Magic!, Kini Reggae Gak Melulu Bob Marley

Magic! adalah sebuah band ajaib baru dari Kanada. Mereka mengusung genre reggae di dalam lagunya. Tapi jangan berusaha nyamain Bob Marley dengan mereka karena lo pasti akan kecewa. Aliran mereka lebih ke fusion reggae, bukan pure reggae. Ada juga yang bilang musik mereka itu reggae Karibia. Tapi ya udah lah ya, apalah arti genre, yang penting kan lagunya bisa didenger.

Kesan pertama gw denger album “Don’t Kill the Magic” ini biasa aja. Gw gak terlalu suka juga gak terlalu kecewa. Ada lagu catchy “Rude” yang airplay-nya di radio tinggi banget jadi mereka masih terselamatkan dengan itu. Trus gw coba denger lagi beberapa kali. Ternyata hasilnya beda; gw mulai suka, kuping gw mulai beradaptasi sama musik mereka. Jadi buat gw album ini gak termasuk album yang bakal bikin lo jatuh cinta pada pandangan – atau pendengaran lebih tepatnya – pertama. Lo mesti beberapa kali denger, kasih jeda beberapa hari tanpa mendengarnya sama sekali, baru lo mulai kangen sama beat-nya.

Vokalisnya, Nasri, sih ngakunya terinspirasi berat sama The Police dan dulu bercita-cita pengen buat band yang ngawinin reggae, rock, pop, dan sedikit soul. Maka jadilah album ini. Ternyata si vokalis juga bukan orang baru dalam dunia musik. Dia pernah nulis lagu buat Justin Bieber, Pitbull, Chris Brown dan Christina Aguilera. Bahkan album Chris Brown yang dia garap menang Grammy Award 2012 untuk kategori Album R&B Terbaik.

Suara Nasri unik buat gw karena kedengeran kayak orang lagi pilek. Tapi justru itu yang membuat band ini punya kesempatan buat melejit. Gw pasti bukan satu-satunya orang yang ngerasa suara jadi lebih seksi waktu lagi pilek, kan?

Lagu jagoan

Dari 11 lagu yang ada di album ini cuma beberapa yang menurut gw enak. Itu pun dengan level sedang, gak bagus-bagus amat. “Let Your Hair Down” suasana lagunya mendayu-dayu sejuk  kaya ditiupin angin di leher. Lagu ini kayaknya bakal digilai wanita karena memuja kaum hawa. Gw juga udah liat videoklipnya, berisi cewek-cewek berusia remaja sampai paruh baya yang menggerai rambutnya. Video itu ditampilkan monokromatis dengan adegan slow-motion. Dramatis.

Trus ada lagu dengan musik pumping “Stupid Me”. Liriknya cukup ringkas dan banyak pengulangan yang bikin nempel di telinga.

Lalu lagu yang paling reggae di album ini menurut gw, “No Way No”. Sekali lagi, jangan bayangin band reggae pada umumnya ya kayak The Wailers. Warna reggae Magic! mempunyai definisinya sendiri.

Abis itu ada “Don’t Kill the Magic”, single kedua yang sama dengan nama albumnya. Untuk lagu ini, ya lumayan lah. Gak ada yang spesial, cuma mudah didenger aja. Dipilih mungkin karena alasan narsisistik mengingat ada kata magic-nya.

Dan seperti band pada umumnya, Magic! juga menyisipkan lagu balada. Lagu yang lumayan asik dengan pesan monogami kuat ini berjudul “One Woman One Man”. Di lagu ini suara Nasri agak mirip Enrique Iglesias. Coba denger sendiri deh. Atau itu cuma perasaan gw?

Secara keseluruhan album ini biasa aja cuma bisa jadi luar biasa kalo lo denger tiap hari dan gak punya lagu reggae lain di music player lo di saat lo lagi di pantai. Gak perlu juga nunggu jam 4:20 untuk denger Magic! karena lagu mereka bisa didenger kapan pun dan oleh siapa pun, bahkan usia berapa pun.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 220 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Belajar Berdemo dari Hong Kong

Close