Pemuda dan Sejarah Kebangkitan Bangsa

Sebentar lagi Hari Sumpah Pemuda. Gw selalu percaya kalau anak muda itu masa depan bangsa. Hal itu terasa amat realistis karena umumnya orang tua yang akan meninggal terlebih dahululah yang memulai “perjuangan” dan akan dilanjutkan oleh yang muda, betul kan? Bahkan mantan presiden pertama kita, Bapak Ir. Soekarno, pernah mengatakan “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia” dan itulah yang terjadi kemudian. Para pemuda mengguncang dunia.

Bahkan di Indonesia sendiri peristiwa besar yang menjadi bukti pentingnya pemuda bagi bangsa adalah kemerdekaan. Iya benar, kemerdekaan kita tercapai bukan tanpa perhitungan tapi juga tidak bisa disebut melalui proses pemikiran panjang yang sempurna, karena di tengah-tengah banyaknya rapat yang dilakukan panitia persiapan kemerdekaan, presiden Soekarno justru diculik golongan muda yang nggak sabar nunggu waktu kemerdekaan Indonesia sesuai rencana golongan tua. Fiuh.original (1)

Masih banyak banget di dunia ini yang membuktikan bahwa pemuda (biasanya sih identik dengan siswa dan mahasiswa) nggak melulu pasif harus belajar dan bisa melakukan sebuah pergerakan yang berakhir dengan perubahan bangsa:

Revolusi Prancis Mei 1968parismagnum10a

Bagi mahasiswa yang menjadi aktivis kampus (cieileeh) peristiwa ini pastinya nggak asing dan selalu dijadikan suatu barometer tersendiri – seenggaknya dulu gw di kampus begitu walau nggak begitu ngeh awal mulanya –  soalnya dekat banget sama insiden kemanusiaan di Indonesia yang terjadi pada 1965. Pergerakan yang awalnya adalah unjuk rasa mahasiswa karena penutupan Universitas Nanterre di Paris ini berkembang menjadi penggulingan kekuasaan De Gaulle yang berkuasa sejak 1958 karena dinilai terlalu konservatif, kapitalis dan imperialis.

Unjuk rasa menentang invasi Vietnam

Pada tahun yang sama dengan yang terjadi di Prancis, banyak pemuda Amerika berbondong-bondong melakukan protes terhadap keputusan presiden Richard Nixon untuk mengintervensi suasana politik Vietnam Selatan dengan alasan untuk melindunginya dari serangan komunis Vietnam Utara. Para pemuda menilai tindakan pemerintah hanya akan memangkas habis generasi muda dan mencederai fisik dan mental mereka. Gerakan yang awalnya dimulai oleh satu golongan ini kemudian menyebar dan menjadi suatu virus yang menjangkiti semua lapisan masyarakat.

Kerusuhan Mei 1998

soeAh… siapa sih yang nggak tahu insiden nasional ini? Mei 1998 jadi bulan penuh rasa was-was buat istri TNI dan POLRI, kaum minoritas (keturunan Tionghoa dan umat Kristen) dan yang paling penting adalah tahun penuh duka buat masyarakat Indonesia. Pergerakan yang dimulai mahasiswa ini berawal dari terjadinya krisis finansial dan tragedi penembakan empat orang mahasiswa Universitas Trisakti dalam sebuah unjuk rasa. Dalam kerusuhan ini pula akhirnya pemerintahan presiden Soeharto yang gagah bercokol selama puluhan tahun di Indonesia tergulingkan.

 

Revolusi Payung di Hong Kong

Revolusi ini salah satu penggagasnya adalah anak umur 17 tahun lho, bayangin, dia bahkan lebih muda dari gw. Revolusi ini bermula dari tuntutan untuk dilakukan pemilu yang demokratis di Hong Kong pada 2017 mendatang tapi permintaan itu seolah dimentahin lagi sama Beijing. Perlu diketahui Hong Kong itu sebelumnya berada di bawah pemerintahan Inggris dan kemudian dikembalikan ke pemerintah Tiongkok, jadi sebelumnya Hong Kong sudah cukup merasakan demokrasi sehingga pengaturan pemimpinnya oleh Tiongkok menjadi suatu masalah tersendiri yang membuat mereka merasa tidak bebas bergerak. Sampai saat ini masih belum ada hasil dari revolusi ini, tapi bursa saham Hong Kong jadi lemayan ngos-ngosan.

Pemuda sekarang terkenal bisanya cuma pesta sampai pagi. Tapi mereka nggak melulu harus dikaitkan dengan pesta pora tanpa jeda kok. Posisi mereka justru harus dimaknai sebagai roda pergerakan suatu bangsa. Okelah, nggak salah kok kalau golongan muda diidentikkan dengan kepala batu yang maunya selalu melanggar norma toh karena memang kita sedang dalam masa mendobrak tradisi yang menurut kita nggak cocok lagi di masa ini, apalagi anak muda itu adalah golongan yang paling gampang menyerap info dan kadang kurang andal untuk menyaringnya. Namun, kalau dipupuk dengan membaca dan cermat serta kritis gw yakin anak muda nggak cuma bisa jadi alay dan cabe-cabean doang kok.

Dari kejadian-kejadian yang gw list di atas juga terbukti kan kalau perubahan bisa dimotori golongan muda yang ngerasa nggak cocok sama tradisi, yang mau menggebrak kebiasaan dan pilihan mengenai masalah ini memang cuma ada dua yaitu; diam dan nerimo atau buat pergerakan untuk kemajuan bangsa. Yoi nggak tuh?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 123 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Magic!, Kini Reggae Gak Melulu Bob Marley

Close