Obrolan Nggak Penting di Kondangan

Gw nggak pernah suka pergi ke pesta atau kondangan mau itu pesta ulang tahun, sunatan, injek tanah, tujuh bulanan atau akikah apalagi pesta pernikahan. Ngenesnya belakangan ini di usia gw yang menginjak seperempat abad semakin banyak kawan-kawan yang dengan semena-mena menampar muka gw dengan undangan pernikahan mereka. Sangat nggak sensitif.

Bukan, ini bukan karena gw jomblo dan miris harus datang sendiri gw punya pasangan kok. Hal yang selalu bikin gw gondok dengan pesta, terutama pesta penikahan, adalah gw jadi ribet sendiri sama kostum yang akan gw kenakan. Iya benar, gw termasuk tipikal perempuan yang tomboy dan lebih suka pakai celana jeans dan kaos oblong tapi nggak mungkin kan datang ke acara resmi kayak gitu pakai kaos oblong. Nggak sopan banget.

Hanya saja dibandingkan dengan rasa malas memilih kostum, hal yang gw lebih nggak suka dari acara-acara pernikahan adalah ketemu orang-orang yang hobi komentar nyebelin. Lo akan banyak menemukan orang dengan tipe seperti ini di pesta, terutama di pesta penikahan.

Mana gandengannya?

Serius gw bukan jomblo, tapi gw paling nggak suka kalau ada orang yang tanya begini ke kawan lamanya. So what gitu loh kalau mau datang ke resepsi pernikahan sendirian, haramkah atau dosakah itu? Menurut gw selama nggak melanggar hukum, norma adat dan agama mau datang sendiri ke pesta itu suatu hak manusia paling hakiki kok. Titik. Habis perkara.

Iiiih… tambah (isi sendiri) ya!

Terus mau apa lo kalau gw tambah kurus, gemuk, tinggi, pendek atau bungkuk, cut it off dude. Bintang di acara tersebut adalah yang punya hajat jadi tolong jangan bikin acara di dalam acara. Menurut gw itu sangat-sangat nggak sopan lagi pula kenapa juga kita harus mengomentari fisik seseorang. Apa nggak takut hal itu menyakiti hati orang yang dikomentari?

Memang sih biasanya hal-hal kayak gitu kita lontarkan ke orang yang sudah lama nggak ketemu, sahabat lama atau sebagainya tapi masih banyak hal lain yang lebih bermakna dan berbobot kan untuk dibicarakan sama kawan lama itu dibanding hanya pembicaraan pandir tentang fisik? Sangat nggak penting. Kalau nggak punya komentar baik lebih baik diam dan tersenyum, gitu lebih terhormat.

Kapan nyusul

Nah… maafkaan aku kawan-kawanku terdahulu. Dulu saat masih jomblo dan datang ke pesta pernikahan sendirian, gw selalu iseng nanya kapan nyusul sampai akhirnya salah satu teman bilang ke gw kalau dia nggak nyaman dengan pertanyaan jahil gw.

Mirisnya roda berputar dan di saat gw sudah punya pasangan, mau datang ke pesta sendiri atau bersama pasangan pertanyaan itu akan dilemparkan teman-teman ke gw. Sebagian ada yang memang balas dendam sebagian juga ada yang memang murni cuma nanya.

Jujur pertanyaan itu selain bikin muak, bosan, kesal juga bikin yang ditanya panik semuanya bercampur jadi satu. Iya kalau lo sudah punya jawaban yang memuaskan kalau belum silakan senyum kecut. Namun, gw masih tetap suka ngegodain teman gw dengan pertanyaan itu kok. Hahahha.

Banyak hal lain yang lebih bermakna buat dibicarakan saat hadir di sebuah pesta, misalnya tentang kenangan masa lampau, pencapaian-pencapaian yang sudah terjadi dan masih banyak lainnya. Jadi mendingan nggak usah deh nyinyirin kehidupan orang lain. Nggak baik juga, untung nggak nambah dosa iya. Yoi nggak tuh?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 144 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Di Mana Passion Berada? (Tunjuk Dada)

Close