Bullying, Tindakan Primitif yang Belum Punah

Kehebohan Ice Bucket Challenge untuk mendukung ALS kayaknya belum sepenuhnya menguap (atau malah belum menguap sama sekali ya?) soalnya masih banyak tuh yang ngelakuin gerakan viral ini guna menggalang dana penelitian ALS.

Sayangnya gerakan kemanusiaan ini justru dikotori dengan tindakan bullying yang dilakukan sekelompok remaja di Bay Village, Ohio, Amerika Serikat. Sekelompok remaja tersebut menggunakan IBC untuk mem-bully teman mereka yang merupakan seorang penyandang autis.

Bukannya mengisi ember dengan es atau mungkin air dingin, anak-anak berusia tanggung itu justru mengisi ember dengan sisa sekresi manusia kayak tinja, urin, ludah, dan ada juga puntung rokok.

Tindakan itu kemudian direkam menggunakan telepon genggam korban dan parahnya korban sama sekali nggak tahu apa-apa tentang hal ini, karena agak terbelakang, sampai ibunya menemukan video tersebut di dalam telepon genggam anaknya. Ya anak itu berpikir apa yang dialaminya bukan penindasan tapi memang IBC yang sedang sangat hype itu.

Bullying itu sama sekali nggak keren karena tindakan itu bisa ngerusak hidup banyak orang, terutama si korban dan keluarganya. Sayangnya semakin tingginya tingkat penggunaan media sosial di dunia berbanding lurus dengan jumlah kasus bullying.

Ya benar, bullying sekarang nggak cuma di dunia nyata parahnya lo bisa dengan mudah menjadi korban atau bahkan pelakunya di media sosial.

Dampak bullying pastinya akan sangat memengaruhi korban baik cara berpikir dan bertindak. Beruntung bagi orang yang bisa sok nggak peduli akan bisa terus melanjutkan hidup tapi akan bermasalah kalau korban menjadi sangat terpuruk karena tindakan ini dan bisa berujung pada hal-hal berikut:

Depresi

Orang yang menjadi korban bullying cenderung akan mengalami depresi. Ini terjadi karena perasaan tertekan yang mereka alami dan dari perasaan ini perlahan mereka akan menarik diri dari pergaulan dan menjadi orang yang antisosial.

Emosi labil

Selain depresi, perasaan tertekan karena tindakan bullying dapat menyebabkan emosi yang yang sangat labil. Emosi yang labil ini dapat membuat manusia cenderung bertindak nekat di bawah kontrol amarah. Banyak kasus pembunuhan yang terjadi sebagai tindakan balas dendam yang dilakukan korban seperti kasus yang terjadi di California, Amerika Serikat. Seorang remaja laki-laki melakukan penembakan di sekolah karena menjadi korban bullying teman-temannya. Nah, kalau kayak gini siapa yang salah, pelaku yang selalu menindas korban atau korban yang kemudian “melawan” dan “membalas”?

Bullying bahkan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, banyak juga tindakan penindasan yang terjadi di lingkungan kerja bahkan lingkungan militer yang juga mengakibatkan penembakan yang dilakukan oleh seorang perwira yang menembaki teman-temannya di pos militer tempatnya bertugas.

Bunuh diri

keep-calm-and-say-no-to-bullyingIni akibat yang paling parah, mengenaskan dan menyedihkan. Seringkali tekanan yang terus menerus dan bertubi-tubi dari pelaku bisa bikin korban stres dan menjadi gelap mata.

Masih ingat kasus Amanda Todd, remaja yang bunuh diri setelah di-bully atau nggak usah jauh-jauh ke Amerika deh, kita ke Yogyakarta aja. Ingat kasus ketua penyelenggara Lockstock Festival yang bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api karena di-bully di media sosial dengan alasan kegagalannya dalam menyelenggarakan festival musik itu? Kasus di atas menunjukkan betapa rapuhnya jiwa manusia saat terus-menerus dihakimi padahal pelaku penindasan juga belum tentu tahu loh apa yang sebenarnya terjadi.

Buat gw sendiri sebagai mantan korban bully bisa bertahan atau nggak itu memang bergantung pada pribadi masing-masing juga lingkungan sekitar, tapi bukankah akan jadi lebih baik kalau kita nggak saling menyakiti atau menghakimi siapa pun atas perbuatan mereka? Baik buruknya tindakan dan keputusan yang dibuat seseorang adalah risiko mereka sendiri.

So guys, let’s stop bullying for a better world!

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 86 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Ngakak Bareng Si Genius ‘Weird Al’ Yankovic

Close