Damon Albarn, Gorila yang Tak Lagi Blur

Damon Albarn, mastermind di balik Blur, Gorillaz, dan The Good, the Bad & the Queen akhirnya muncul lagi dengan album baru. Solo. Pertamanya. Album ini diberi judul “Everyday Robots”.

Membahas album ini sekarang bisa dibilang terlambat banget. Album ini udah dirilis sejak April 2014, tapi gw rasa ini masih layak dibahas. Damon bilang ini album yang dia banget, curhatan hidupnya dan digarap sepenuh hati. Banyak kritikus yang memuji album ini. Itu sama sekali gak mengherankan karena emang album ini sangat memiliki musikalitas yang berkualitas, mengobati kerinduan fans ketiga band yang dipimpinnya. Gw sendiri kangen sama Blur setelah album “Think Tank”, yang katanya dibuat untuk mengecam invasi AS dan sekutunya ke Irak.

Album ini gak berbeda jauh dari Blur. Ya, iyalah vokalisnya kan sama. Cuma msuik yang ditampilkan lebih ceria dan murung di saat yang bersamaan, tanpa distorsi di sana-sini. Gorillaz yang ceria dan Blur yang shoegazing digabungkan dalam album ini. Dia curhat tentang masa lalunya, perjalanannya, pengalamannya di berbagai belahan dunia.

Albumnya dibuka dengan lagu “Everyday Robots”. Di awal lagu ada satu kutipan dari seniman serbabisa 1940-an, Lord Richard Buckley, yang kira-kira berusaha menyampaikan pesan tentang manusia yang hidupnya gak tau mau ke mana. Damon kayaknya mencoba mengkritik orang-orang zaman sekarang yang hidupnya terpaku sama ponsel di depan matanya. Jadi gak sensitif sama lingkungannya, kayak batu. Kaku dan gak berjiwa. Setiap pulang kerja nunggu bus, kereta, taksi, dan angkot proletar-proletar pasti nunduk sibuk dengan ponselnya gak peduli sama keadaan sekitarnya.

Single andalan kedua di album ini “Lonely Press Play”. Di sini Damon menjadi manusia, mengingat biasanya dia jadi dewa Britpop. Dia sadar manusia bisa mati kapan aja. Manusia juga bisa mati karena kesepian. Tapi gak perlu khawatir. Kapan pun kesepian, lo selalu bisa muter lagu. Lagu adalah terapi buat sebagian orang. Mereka bisa ikut sedih dan senang ketika mendengar lagu. Lo pasti punya satu lagu yang akan selalu terkenang ketika mendengarnya bersama seseorang, kan? Dan ketika orang itu lagi gak ada, lagu bisa menggantikan ketidakhadiran itu.

Lalu ada lagu ceria dengan iringan ukulele “Mr. Tembo”. Lagu ini ceria banget karena ditujukan untuk menyemangati seekor gajah kecil, yang ibunya dibunuh pemburu. Gajah itu ditemui Damon ketika dia sedang berada di Mkombozi, Tanzania. Kebayang gak sih, gajah kecil dengan memori yang katanya bisa inget seumur hidup harus mengenang ibunya yang dibunuh manusia serakah? Dan yang bikin merinding adalah backup choir dari gereja setempat. Buat gw lagu selalu terdengar epik dan mengharukan ketika ada choir semacam itu. Masih inget “Under the Bridge” dari Red Hot Chilli Peppers, kan?

Lalu ada lagu favorit gw “The Selfish Giant”. Ini lagu curhatan Damon tentang masa lalunya sebagai pengguna heroin. Dia gak merasa bersalah pernah make barang haram itu karena dia merasa itu bagian darinya dalam proses menemukan kedewasaan. Dia lebih kreatif dan produktif ketika mengonsumsi itu, katanya. Tapi dia kayaknya juga agak menyesalinya. “Selfish Giant” itu diambil dari cerita pendek anak-anak karya sastrawan andal Oscar Wilde. Di cerpen itu ada raksasa ngelarang anak-anak bermain di taman miliknya yang indah. Tapi ada satu anak yang bikin hati dia luluh. Akhirnya dia nyadar dia kejam dan mengizinkan anak itu dan teman-temannya untuk main di situ. Setelah diizinkan, pada akhirnya si anak emas raksasa itu malah pergi. Si raksasa kangen dia. Galau.

Nah di lagu ini, Damon udah ikut main (make heroin) sama pacarnya, tapi dia takut nasibnya kayak raksasa itu. Ditinggalin. Untuk lebih meresapi lagu ini, gw saranin sih baca cerpen itu. Lo bakal lebih ngerti apa yang gw maksud mengenai raksasa dan lagu itu.

Masih ada lagu-lagu lainnya yang cukup asyik untuk didenger di kala mendung sambil mandang sepatu yang baru dicuci kena ujan. Nah, supaya kalian menganggap remeh temeh ini baik dan balik lagi ke sini, nih kita kasih denger album penuhnya di sini. Selamat memanjakan telinga.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 100 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Nilai Keayahan yang Bisa Diambil dari “Interstellar” (2014)

Close