AADB: Ada Apa dengan Bekasi?

Kalau lo lihat di medsos beberapa hari atau mungkin pekan ini banyak banget ejekan yang ditujukan kepada kota Bekasi. Ejekan atau mungkin lebih enak disebut bully-an ini dihadirkan dalam bentuk potongan-potongan gambar, biasa disebut meme, yang sangat kreatif yang diunggah di Path atau sekadar tulisan mengejek di Twitter.

Sebagai orang yang tinggal di Halim, Jakarta Timur, yang notabene dekat banget sama Bekasi (tinggal ngangkot sekali doang kira-kira) tetap saja gw merasakan keengganan kalau mendengar kata Bekasi. Jadi biasanya kalau ada undangan pernikahan, sunatan, atau sekadar main yang menyebutkan lokasinya ada di Bekasi, gw akan milih untuk skip dan cari alasan ketidakhadiran. Hahahaha.

Sebenarnya kota Bekasi nggak sejauh itu kok dari peradaban kota Jakarta, terutama dari tempat-tempat di Jakarta Timur seperti Halim Perdanakusuma, Kali Malang dan sekitarnya karena sebenarnya cukup banyak angkutan dari bus sampai angkutan kota yang langsung menuju lokasi-lokasi strategisnya Bekasi hanya dengan sekali naik saja. Cuma sayangnya yang menjadi masalah adalah aksesnya yang cukup bikin mikir 1.000 kali untuk mengarungi jalan ke sana.

Jalanan yang berantakan

image007Bekasi itu semacam kota metropolitan kedua setelah Jakarta menurut gw, karena di Bekasi semuanya ada, semua fasilitas yang dibutuhkan manusia urban Jakarta untuk bertahan hidup dan mempertahankan prestisenya. Pokoknya lengkap banget deh.

Sayangnya fasilitas yang lengkap itu nggak didukung sama akses jalanan yang memuaskan juga, contohnya kalau lo ke daerah Jatiwaringin (yah perbatasan Jaktim-Bekasi lah) begitu lo masuk ke jalanan yang rompal sudah pasti lo masuk ke kota Bekasi. Tanpa berniat melecehkan sih tapi serius deh ini benar-benar hal yang akan lo temuin di Bekasi, jalanan yang rompal akan menggoyang pinggul lo di atas kendaraan yang lo tumpangin. Apalagi kalau lo naiknya angkot yang sopirnya bercita-cita jadi Michael Schumacher, untuk ibu hamil sangat nggak disarankan naik angkot dengan sopir tipe begini ke Bekasi.

Neraka yang bocor di Bekasi

image004Sumpah gw nggak berniat bikin artikel yang nge-bully Bekasi, tapi ini realitas yang akan lo temuin di Bekasi. Nggak peduli betapa rendahnya suhu pendingin ruangan yang lo pasang, lo akan selalu berkeringat dan merasa panas di kota ini.

Panasnya kota Bekasi bisa dipastikan merupakan dampak pembangunan yang nggak memerhatikan ruang terbuka hijau yang berguna sebagai paru-paru kota untuk menyaring polusi yang dapat menimbulkan suhu yang naik.

Lo lihat deh, kayak yang gw bilang di atas, Bekasi itu nggak kalah maju sama Jakarta dalam masalah pembangunan. Yah buktinya bisa lo liat dari banyaknya pengembang properti yang bikin perumahan di Bekasi, tapi pembangunan ini sayangnya nggak dibarengi dengan penanaman dan pemeliharaan tanaman yang bisa bikin Bekasi jadi lebih sejuk

Sampah yang melimpah-ruah

image003Seriusan guys, sebenarnya lo harus berterima kasih sama kota Bekasi dan bukannya justru nge-bully karena percaya atau nggak kota Jakarta lo ini bisa bersih dari sampah karena sampah kita semuanya dibawa ke sana. Ya Bekasi punya TPA Bantar Gebang yang menjadi pembuangan akhir semua sampah di kota Jakarta.

Sayangnya kota Bekasi sendiri justru keteteran sama sampah-sampah domestik dari dalam kota Bekasi sendiri, hal ini mengakibatkan banyak sampah yang dibuang dan ditumpuk menggunung di pinggiran trotoar di sepanjang jalan ke Bekasi, nggak di semua jalan sih tapi memang dipusatkan di titik-titik tertentu, entah kenapa.

Pengendara jenggo

Maksudnya jenggo di sini tuh pengendara kendaraan bermotor yang bersikap kayak jagoan, suka motong jalan seenaknya dan kayaknya nggak bisa ngantre. Sebenarnya sih kelakuan kayak gini bisa lo temuin di semua tempat di Indonesia. Gw generalisasikan karena gw rasa sifat nggak sabaran udah jadi mentalitas warga Indonesia.

Namun, kelakuan kayak gini bikin pusing kalau dilakukan di Bekasi. Kenapa? Soalnya kayak yang udah gw sebutin di atas jalanan di Bekasi itu banyak yang rompal dan alasan itu saja bisa bikin macet lumayan panjang di jam-jam sibuk apalagi kalau ditambah sama pengendara yang nggak sabaran untuk patuh sama rambu lalu lintas dan marka jalan yang ada. Yah lo bayangin sendiri deh ya.

Sebenarnya bully-an dalam bentuk meme di medsos ini bisa menjadi teguran tersendiri bagi pemerintah kota Bekasi untuk berbenah menjadi wilayah yang lebih layak huni. Bukan… maksud gw bukan Bekasi yang sekarang nggak layak huni tapi semoga teguran itu membuat pejabatnya mikir untuk lebih giat mempercantik kotanya dan juga nggak lupa untuk menyisakan ruang hijau untuk bernapas.

Bisa juga pemerintah lebih memerhatikan akses jalan menuju kota Bekasi supaya perjalanan ke sana bisa lebih menyenangkan dan nggak terasa menyakitkan. Sementara untuk para tukang bully ada baiknya sih nggak cuma nyindir dan ngejek tapi juga harus berani bikin perubahan.

Ini bisa jadi bukti kan kalau nggak cuma pulau-pulau terluar aja yang butuh perhatian, tapi kota yang berada dekat dari pusat pemerintahan pun ternyata membutuhkan perhatian.

image005

So guys, let’s save Bekasi!!!

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 258 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Aktor-Aktor Film dengan Suara Terkeren

Close