Tiga Ciptaan Gak Penting yang Terlanjur Ada di Dunia

The more I see the world

the more I am dissatisfied with it.

– Jane Austen –

Manusia emang selalu gak puas sama dunia. Selalu saja ada yang kurang di matanya. Padahal dia sendiri juga banyak kurangnya. Yah, namanya juga manusia lebih mudah melihat kekurangan daripada menerima kekurangan sendiri.

Tapi berikut ada tiga hal yang, menurut gw, seharusnya lebih baik gak ada di dunia karena kehadirannya sia-sia atau malah bikin susah orang.

PPKn

ppknWaktu gw SD pelajaran ini namanya PMP, pendidikan moral Pancasila, lalu diubah namanya jadi PPKn, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, sekarang gak tau apa namanya. Menurut gw ini adalah salah satu ciptaan yang sia-sia. Pertama karena urgensinya buat anak gak ada. Anak-anak dijejali norma-norma kaku tentang kewarganegaraan di saat mereka belum paham betul tentang negara dan orang lain selain dirinya sendiri. Ini seperti menyuapi nasi ke anak umur 1 hari yang baru bisa minum susu. Belum waktunya, bro.

Moral itu penting. Iya, gw juga setuju. Tapi rasanya pelajaran ini bisa digabungin sama pelajaran agama. Bukankah agama juga berbicara tentang moral dan umat yang baik juga harus menjunjung tinggi pemimpin, dalam hal ini negara? Jadi kenapa harus memisahkan agama dan negara jadi dua entitas terpisah? Ribet tau, aku kan masih kecil.

Alangkah baiknya dana yang disalurkan untuk LKS, buku modul dan gaji gurunya dialihkan ke pelajaran yang lebih manfaat: pelajaran tentang kesehatan, misalnya. Bukan biologi, tapi kesadaran tentang kesehatan sejak dini. Moral adalah sesuatu yang abstrak dan sulit memaksa orang untuk memahami sedangkan kesehatan lebih mengena karena dirasakan sehari-hari. Moral bukan sesuatu yang harus diapal atau dijejali tapi harus bersumber dari hati.

Bicara tentang moral, kenapa guru tutup mata dan lebih memilih mengajarkan sesuatu yang abstrak daripada memberi kesadaran murid-muridnya untuk tidak jajan kulit ayam fred ciken dikasi saos dari tomat dan cabe yang udah busuk, gulali-gulali dan yang kadar gulanya bisa memicu diabetes di kemudian hari, limun-limun yang pewarnanya bisa mencetuskan kanker, lidi-lidian yang kadar MSG-nya bisa bikin bego?

Lagi pula, jika murid-murid mereka sehat kan mereka bisa hidup lebih lama dan lebih berkesempatan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang adiluhung itu. Sebaliknya jika sakit, boro-boro mikirin negara, mikirin orang lain juga udah gak sempet karena mesti ribet berobat.

!!!!!!

attention-307030_640Kalau ! atau tanda seru gw bilang seharusnya gak ada, gw bakal ditimpukin ahli-ahli linguistik di luar sana. Bukannya diilangin cuma kayaknya tanda baca ini harus dibatasi aksesnya! Semakin ke sini semakin banyak gw liat orang menyalahgunakan ini! Setiap orang yang make ini, buat gw, terkesan ga santai! Bossy!

Gak enak kan baca kalimat dengan banyak tanda seru kayak di atas? Iya, buat gw tanda seru itu bikin kalimat jadi berlebihan ditekankan. “Ini bus penuh banget! Lagi liburan ngapain pada keluar sih? Gw mau kerja woi!!!” begitu beberapa status yang sering gw temuin di media sosial. Gw yang baca terkesan kalo dia lagi teriak-teriak, ngerengek kayak anak kecil, selain itu dia juga egois. Tanda seru buat gw selalu seperti orang yang memaksa, tiran, dan gak sabaran.

Dengan mengeluh tanpa tanda seru pun kita sudah tau kok kalo lo lagi kesel. Jadi kenapa harus ditambah itu lagi dan malah bikin lo terlihat murka level saiya? Dan lo jadi terlihat antagonis. Lagian sifat dasar manusia kan pasti gak suka disuruh-suruh, diteriaki, atau dimarahi. Untuk orang-orang yang rapuh kayak gw, tanda seru bisa bikin ngejengkang kaget. Berasa diteriakkin di telinga pake sound system konser Metallica.

Memang tulisan tidak bisa disamakan dengan intonasi dalam bertutur secara langsung. Tapi mungkin ada baiknya tulisan sebisa mungkin tidak menimbulkan multiinterpretasi mood. Kata-kata yang kita baca juga memengaruhi mood loh, bukan cuma decak ck…ck…ck…. orang di sebelah kita ketika tidak sabar angkot lagi macet yang bisa bikin ikut kesel.

Mungkin perlu ada captcha untuk membatasi abuser tanda seru. Atau lebih keren lagi kalo ada kotak dialog, “Are you sure you want to use this exclamation mark?” sama kayak kalo pengen format harddisk. Tapi 1000 kali! Biar orang bisa mikir lagi kalo mau nulis pake tanda seru.

Nyamuk

2783124139_7374c77b49_zSetelah dua hal di atas menggugat ciptaan manusia sekarang gw memberanikan diri membahas ciptaan Tuhan. Maafin ya Tuhan. Tapi makhluk yang satu ini emang bikin bingung. Fungsinya di dunia ini hampir tidak bisa (gw) temukan. Yang dia bisa cuma menyakiti. Tega kamu, muk!

Kalau ada yang bilang nyamuk diciptain buat jadi makanan cicak, dia salah berat bro! Cicak sekarang udah gak demen nyamuk. Dia lebih suka nasi. Coba liat di sarung-sarung penutup rice cooker kemungkinan dua cicak kering kerontang dalam setiap bulan ditemukan mati di sana. Untuk membuktikan itu bukan kebetulan, gw pernah taro nasi di meja dapur. Gw biarkan terbuka begitu saja. Pas gw balik ada tiga cicak di sana lagi makan nasi. Sumpah ini gak bohong! Pake piring lagi makannya… sambil ngobrol politik.

Kembali ke nyamuk. Jadi sebenarnya peran apa yang diberikan Tuhan untuknya di dunia? Gak mungkin kan cuma untuk ngeselin orang? Meski manusia juga ada yang natural born jerk. Mungkin dia diciptain semata-mata untuk jadi mata pencaharian orang; tukang pil kina, tukang raket listrik, tukang autan, tukang kelambu. Yah, jadi yang ini gak jadi gak berguna deh, Tuhan. Maaf ya udah mempertanyakan ciptaan-Mu.

Stay updated! Follow us on:

Find me

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.
Find me

Latest posts by Imanuel Kristianto (see all)

(Visited 97 times, 1 visits today)

Imanuel Kristianto

A movie enthusiast. A professional cynic but my heart's not in it.

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Islam yang Ambekan

Close