Tiga Dosa Terbesar di Socmed

Siapa sih sekarang yang gak punya akun di media sosial (socmed)? Ya, kalo gak punya Twitter, Path, Google+, lo pasti ada Facebook, kan? Iya, socmed jadi hal yang lazim di zaman sekarang ini. Hampir semua informasi terbaru bisa didapat dari sini. Makanya semua orang pasti punya minimal satu di antara media sosial itu. Semua orang berhak pake itu, tapi ada beberapa dosa terbesar yang tidak boleh atau sebaiknya jangan dilakukan di media sosial:

  1. Nganggep socmed pacar

Lagi ikut kompetisi dan butuh dukungan ngadu ke Facebook; lagi gak suka sama orang curhat ke Twitter; mau tidur-bangun tidur laporan ke Path. Terserah lo anggep socmed itu apa, bebas mau ngapain juga itu kan punya lo, tapi satu yang perlu diinget: d i a b u k a n p a c a r lo.

Gak semua orang di dalamnya sepeduli itu sama lo kayak yang biasa dilakuin pacar lo yang perhatian itu. Jadi untuk detail yang remehtemeh sih sebaiknya disimpan untuk diri sendiri aja. Cukup taburi sejumput perasa masalah sendiri di atas topik yang umum, jangan melulu masalah pribadi lo. Socmed bukan pacar apalagi diary, don’t tell secrets about your personal life on it.

Kalo lagi ribet sama kerjaan juga usahakan tahan untuk gak nyampah. Pertama karena semua orang gak tau juga sama jobdesc lo, jadi gak akan ada respons yang memuaskan untuk membantu meringankan pekerjaan lo. Kedua mereka juga udah stres sendiri sama kerjaannya, setiap orang punya masalah sendiri. Ketiga yang paling penting: kecuali lo astronaut yang mencari kehidupan di Mars trus ketemu alien ramah dan ngajak pulang dia ke Bumi dan akhirnya bersahabat dengan manusia trus kita saling bergandengan tangan menciptakan dunia BuMars yang futuristik, pekerjaan lo sama sekali gak ada menariknya di mata orang.

Yah sekali-kali gak papa sih kalo lo udah gak kuat memanggul beban itu sendirian tapi jangan sering-sering ya.

  1. “Jangan copy-cat dong!”

Banyak orang di socmed yang merasa menciptakan sesuatu trus dia marah ketika postingan ciptaan dia disadur sama orang lain tanpa bilang ke dia. “Tulis RT, rePath, quoted from kek kalo mau make status gw,” begitu status nyata yang pernah gw temuin.

Ini memang masalah etika. Siapa sih yang suka plagiarisme? Tapi ini dunia internet, bruder. Gak ada lagi masalah privasi. Ketika lo milih untuk posting sesuatu di internet maka seharusnya juga perlu disadari bahwa konsekuensinya adalah hak cipta sudah hampir gak ada. Kalo postingan brilian itu gak mau dijiplak, taroh aja di brankas pake kode biner dikasih gembok titanium.

  1. Nge-like status sendiri

Ini dia the most unforgivable sin in social media. Jadi begini adek-adek, ketika lo ngetik status, foto atau tempat; otak lo sudah melewati proses kognitif untuk melakukan itu semua, lalu berujung pada keputusan untuk mengklik send, enter message, update status dan voila semua teman lo bisa melihatnya.

Dan itu artinya apa? Berarti lo memang suka sama apa yang lo posting sehingga sampai pada putusan untuk menyebarkannya. Lalu kenapa harus lagi nge-klik like pada posting sendiri? Menurut gw itu sama kayak lo bikin kue trus lo nawarin ke orang lalu lo bilang kuenya enak trus dia senyum tapi ketika lo lagi lengah orang itu ngelepehin kuenya. Karena ternyata gak enak. So, let them do the judging because your job is only to make the cake.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 62 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Tentang Rindu

Close