Karakter-Karakter Film yang Terlalu Sempurna

Sebenernya kata “sempurna” dalam judul ini lebih pas disebut too good to be true atau flawless, tanpa cela, tapi karena bahasa Inggris yang campur-campur sama bahasa Indonesia gak enak diliat jadi judulnya gw tulis pake bahasa Indonesia. Karakter dalam film ada yang bagus dan gak bagus, bergantung pada penjiwaan karakternya. Ada yang berpendapat karakter yang bagus tuh adalah karakter yang dimainin total oleh pemainnya sampai pemerannya gak kelihatan sama sekali. Kebanyakan sih secara fisik, contohnya seperti yang dilakukan Christian Bale dalam The Machinist atau Matthew McConaughey di Dallas Buyers Club. Tapi menurut gw, karakter yang bagus tuh gak selalu memerlukan perubahan drastis penampilan fisik aktornya. Gw lebih menyukai karakter yang total nyebelin, nyenengin, atau bahkan pinter banget. Berikut beberapa karakter dalam film yang menurut gw sangat sempurna.

Cristoph Waltz (Dr. King Schultz)

tumblr_mjiqanySE41qg6krdo1_500Cristoph bermain dengan sangat gemilang di film Django Unchained. Dia lagi-lagi menampilkan karakter pembantu yang menonjol setelah tampil di Inglourious Basterds. Di Django, dia berperan sebagai pria kulit putih terpelajar yang merupakan seorang bounty hunter. Dia kejam, berhati dingin, cerdas, sekaligus bertutur santun. Semua kata-katanya terjaga sedemikian rupa dan membuatnya terbebas dari segala marah. Kalo ada ungkapan “Segala masalah bisa diselesaikan dengan cara diplomasi” kayaknya paling pantes dipakai untuk mewakili karakter ini.

Pandai berbicara menurut gw emang salah satu senjata paling ampuh di dunia. Lihat aja Karl Marx, Soekarno, Hitler yang mempunyai banyak loyalis berkat kemampuan berbicaranya yang sangat meyakinkan. Pada suatu adegan, Cristoph bahkan mampu meyakinkan seorang marshal dan kerumunan massa yang marah untuk gak membunuhnya – setelah sebelumnya dia membunuh seorang sheriff. Entah dengan alasan yang bener atau dia buat-buat, dia meyakinkan semua orang, tanpa terbata-bata dan suara bergetar sedikit pun yang nunjukkin dia takut. Salut.

Leonardo DiCaprio (Frank Abagnale Jr.)

criminals-catchmeifyoucan-431Catch Me If You Can diangkat dari sebuah kisah nyata tentang seorang penipu licin yang pernah nyamar jadi guru bahasa Prancis pilot, pengacara, dan bahkan dokter. Leonardo, sama seperti Cristoph, lihai berbicara. Ngeliat dia ngomong gw jadi inget ilmu bela diri judo yang memakai kekuatan lawan untuk melawan dirinya sendiri. Di sini Leonardo kadang terjebak pada situasi yang membuatnya hampir ketahuan, tapi dia berhasil menghindari itu, biasanya sih dengan taktik psikologi terbalik.

Yang paling keren dari itu semua adalah dia tidak merasa bersalah dan selalu pengen lebih daripada yang sudah didapatkannya. Dia terkesan jadi maniak uang dengan keahliannya nipu tersebut. Itu semua dia pelajari berbekal ilmu seadanya. Mengingatkan gw fenomena di zaman sekarang. Berbekal Wikipedia dan Google, yang hanya menjelaskan ilmu di permukaan, orang-orang berasa udah paling keren dan menganggap menguasai suatu disiplin ilmu.

Renée Zellweger (Bridget Jones)

article-0-003B2C4300000258-644_468x474Siapa coba yang gak suka aksen Inggris? Siapa coba yang gak suka Renée di Bridget Jones’s Diary? Dia tampil begitu natural, tanpa berusaha sedikit pun untuk terlihat sempurna. Dia ceroboh, sering ngomong kotor, dan mempermasalahkan berat badan seperti kebanyakan cewek. Kisah cintanya juga gak mulus sama sekali.

Itu semua dia hadapi dengan kedewasaan yang keren. Dia gak selalu mendapatkan hal yang dia inginkan tapi dia tahu cara membuat dirinya sendiri gak terlalu terpuruk saat itu terjadi padanya. Dia jujur tentang perasaannya. Gak berusaha tampil tegar ketika sedih, gak berusaha tampil baik kalo lagi kesel. Dan dia tahu bahwa gak selamanya wanita itu harus terlihat cantik di depan cowok.

Meryl Streep (Violet Weston)

article-2419411-1BC8BB69000005DC-564_634x358Di August Osage Contry, Meryl berperan sebagai seorang pengidap kanker mulut yang sangat ngeselin. Pertama gw kira dia ngeselin gara-gara lagi sakit. Biasanya orang yang lagi sakit secara gak sadar berubah nyebelin karena frustrasi sama sakitnya atau sekadar cari perhatian untuk dirawat. Tapi ternyata dia emang nyebelin banget, a true pain in the ass, or a cancer in your mouth. Dia nyerang semua keluarganya tanpa terkecuali bahkan sampe suaminya bunuh diri.

Dia sebenernya bisa mencegah suaminya bunuh diri tapi dia membiarkannya karena menginginkan harta warisannya. Dia benci semua anaknya, dia benci ibunya, dia juga benci sodaranya. Semua gak ada yang luput. Gw pernah ngeliat karakter antagonis yang bisa dengan mudah dibenci tapi gak dengan karakter yang nyebelin. Meryl sukses berperan menyebalkan sampai akhir film, ketika dia ditinggal oleh anak tertuanya yang diperankan Julia Roberts.

Brad Pitt (Tyler Durden)

1Edward Norton gak salah menciptakan karakter Tyler Durden dalam pikirannya di Fight Club. Tyler emang sempurna banget. Dia pinter, punya naluri pemimpin, tampan, jago bercinta, dan cuek. Dia bisa bikin bom dari sabun! Tyler tampil sangat meyakinkan walaupun dia jahat. Dia brengsek tapi ngangenin buat Edward Norton. Dia selalu jadi bagian hidup Edward.

Tyler gak bisa disebut idola Edward. Dia antitesis Edward, semua hal yang direpresi dari dalam diri Edward terwujud dalam sosok Tyler. Dia idealized self-image Edward dan memang dia sempurna. Semua kualitas kepribadian yang tidak terwujud dalam kehidupan aslinya terwakili oleh Tyler. Dia bisa melakukan apa pun.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 173 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Empat Film Penguras Air Mata tentang Ayah

Close