Mengenal Loom Bands, Mainan Baru yang Sedang Digandrungi

Di tengah maraknya perkembangan game virtual di gadget yang bisa dimainkan anak-anak, muncul sebuah permainan untuk mengasah kreativitas anak, yaitu Loom Bands atau Rainbow Loom. Oke sebenarnya ini bukan permainan sih tapi semacam alat kerajinan tangan yang kalau dibandingkan sama game gadget yang cenderung bikin lo malah jadi asik sendiri dan nggak berkembang, Loom Bands justru menuntut tangan kita untuk terampil dan mengasah otak kita untuk jadi lebih kreatif.

Loom Bands ini nantinya bisa dijadikan macam-macam aksesori lho, kayak gelang, kalung, cincin, pita rambut dan masih banyak lainnya sesuai dengan kreativitas kamu. Loom Bands ini berawal dari penemuan seorang pengembang teknologi sabuk pengaman asal Malaysia pada 2011, Cheong Choon Ng. Setelah itu penemuan ini menjadi viral bukan melalui penjualan dan promosi besar-besaran tapi hanya berdasarkan promosi mulut ke mulut yang menceritakan mengenai serunya alat ketangkasan ini (gw mau nyebut permainan juga kok nggak pas yah). Menurut gw hal-hal kayak gini yang justru harus dikembangkan lagi karena permainan yang membutuhkan kreativitas kayak gini yang bisa bikin lo berinteraksi sama manusia lainnya.

Saat ini, Loom Bands masih cenderung buat anak-anak atau remaja putri dan kalau ada anak atau remaja putra yang mainan kayak gini pasti mereka takut dipertanyakan tentang kemaskulinannya. Menurut gw Loom Bands memiliki banyak hal positif dan negatif buat pemakainya, antara lain: loom-band-dress

Mengasah keterampilan dan kreativitas

Buat anak-anak perempuan yang masih dapat pelajaran KTK (Kerajinan Tangan dan Kesenian) ini penting banget lho soalnya saat membuat Loom Bands, lo otomatis akan berimajinasi tentang warna dan bentuk yang mau dipakai dan dirangkai. Hal ini berguna nanti kalau anak-anak itu dapat tugas membuat anyaman (masih ada kan ya?).

Jadi nggak ada lagi mama-mama yang begadang semalam suntuk untuk bikinin tugas KTK anaknya (kayak Mama gw dulu). Beda kan sama game yang ada di gadget yang justru bikin kita kayak dilem ke smartphone dan bikin kita jadi apatis dan buta sama lingkungan sekitar.

Lebih dekat dengan keluarga

Pasti dong saat kita berhasil bikin sesuatu, kita akan dengan jemawanya mau bikinin juga buat anggota keluarga yang lainnya, nggak peduli mereka suka atau nggak. Loom Bands, juga bikin kita jadi dekat sama Mama karena biasanya kita minta ajarin cara ngerakitnya dari dia.

Contohnya sih adik perempuan gw yang sebenarnya sudah kuliah masuk semester tiga, waktu dibeliin Loom Bands ini pertama kalinya dia yang biasanya kayak kembar siam sama smartphonenya jadi nempel terus ke si Mama apalagi kalau bukan minta diajarin caranya bikin gelang dari Loom Bands ini (secara yang paling kreatif di rumah itu ya Mama). Setelah bisa bikin dengan lancar (saat ini baru berupa gelang) adik gw ini sibuk bikin gelang juga buat Papa dan adik laki-laki gw yang menolak mati-matian untuk memakai gelang itu.

Nambah teman

Kalau yang ini sih sebenarnya bergantung sama kalian juga. Tapi serius deh, gw nemuin beberapa forum yang khusus dibuat untuk berdiskusi tentang bagaimana sih membuat bentuk ini dan itu dengan Loom Bands. Forum ini memungkinkan banget lho untuk mendapatkan teman baru dengan hobi yang sama. Bahkan sampai ada aplikasi untuk smartphonenya coba (padahal tujuannya untuk menghindari penggunaan smartphone lho).

Bisnis Baru

Seperti hal viral lainnya Loom Bands ini juga berkembang paling pesat. Dari yang awalnya cuma bersumber dari informasi mulut ke mulut, kini tutorialnya rame di Internet. Dari sekadar membahas, membuat forum baru sampai memperjualbelikan. Oleh karena itu Loom Bands bisa dijadikan bisnis buat kalian yang punya mental pedagang. Dari cuma jualan Loom Bands kit sampai jual Loom Bands yang udah dirakit dengan segala macam bentuk yang fungsional. Rubber-Loom-bands

Namun, karena Loom Bands ini adalah semacam karet dan penggunaannya cenderung bersentuhan sama kulit kita tetap harus berhati-hati dengan Loom Bands yang akan kita beli buat orang-orang tersayang kita. Apalagi pengguna dan perakit Loom Bands ini kebanyakan anak-anak dan remaja dengan kisaran usia 8-14 tahun.

Pasalnya beberapa produsen mainan yang salah satunya adalah produsen mainan terbesar dari Inggris, The Entertainer, sudah mulai gencar menarik Loom Bands ini dari peredaran karena menurut ilmuwan karet-karet Loom Bands ini mengandung zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker.

Zat berbahaya tersebut bernama phthalates dan berdasarkan penelitian British Assay Office yang dilakukan secara acak pada Loom Bands yang dipasarkan di Amerika Serikat, baik asli maupun palsu. Kandungan phthalates pada Loom Bands bisa mencapai 40 persen, padahal batas normal yang diizinkan oleh adan Penguji Logam Inggris cuma sebesar 0,1 persen.

Angka itu bisa lebih besar lagi pada produk Loom Bands “imitasi”. Katanya phthalates dapat bermigrasi dari plastik ke dalam tubuh jika terkena kontak langsung dengan air liur atau keringat. Nah, karena sekarang udah tahu manfaat sekaligus efek negatif dari Loom Bands, keputusan ada di tangan masing-masing.

Ayo siapa yang mau lomba bikin Loom Bands?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 213 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Bau “Kentut Kosmopolitan”

Close