Sinetron dan Ciri Khasnya

Sinetron pasti nggak lepas dari kita semua, mau anak 90-an kek, anak 2000-an kek pasti hidupnya nggak jauh-jauh dari sinetron secara sinetron itu selalu tayang prime time. Sinetron sendiri sebenarnya awalnya adalah drama radio yang digemari ibu-ibu di Amerika, terus karena era radio bergeser jadi era televisi maka drama serialnya juga ikut dipindah ke televisi, tapi penyebutan opera sabun masih tetap dipertahankan.

Di Indonesia sendiri penggunaan istilah sinetron dicetuskan oleh salah seorang mantan pengajar IKJ yaitu Bapak Soemardjono dan akhirnya digunakan sampai sekarang. Setelah sinetron terus dikembangin lagi jadi FTV untuk mengakomodasi penonton yang nggak punya waktu nonton sinetron yang jumlah episodenya suka nggak masuk akal banyaknya.

Gw nggak tahu apa judul sinetron pertama yang ada di Indonesia, tapi yang gw yakin nilai-nilai pendidikan sinetron sekarang banyak bergeser. Kalau gw ingat-ingat sinetron yang dulu banget gw tonton bareng keluarga itu Si Doel dan sinetron yang gw tonton sendiri sehabis pulang sekolah itu Keluarga Cemara.

Sinetron dan FTV sekarang rata-rata punya plot yang seragam bahkan beberapa hal yang seolah adalah ciri khas sebuah sinetron dan FTV. Tapi ngeh nggak sih kalau sebagian besar sineton atau FTV punya beberapa ciri khas yang kadang kalau kita liatin dan inget-inget suka bikin ngakak sendiri, bikin blushing nggak jelas, atau bahkan serangan jantung saking keselnya gitu.

Malaikat dan iblis

Maksud gw tuh peran antagonis dan protagonisnya serba berlebihan nggak sih? Si jahat yang terkesan selalu pecicilan dan nggak bisa liat orang lain seneng dan jahatnya cenderung bikin gw mikir masa iya ada orang yang jahatnya nggak nanggung-nanggung kayak gini. Sementara si baik jadi terlihat cenderung bodoh karena terlalu anteng walau dijahatin kayak apa juga, nrimo banget sampai yang nonton berimajinasi bisa mecahin kepala si jahat demi membela si baik. Ah, emosi gw jadi naik kan men.

Pembantu dan tukang ojek yang cantik dan ganteng

Cuma di sinetron atau FTV gw bisa liat pembantu bisa sebegitu cantiknya dan tukang ojek sebegitu gantengnya. Lo bayangin kalau lo punya pembantu yang cantik banget dijamin orangtua lo bisa berantem terus bawaannya atau coba kalau tukang ojek ada yang beneran seganteng itu, bisa-bisa lo minta anter nggak cuma sampai depan rumah tapi sampai kamar sekalian.

Cinta itu buta

Oke fine, gw juga tahu kok kayaknya cinta itu buta banget, tapi ya nggak gitu juga kali. Yakali lo bisa jatuh cinta sama copet, sama sopir angkot, atau kernet. Yah emang mungkin sih, cuma itu a very rare case mengingat sopir angkot di Jakarta rata-rata galak semua dan kerennya lagi sopir angkotnya bisa romantiiiiiiis banget, saking manisnya sampai bikin sakit gigi.

Adegan zoom in-zoom out

5934099_201311290842320651Tahu kan adegan yang ini, adegan di mana pemerannya mukanya di-shoot jauh terus deket terus jauh lagi, terus diambilnya dari segala sudut gitu, atas, bawah, samping kiri-kanan dan terus berulang sampai akhirnya muncul tulisan bersambung (biasanya sih gitu yah). Tapi serius deh, adegan ini selalu berhasil bikin gw geli sendiri, ngekek-ngekek nggak jelas walaupun si pemerannya tuh lagi menggerutu. Mungkin sih niatnya menampilkan sisi dramatis ya tapi apaan yah yang ada di pikiran cameraman atau sutradaranya, dapet ide dari mana coba menampilkan sisi dramatis dengan cara kaya gitu. Apa itu salah satu metode di dunia perfilman? Ayo dong yang anak perfilman bisa kasih tau maksudnya ga?

Ngedumel dalam hati

Nah yang ini lagi, juga selalu sukses bikin gw antara geli mau ketawa sama senewen. Perhatiin deh kalo pas adegan ini pasti lamaaaaaaa banget ngedumelnya, sampai kadang-kadang juga diikutin tulisan bersambung. Ah, sumpah adegan ini sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Backsound yang jadi petunjuk

Perhatiin deh, kalau si antagonis mau berbuat jahat, pasti selalu ada backsound yang jadi petunjuk. Pasti pernah kan kalau lagi nonton sinetron terus ada bunyi-bunyi tertentu yang tahu-tahu bikin kita mbatin “Ah, mau apa lagi si jahat ini.”

Nah nah, maksud gw itu backsound yang jadi petunjuk tentang adegan yang akan dilakukan. Tapi bunyi itu tadi nggak cuma buat si jahat kok, ada juga buat si lucu teman si baik dan pastinya si baik itu sendiri bahkan kalau itu adegan serem, hantu aja punya backsound sendiri.

Hayoo pernah nggak merhatiin hal-hal yang selalu jadi ciri khas di sinetron atau FTV itu atau itu cuma perasaan gw aja ya. Cuma pastinya ciri khas itu yang suka bikin kita penasaran sama sinetron, walau sedikit. Iya nggak sih?

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 199 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Sam Smith, Suara Baru Wajib Dengar Bulan Ini

Close