Gonjang-Ganjing Menteri Eksentrik Susi Pudjiastuti

Menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah diumumkan. Nama-nama yang tadinya hanya berupa isu dan simpang siur kini sudah pasti dan juga sudah dilantik.

Terus muncul deh komentar-komentar dari yang positif sampai yang negatif. Biasalah hidup kita yang jalanin, orang lain yang komentarin.

Dari banyaknya berita tentang nama-nama yang sudah dilantik untuk menduduki jabatan menteri, muncul nama yang bisa dibilang kurang terdengar gaungnya di dunia politik, seenggaknya menurut gw karena gw kurang suka lenong politik. Beliau adalah Ibu Susi Pudjiastuti.

Kalau dari berita-berita yang gw baca, dengar dan tonton ibu menteri yang satu ini sangat-sangat nyentrik dari gaya maupun tingkah lakunya dan menurut beberapa komentar miring sih malah nggak pantas sama sekali untuk menduduki kursi menteri. Hmmm….

Padahal sebenarnya nggak sedikit juga loh prestasi ibu menteri ini (eh, panggil Ibu Susi aja deh, katanya beliau nggak suka dipanggil ibu menteri). Ibu Susi adalah salah seorang enterpreuner yang sukses di Indonesia. Bayangin coba dari sekadar pengepul ikan di sentra pelelangan ikan beliau bisa jadi salah satu pengusaha dengan keuntungan puluhan juta dolar Amerika. Gokiiiil.

Sementara hal-hal yang dipergunjingkan orang-orang nganggur di dunia maya adalah tentang hal-hal remeh yang sebenarnya sih itu kehidupan pribadi Bu Susi yang nggak ganggu orang lain sama sekali.

Nggak lulus SMA

Ini nih salah satu kekurangan beliau yang dipermasalahkan banyak orang. So what kalau cuma tamatan SMP? Dia toh sudah membuktikan kinerjanya bahwa dia lebih dari sekadar mampu memimpin sesuatu. Apalagi sebenarnya zaman sekarang kedewasaan mental, cara kerja dan berpikir seseorang nggak cuma bisa diukur dari seberapa tinggi pendidikannya. Coba lihat seorang Bob Sadino. Oom Bob ini (ciye sok akrab) sangat andal dalam bidangnya padahal beliau cuma lulusan SD.

Gw nggak bilang kalau hal itu bisa dicontoh loh ya. Cuma segelintir orang berbakat saja yang mampu menjadi sesuatu tanpa pendidikan formal yang memadai. Kebanyakan orang memang butuh pendidikan, utamanya agar pemikiran lebih terbuka.

Pilihan Bu Susi untuk berhenti sekolah nggak digunakannya untuk hidup luntang-lantung nggak jelas kan? Beliau berkarya dan membuat sesuatu, so cut it off dan berhenti menghakimi. Bahkan menurut gw beliau lebih hebat loh daripada orang-orang yang sibuk beli ijazah hanya demi jadi pegawai. Uuuh, menyedihkan.

Punya Tato

Tato-Susi-PudjiastutiIni lagi alasan yang nggak masuk akal untuk nge-bully seorang Susi Pudjiastuti. Oke mungkin secara syariat agama ini dilarang, tapi seperti jilbab yang juga sebuah syariat, manusia berhak kan untuk memilih lakukan atau tidak. Buat yang sampai bawa-bawa Tuhan dan dosa hanya untuk mengecam ibu nyentrik ini, kalian menyedihkan.

Gw nggak bilang kalau pake tato itu keren (walaupun emang keren sih) tapi untuk yang nggak mau pasang tato pun bukan kapasitas kalian untuk menghakimi beliau. Jujur saja, Bu Susi sudah berbuat lebih banyak daripada para komentator.

Poliandri

Ehhm… emangnya kita tahu banget ya tentang kehidupan Bu Susi? Kok bisa tahu banget kalau dia poliandri? Ada yang tahu secara pasti? Dari yang gw baca, semua berita yang mengabarkan Bu Susi poliandri ini sifatnya masih “katanya” belum berupa fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Perokok

Sama kayak poin nomor dua, merokok bukanlah suatu larangan secara syariat agama, tidak melanggar hukum. Makanya buat gw mau dia ngerokok atau nggak selama kinerjanya bagus maka biarkanlah dia bertugas. Selama ngerokoknya gak satu tempat dengan orang yang nggak ngerokok.

Kalau mau dilihat secara berimbang, mungkin akan lebih baik kalau nggak cuma “keburukan” saja yang harus dibahas, sudahkan para komentator yang berkomentar miring melihat apa yang sudah dilakukan Bu Susi untuk bangsa dan negara Indonesia. Ini beberapa kelebihan dia:

Pihak pertama yang membantu tsunami Aceh

131307_106584_susi_pudjiastutiSaat pemerintah bahkan belum bisa mengakses Aceh yang saat itu mengalami bencana alam tsunami, Bu Susi dengan pesawatnya sudah membawa bantuan untuk membantu para korban yang sangat membutuhkan bantuan dengan segera. Saat itu Bu Susi dengan pesawatnya yang tidak terlalu besar dapat mendarat di Aceh yang porak poranda dan segera menyalurkan bantuan yang tidak hanya dikumpulkan dari masyarakat tapi juga dari kantongnya sendiri.

Membangun transportasi perintis di Papua

Dari ide membangun transportasi jarak pendek di bagian Indonesia yang susah ditempuh dengan jalan darat, maka Bu Susi bergerak untuk membangun bisnis yang justru akhirnya dapat membantu salah satu wilayah terpencil di Indonesia ini agar lebih mudah diakses.

Menciptakan lapangan pekerjaan

Ini adalah kehebatan Bu Susi yang paling utama bila dibandingkan dengan yang sebelumnya karena hanya dengan ijazah SMP-nya beliau dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi para nelayan agar hasil tangkapan lautnya dapat lebih terorganisasi.

Pencapaiannya dalam bidang bisnis memang sangat mencengangkan, maka biarkanlah dulu dia bekerja dan berkarya memperbaiki perikanan dan kelautan Indonesia. Koreksi bisa kita berikan atas dasar profesionalitas setelah melihat kinerjanya.

@OmDennis
Courtesy of @OmDennis
Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 139 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Tidak Dilabeli Pun, Aku akan Tetap Ada

Close