Sopan Juga Dibutuhkan di Pusat Perbelanjaan, Lho!

Belanja, semua orang pasti suka belanja. Pergi langsung ke pusat perbelanjaan atau mungkin hanya diam di depan gadget untuk mencari barang yang diinginkan via online. Belanja mempunyai berbagai caranya tersendiri. Buat perempuan belanja biasanya harus sekalian pergi ke pusat perbelanjaan. Utamanya buat gw, soalnya belanja tanpa lihat dan pegang barangnya langsung itu rasanya kurang sreg.

Kadang pergi ke pusat perbelanjaan tidak selalu ingin berbelanja namun hanya window-shopping demi melepas penat keseharian. Namun kadang kenyamanan belanja kita akan terganggu kaum borju Jakarta yang ngerasa kalau pusat perbelanjaan mereka adalah milik sendiri dan lupa caranya bersopan santun. Berikut beberapa tindakan yang bisa membuat orang lain kesel di pusat perbelanjaan:

Baby in stroller
childbenefit_1731879cSering kita lihat di outlet pakaian ternama, ibu-ibu muda bersasak tinggi; make-up tebal; dengan sepatu hak lancip juga bermerek terkenal; dan pakaian yang sangat perlente, terlihat mendorong kereta bayi di dalam outlet yang sudah cukup penuh dengan manusia.

Ini bukan karena gw nggak suka sama bayi atau anak-anak tapi isi kereta bayi itu bahkan bukan lagi seorang bayi yang nggak bisa jalan, melainkan anak-anak balita yang gw yakin sudah mahir menggunakan kedua kaki mungilnya untuk menjelajah seisi toko.

Sebenarnya hal kayak gini sangat mengganggu pelanggan lainnya karena membatasi akses jalan. Nggak jarang kaki pelanggan lain terlindas roda kereta bayi yang pastinya berat karena diisi balita yang sudah cukup besar atau kita jadi harus mepet rata sama tembok karena ratu dan pangerannya mau lewat. Lebih baik anaknya digandeng aja karena selain bisa lebih akrab dengan skinship, berjalan juga baik untuk kardio.

Sorry seems to be the hardest word
Hal paling ngeselin lainnya saat lagi belanja adalah saat kaki lo diinjek sama orang yang nggak dikenal and they don’t even offer an apology. Ini tingkat ngeselinnya menurut gw adalah tingkat dewa. Apa sih susahnya untuk sekadar minta maaf setelah bikin orang lain jadi nggak nyaman.

Bahkan nggak jarang mereka tahu kesalahan mereka, nengok sebentar terus melengos seperti nggak ada apa pun. Mungkin mereka enggan minta maaf karena mikir nggak akan ketemu lagi juga sama yang orang diinjeknya jadi buat apa repot-repot minta maaf. A little manner won’t do you any harm, seriously.

Hospitality
Nggak jarang saat kita sudah bersikap manis tapi malah dibalas dengan ketus oleh pramuniaga. Di saat kita berniat belanja di salah satu toko yang memiliki koleksi pakaian bagus tapi sayang pramuniaganya sangat tidak ramah, dengan wajah ditekuk dan suara yang judes mereka menyambut kita.

Berdiri berjam-jam atau bahkan mungkin belasan jam bukan menjadi suatu alasan untuk bersikap tidak sopan pada pelanggan, apalagi kalau pelanggannya bicara dengan sopan dan lembut.

Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan budaya sopan di Indonesia saat ini? Budaya di mana orang tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi tapi juga kepentingan umum sehingga bisa tercapai suatu harmoni. Meningkatnya daya beli di masa modern seyogianya akan lebih baik jika diimbangi dengan peningkatan empati, setidaknya untuk orang yang berada di dekat kita bahkan meski kita tidak mengenalnya.

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 24 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Menginterpretasikan Perempuan dan Misterinya

Close