Hak Frekuensi Publik Dirampas Selebritas

Gimana pendapat lo tentang reality show? Apakah lo termasuk pecinta atau mungkin pembenci? Kalau gw pribadi sih termasuk yang sama sekali nggak suka semua acara yang berjenis reality show. Kenapa? Karena menurut gw nggak ada acara yang lebih palsu dan lebai dari acara kayak gini.

Reality show pertama yang ada dalam ingatan gw adalah “The Simple Life”, itu lho yang dibintangi Paris Hilton dan Nicole Richie. Dari satu acara kayak gitu gw langsung berasumsi bahwa genre reality show itu bukan gw banget.

Indonesia sendiri punya beberapa reality show yang cukup terkenal di masanya. Kalau di zaman gw ada acara “Termehek-mehek” dan “Big Brother” yang diadopsi dari acara di luar negeri dan beberapa lainnya yang nggak mungkin gw sebutin satu-satu saking banyaknya.

Namun, semua acara yang gw sebutin di atas mungkin masih wajar dalam hal jam tayang karena rata-rata mereka punya jam tayang khusus yang memang sudah ada di dalam slot jam penayangan tertentu, yah semacam sinetron lah. Mungkin ini karena stasiun TV swasta juga masih punya acara kreatif lainnya yang akan ditayangkan.

Sayangnya gw rasa sekarang stasiun TV makin kehilangan kreativitas dalam setiap tayangan-tayangan acaranya, entah karena bagian produksi yang kekurangan pekerja-pekerja dengan otak dan ide kreatifnya atau memang stasiun TV zaman sekarang hanya mementingkan laba tanpa peduli tentang kualitas dan justru menyingkirkan otak-otak kreatif karena dinilai nggak bawa profit.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa tayangan di stasiun TV yang menurut gw amat sangat nggak penting sekali (sengaja gw bikin redundansi biar tambah lebay). Kurang penting gimana lagi coba, saat pernikahan seorang selebritas yang bahkan gw nggak tahu apa signifikansinya buat bangsa dan negara Indonesia harus ditayangkan secara langsung selama dua hari berturut-turut.

Bukan sekadar satu stasiun TV saja lho tapi tiga stasiun tv swasta berebut hak siar untuk menyiarkan prosesi pernikahan dari siraman sampai prosesi resepsi pernikahan. Please tell me guys, what’s the urgency in this wedding?

Siaran langsung prosesi pernikahan selebritas ini dikemas dalam bentuk program reality show yang menurut gw sangat nggak penting. Selain upacara pernikahan yang berubah dari suatu hal yang sakral menjadi suatu hal yang pongah dan teu puguh (karena nggak ada esensinya disiarkan besar-besaran) lalu ada lagi prosesi kelahiran salah satu selebritas yang juga seorang anggota DPR yang ditayangkan langsung. APA-APAAN INI?

Padahal sebelum proses kelahiran ini si seleb ini juga menayangkan secara langsung prosesi pernikahannya yang kedua lho. Iya benar, prosesi kelahiran yang ditayangkan ini adalah prosesi kelahiran istri kedua serta anak yang ketiga dan lagi-lagi gw nggak lihat bahwa ini punya nilai yang dianggap penting.

KPI sudah menegur pihak stasiun TV karena dianggap sudah melanggar hak masyarakat dalam frekuensi publik. Namun apa daya, karena dianggap kurang gigit wewenang KPI pun seolah cuma jadi gertak ambal saja nggak ada imbas yang terlalu bermakna. Buktinya toh walaupun sudah ada peringatan sebelumnya pihak stasiun TV ini tetap saja sukses menampilkan acara nggak penting itu.

Padahal KPI pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) di bagian mukadimah menyebutkan: pemanfaatan frekuensi radio sebagai ranah publik yang merupakan sumber daya alam terbatas dapat senantiasa ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat sebesar-besarnya.

Dalam Pasal 11 juga menyatakan bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan untuk kepentingan publik. Apalagi, dalam SPS Pasal 13 ayat 2 menyatakan bahwa program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali demi kepentingan publik.

Nah sekarang coba lo lihat lagi, manfaat apa sih yang dibawa dari reality show yang menayangkan prosesi pernikahan dan persalinan. Misteri banget.

Bahkan dalam kasus tayangan proses persalinan yang ditayangkan langsung itu sampai menggugah seorang blogger yang akhirnya melayangkan surat terbuka untuk si oknum artis tersebut, apalagi jabatannya sebagai seorang wakil rakyat yang bikin tambah miris karena dia sama sekali nggak ngerasa ngambil hak rakyat. Nah lho.

Okelah masyarakat zaman sekarang juga nggak bodoh-bodoh banget kok kalau milih tayangan untuk hiburan, tapi kalau jam tayang yang justru menggeser acara yang mungkin saja lebih bermanfaat ya sama saja bohong. Ya nggak sih?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 53 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ulasan “Stand By Me Doraemon” (2014)

Close