Angkutan Umum Makin Tak Ramah Difabel

Sebagai salah satu pengguna angkutan umum aktif, terkadang gw suka ngerasa makin ke sini pengguna angkutan umum suka makin brutal dan nggak sabaran. Padahal menurut gw berdiri atau duduk sama aja asal sampai tujuan, toh di kantor juga kita bakalan kebanyakan duduk kok. Tapi sejujurnya sih gw juga suka kesel kalau udah nunggu lama ternyata dapetnya tetap berdiri. Sakit men.

Berdiri atau duduk bukan berarti lo harus jadi orang yang nyebelin ke orang lain kan. Gw ingat banget beberapa bulan yang lalu ada kasus Dinda yang ramai banget dibicarakan di media sosial, bukan dia bukan artis, atlet, atau pesohor lainnya. Dinda adalah pengguna kereta rel listrik (KRL).

Dinda jadi terkenal karena postingannya tentang ibu hamil di dalam kereta. Jujur saat itu sekilas terlihat betapa arogannya si Dinda ini, nggak mau kasih tempat duduk buat seorang ibu yang lagi hamil. What a selfish person. Kalau kita mau bicara dari sudut pandang kedua belah pihak, mungkin kasus Dinda nggak sepenuhnya kesalahan Dinda. Dia sadar kok untuk berangkat pagi buta dari rumah demi sedikit mencari kenyamanan bisa duduk dan bocan (bobo cantik) di kereta. Cuma yang jadi masalah, Dinda nggak menjelaskan di manakah dia duduk, kalau saat kasus itu terjadi Dinda memang duduk di kursi prioritas, kesalahan memang di Dinda tapi kalau dia duduk di kursi biasa, masalah memberikan kursi ke penumpang prioritas itu kembali pada masalah hati nurani.

Kita nggak akan bahas Dinda lagi, her story is so last year, yah sebenarnya gw juga nggak terlalu ikutin kronologinya sih. Sekarang gw akan bahas tentang kasus penyalahgunaan kursi prioritas terbaru yang terjadi di KRL.

dua-pemuda-tertidur-di-krl-cuek-tidak-berikan-tempat-duduk-bagi-tuna-netraBeda banget kejadiannya sama Dinda yang pada akhirnya ngalah menyerahkan tempat duduknya dan cuma bisa nyebar dongkol di Path, kasus terbaru ini terjadi juga di atas KRL, di mana dua orang sehat walafiat mengusir anak yang menggandeng orangtuanya yang kebetulan adalah penyandang tunanetra untuk melanjutkan bocannya. Speechless.

Kejadian ini kemudian diabadikan oleh seorang pengguna KRL lainnya lalu diunggah di Facebook. Lalu dimulailah kembali serangan viral. Lagi-lagi sanksi moral diberikan oleh masyarakat pengguna jejaring sosial. Sayangnya tindakan itu nggak serta merta bisa menyelesaikan masalah karena – berbeda dengan Dinda yang postingan di Path-nya di screenshot sama salah satu temannya yang berakibat siapa si Dinda ini bisa segera diketahui dan akhirnya meminta maaf – pelaku kasus ini belum tentu tahu kalau saat ini mukanya lagi booming banget di Facebook, secara kan nama mereka nggak di-tag di postingan itu.

penyandang-cacat-duduk-lesehanSebelum ini, juga ada difabel atau penyandang disabilitas yang terpaksa duduk di lantai KRL karena kursi prioritasnya dipakai orang-orang yang nggak diprioritaskan. Hmmm.

Perilaku yang kurang baik kayak gitu sebenarnya nggak cuma ada di kereta aja, tapi mungkin ada di semua angkutan perkotaan, misalnya aja sebagai pengguna bus kota, gw sering banget nemuin hal-hal kayak gini, apalagi bus kota biasa beda sama bus Trans Jakarta atau KRL yang memang secara khusus menyediakan kursi prioritas. Di bus kota biasa, nggak jarang lo akan menemukan tindakan yang menurut gw cukup brutal untuk dilakukan ke orang lain.

Sebenarnya sikap-sikap kayak gini bisa dihindari kalau kita meningkatkan empati dan toleransi dari dalam diri masing-masing. Nggak mau sok tua juga sih, cuma gw selalu ngebayangin kalau ibu-ibu sepuh (karena tua terkesan terlalu kasar) yang harus bergelantungan di bus itu adalah Mama, Budhe, Tante, atau salah satu anggota keluarga gw lainnya.

Namun pastinya hal ini nggak juga bisa kita harapkan bisa diterapkan sama semua orang tapi gw juga yakin kalau itu bisa jadi semacam virus yang menular kok. Nggak cuma penyakit, kebaikan juga bisa menular, kayak di film Pay It Forward-nya Kevin Spacey. Jadi cukup lakukan itu dari diri kita masing-masing dan nggak menutup kemungkinan kebaikan kita itu bisa jadi inspirasi buat orang lain untuk berbuat kebaikan juga.

So guys, mumpung masih muda, ngalah berdiri untuk ngasih tempat duduk ke orang yang lebih membutuhkan itu nggak rugi-rugi banget kok. Apalagi menurut penelitian berdiri bisa bakar kalori juga loh, yah sekalian olahraga juga kan.

Yok kita tingkatkan toleransi dan empati di kendaraan umum.

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 74 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Hal Menggemaskan yang Gw Temuin dalam Film Horor

Close