Kenapa Depresi Bisa Bikin Robin Williams Bunuh Diri?

Sometimes the person who tries to keep everyone happy is the most lonely person – Anonym

Kali ini gw mau bikin tulisan yang sedikit serius. Tulisan gw kali ini didasarkan pada kejadian yang baru terjadi, yaitu meninggalnya komedian gaek Hollywood, Robin Williams. I won’t talking about his achievement, too many people already do that, yang akan gw bahas adalah dugaan penyebab meninggalnya sang komedian senior itu: depresi.

Terkadang banyak dari kita yang menyepelekan masalah stres dan depresi. Dua hal tersebut memang hal yang sangat lumrah terjadi saat kita, manusia, masih bernapas dan hidup di muka bumi. Tapi yang harus dikhawatirkan adalah sikap dan keadaan lingkungan orang-orang yang menderita depresi dan stres. Penderita stres dan depresi memerlukan perhatian yang lebih banyak daripada orang pada umumnya. Memang itu bukan berarti kita harus memanjakan mereka dan memperlakukan mereka seperti barang pecah belah tapi kita harus sering memulai interaksi yang dapat membuat mereka lebih dapat melepaskan stres dan depresinya.

Terkadang, kita terlambat menyadari tentang hal ini, bahkan yang paling buruk kita sering menyadari hal ini setelah orang terdekat kita melakukan tindakan-tindakan yang sangat di luar nalar manusia. Kita cenderung menganggap bahwa stres dan depresi adalah suatu hal yang dibesar-besarkan. Seringnya orang salah tafsir masalah kesedihan normal dan depresi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang cenderung dilakukan oleh seorang yang mengalami stres atau depresi (menurut penelitian sotoy gw) yang dapat kita gunakan sebagai acuan untuk mengenali gejala stres dan depresi pada orang terkasih.

  1. Menarik diri

Orang yang mengalami stres dan depresi cenderung menjadi seseorang yang  tertutup. Hal ini karena mereka pikir nggak akan ada satu orang pun yang bisa ngerti keadaan mereka. Bukan, mereka bukan sombong dengan keadaan mereka tapi mereka bingung untuk mengungkapkan perasaan tertekan mereka dalam bentuk kata-kata.

  1. Menjadi kurus atau gemuk secara drastis

Tidak jarang kita menemui kerabat, sahabat dekat atau bahkan keluarga serumah mengalami perubahan bentuk badan yang sangat drastis. Drastis di sini kecuali hamil atau operasi sedot lemak loh ya tapi drastis ketika kita liat mereka mengalami perubahan bentuk badan padahal nggak ada hal apa pun yang terjadi. Paling susah adalah kalau yang lo liat itu adalah penambahan berat badan. Kita pasti cenderung nyela kalau liat teman, kerabat atau keluarga terlihat lebih gemuk dari biasanya. Tanpa bertanya tentang kesehatannya kita cenderung menilai bahwa kehidupannya lebih baik. “Subur amat, makmur kayaknya sekarang,” gitu sih yang biasa diucapkan.

  1. Ceria

Yup yup yup, ceria tak selalu berarti bahagia, keep that in mind. Gw punya teman yang selalu terlihat ceria di depan banyak orang (bahkan di depan gw). Dia bisa ketawa bahkan dengan joke yang paling garing sekalipun tapi terkadang gw akan liat dia dengan tatapan menerawang yang gw sendiri nggak pernah tahu apa maknanya.

  1. Insomnia atau Hipersomnia

Orang yang mengalami stres dan depresi sering mengalami kesulitan tidur atau bahkan keinginan untuk terus tidur. Menurut pengamatan sotoy gw lagi nih, sulit tidur adalah dampak dari stres yang dialaminya dari pikiran-pikiran yang memenuhi kepalanya. Makanya orang yang stres dan depresi cenderung mengalami susah tidur.

Sebaliknya, seseorang yang menderita stres dan depresi bisa juga justru mengalami hipersomnia, yaitu keadaan di mana si penderita malah enggan untuk beranjak dari pembaringannya.

  1. Emosi yang Nggak Stabil
Hasil koroner katanya Robin Williams bunuh diri pakai sabuk.
Hasil koroner bilang Robin Williams bunuh diri pakai sabuk.

Ini mungkin yang paling gampang dilihat dari seseorang yang sedang mengalami stres dan depresi. Emosi yang serba naik turun mungkin dapat dijadikan indikator paling gampang karena di sini akan terlihat sangat aneh kalau kita ngeliat orang dengan emosi yang sering naik turun tidak terkontrol. When you seen it, you’d better help them out.

Pertolongan yang paling mudah kita berikan untuk orang yang mengalami stres adalah dengan tidak membiarkannya merasa sendirian. Perasaan sendiri dan kesepian dapat membuat orang semakin larut dalam pikiran-pikiran negatifnya.

Di dunia psikologi tanda-tanda seseorang dapat dinyatakan mengalami stres atau depresi dituangkan dalam sebuah buku pedoman yang dikenal dengan nama DSM-IV (The Fourth Edition of the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders).

Mungkin gw nggak akan sempet baca buku yang tebalnya sampai 900an lebih halaman, tapi dari yang gw liat buku ini memang benar-benar pedoman karena buku ini sudah mengklasifikasikan gangguan mental berdasarkan penyebabnya dan setiap bab tentang gangguan mental ini dipersiapkan dengan baik oleh tim-tim khusus.

Namun dari sekilas yang gw dari buku itu, berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan sedikit pedoman ilmiah untuk mengenali gejala depresi:

  • Kesulitan berkonsentrasi, mengingat detail, dan membuat keputusan
  • Kelelahan dan energi berkurang
  • Perasaan bersalah, tidak berharga, dan atau tidak berguna
  • Perasaan putus asa dan atau pesimistis
  • Insomnia, terjaga sampai pagi, atau tidur berlebihan
  • Mudah tersinggung, gelisah
  • Kehilangan minat dalam kegiatan atau hobi yang dulu disenangi, termasuk seks
  • Kehilangan kesenangan dalam hidup
  • Terlalu banyak makan atau hilang nafsu makan
  • Nyeri atau sakit yang menetap, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan yang tidak berkurang bahkan dengan pengobatan
  • Perasaan sedih, cemas, atau “kosong” yang menetap
  • Berpikir bunuh diri atau mencoba bunuh diri

Poin-poin di atas gw ambil dan terjemahin secara acak, jadi kalau ada anak psikologi yang kebetulan baca dan menemukan kesalahan tolong dibenerin (ngarep banget dibaca). Dan untuk orang-orang yang penasaran apakah kalian memenuhi gejala di atas, tolong jangan sekadar Googling, tapi periksa ke dokter biar lebih afdol dan sah.

Yang diperlukan dari orang yang mengalami stres dan depresi adalah dukungan dan semangat ke arah yang lebih positif, serta kalian harus sabar untuk memberikan itu semua ke mereka karena nggak jarang mereka akan jadi makhluk paling denial dan menyebalkan di muka bumi ini. Jangan berhenti kasih dukungan ke mereka dan jangan hanya bisa prihatin saat semua sudah terlambat.

Sumber bacaan:

http://www.catatandokter.com/2012/03/ciri-ciri-depresi.html

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 100 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Jalan Lain ke Komodo

Close