Ternyata Sambel dan Cinta Punya Persamaan, Lho!

Di sore hari yang sejuk sekelompok remaja wanita duduk di bawah pohon bersama ngulek sambel rujak. Mereka mencocol mangga muda, belimbing, jambu air, bengkuang, dan nanas dengan sambel yang meleleh ke tangan dari dalam cobek berisi sambel pedes bukan main yang diulek dengan segenggam kacang tanah goreng yang hancur kasar di dalamnya.

Lo sedikit ngeces di ujung mulut waktu baca bagian mangga muda dicocol sambel? Lo gak sendiri. Kebanyakan orang juga merasa begitu. Itu rasa yang universal. Hampir semua orang pernah menikmati sambel rujak; kepedesan, keringetan, teriak-teriak pedeeeees, kembung minum banyak air sesudahnya. Tapi gak pernah ada yang kapok!

Iya sambel itu sama kayak cinta. Semua orang pernah ngerasain dan gak ada yang kapok. Kenapa cinta? Iya pokoknya sama. Seenggaknya menurut gw. Berikut alesannya:

Sambel itu pedes

Lah iyalah, kalo manis mah namanya coklat. Atau Dian Sastro. Sensasi rasa pedes itu didapat dari capsaicin yang ada di urat putih tempat biji cabe melekat. Dalam istilah biologi sebenernya rasa pedes itu gak ada. Rasa pedes itu sebenernya rasa sakit yang muncul ketika papila (ujung saraf) di lidah lo kena capsaicin. Setelah itu otak ngirim sinyal ke otak yang isinya sama ketika lo lagi kepanasan atau nyeri. Tapi orang awam kayak lo, eh kita deh, nyebut itu kepedesan.

Nah, karena sambel itu menyakitkan maka sekarang gw bisa nyamain sambel dengan cinta. Alkisah, ada seorang perempuan pacaran 13 kali trus akhirnya menikah dengan pacar ke-13-nya. Dua tahun nikah akhirnya cerai karena suaminya tukang judi. Trus dia kawin lagi. Empat tahun berusaha mempertahankan rumah tangganya akhirnya dia kembali memutuskan bercerai karena sering dipukuli suaminya. Kini dia sedang mencari pengganti suaminya.

Terdengar familier? Itu kisah yang paling umum. Ketika dia memutuskan pacaran atau nikah pasti ada rasa suka yang terlibat sehingga memutuskan untuk merajut kasih. Tapi di antara akhir hubungan yang satu dan awal hubungan yang lain pasti selalu ada rasa sakit waktu pisah disertai was-was untuk ke depannya, kan? Kenapa dia mau menjalin hubungan lagi setelah sakit? Sama kasusnya kayak makan sambel. Ketagihan.

Berulang kali sakit (dalam bahasa orang awam kayak kita berarti kepedesan) bukan berarti enggan untuk mengulangnya. Manusia itu sadar gak sadar menikmati rasa sakit. Untuk tingkatan ekstremnya sih jadi masochist. Mereka ketagihan disakiti. Ada rasa nikmat dalam kesakitan. Jadi gak ada rasa kapok, baik makan sambel atau menjalin cinta. Selama ada air (janji) putih, sikat terus!

Sambel itu diulek

Kalo gak diulek dan hancur gak akan jadi sambel, gak nikmat. Cinta juga gitu. Kalo adem ayem aja, utuh-utuh aja gak akan nikmat. Istilah puitisnya gak akan teruji kekuatannya.

Pernah denger Romeo dan Juliet? Itu cerita karya Williams Shakespeare yang dipublikasi tahun 1597. Dan masih dikenang setelah hampir 400 tahun berlalu. Kurang hancur apa lagi kisah cinta mereka? Si Romeo berasal dari keluarga Montague dan Juliet dari keluarga Capulet. Meski kedua keluarga itu bermusuhan kedua sejoli itu menjalin kasih. Tapi berakhir tragis ketika Juliet minum obat yang bikin dia koma supaya bisa kawin sama Romeo. Sialnya, Romeo gak tau itu, trus akhirnya dia minum racun karena gak sanggup hidup tanpa Juliet. Mati lah dia. Pas obatnya sudah habis khasiatnya, Juliet bangun, dia liat pacarnya tergeletak tak bernyawa. Galau parah ditinggal mati kekasih, dia akhirnya juga bunuh diri dengan menusuk belati ke jantungnya.

Lihat kan? Justru yang hancur lebur yang terkenang (pedes). Coba tanya kisah cinta baek-baek-aja-dan-adem-ayem mana yang terkenal sampai 400 tahun sesudahnya?

Sambel itu bikin nafsu

Hot-chilli-beautyheavenJangan mikir ngeres dulu mentang-mentang lagi ngomong cinta. Alesan beberapa orang makan pakai sambel adalah bikin lebih nafsu makan. Gw juga lebih nafsu ketika makan cuma sama ikan asin dan nasi panas tapi ada sambel terasinya.

Begitu pula cinta, selalu bikin nafsu hidup bertambah. Kalo ada orang yang mencintai lo di luar sana pasti akan bikin hidup terasa bergairah, punya tujuan, seenggaknya ada yang ngarahin untuk mencapai tujuan lo.

Sambel dan cinta sama-sama memproduksi hormon endorfin yang membangkitkan sensasi kenikmatan. Semua orang berhak untuk merasakan kenikmatan.

Sampai Bang Rhoma juga mengakui itu:

Hidup tanpa cinta…Bagai taman tak berbunga

Soal cinta. Soal kita // Cinta kebutuhan manusia

Siapa saja memerlukannya // Karena cinta punya gaya.

Ngomong-ngomong, cinta punya gaya tuh apa sih maksudnya?

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 163 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Kenapa Depresi Bisa Bikin Robin Williams Bunuh Diri?

Close