tidur.

“Say Something” Haven

Bukan, ini bukan lagu asli dari lagu yang beberapa bulan lalu selalu diputar di radio. Jauh sebelum A Great Big World & Christina Aguilera berkolaborasi, Haven udah duluan galau mengemis-ngemis pacarnya yang lagi puasa ngomong untuk buka mulut. You’re so two-thousand-and-late, Christina!

Lagu dari band indie rock asal Inggris ini adalah tipikal lagu top 40 alternatif dengan repetisi lirik yang cukup banyak. Hal itu membuatnya sukses karena penggemarnya bisa dengan mudah sing along. Lirik dan melodinya yang simpel bisa dengan mudah menjadi alternatif di tengah gempuran jagoan-jagoan brit pop kayak Oasis dan Blur.

“Tuna in the Brine” Silverchair

Kalo lo familier dengan Natalie Imbruglia dengan lagunya “Torn” yang terkenal banget di MTV dulu, udah seharusnya lo tau Silverchair. Eh, emang harus tau ya? Suami Cita Citata aja kita baru tau pas udah cerai.

Vokalis Silverchair, Daniel Johns, adalah suami dari Natalie. Atau lebih tepatnya mantan suami. Dan mereka berdua berasal dari Australia. Sebuah negeri yang banyak melahirkan penyanyi-penyanyi terbaik dunia; Air Supply, AC/DC, Savage Garden (kamana ateuh Truly Madly Deeply Do) dan Hugh Jackman, wolverine yang bisa nyanyi. Sungguh kombinasi yang tiada duanya.

Silverchair emang udah tenggelam dengan terakhir merilis album “Young Modern” pada 2007. Namun, gw masih menganggap mereka sebagai band legendaris. Album paling keren menurut gw ya “Diorama”, yang di dalamnya ada “Tuna in the Brine” ini. Album ini digarap dengan bantuan orkestra Van Dyke Parks. Hasilnya? Megah luar biasa. Liriknya juga gak biasa. Mereka bisa bercerita tentang orang yang sakit arthritis bahkan susah tidur. Susah deh pokoknya untuk melukiskan Silverchair kalo musik yang sekarang lo denger cuma Ariana Grande – yang sama sekali gak grande.

Kalo menurut standar lo Ariana udah cukup grande, Silverchair mungkin bisa disebut venti atau bahkan trenta. Starbucks’ silly names of cup sizes, remember? Guys… hello. Where did everybody go?

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 63 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Richard Linklater dan Magnet Trilogi “Before”

Close