Lebaran dan Segala Printilannya

Selamat Idul Fitri Minal Aidzin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin buat semua umat muslim di seluruh dunia. Buat umat yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, lebaran atau Idul Fitri jadi hal yang pastinya ditunggu-tunggu. Gw sendiri waktu kecil selalu nungguin lebaran dan gara-gara terus nungguin lebaran , puasa jadi berasa sangat lama banget sekali. original (1)

Saat-saat lebaran paling ditunggu karena banyak hal yang “so special” dan cuma bisa didapetin di saat-saat lebaran. Berikut ini gw mau listing beberapa hal yang selalu gw tunggu dari lebaran (walaupun mungkin sekarang justru jadi penderitaan gw sebagai perempuan).

Kue kering
SONY DSCMulai dari kue kastengel, nastar, putri salju, sampe kue kacang semua bisa tersaji di dalam toples-toples cantik dan ditaruh di meja ruang tamu, semua itu berkat tangan terampil Mama. All hail Mama. Kue-kue ini jadi sangat istimewa karena memang hanya tersaji di hari raya seperti ini (di rumah gw sih gitu). Kue kering menjadi suatu kemewahan buat gw yang suka makan, jadi ga repot harus ke warung dulu untuk sekadar ngemil dan semuanya terjamin sehat tanpa pengawet dan pemanis buatan. Ini bukan iklan. Tapi berhubung sekarang gw adalah seorang perempuan dewasa, kegemaran gw untuk ngemilin kue-kue kering pendukung lebaran menjadi suatu bumerang tersendiri, soalnya gw yang dianggap sudah cukup tua, diharuskan bikin kue sendiri. Sedih.

Ketupat dan semua lauk-pauknya
Hidangan Lebaran IndonesiaSalah satu hidangan istimewa yang pasti tersaji di rumah gw adalah ketupat. Hohoho… even just telling you this making me feel hungry. Gw nggak tau pasti sejak kapan tradisi ketupat, opor, rendang, dan sambal goreng hati ini berawal menjadi santapan lebaran atau siapa yang mengawinkan tiga makanan khas ini di dalam satu acara besar

Tapi ketupat dengan lauk opor ayam, mentok, atau bebek, ditambah rendang yang pedas dan gurih, juga sambel goreng kentang dan hati sapi atau hati ayam memang selalu punya daya tarik khusus yang membuat lebaran menjadi semarak. Memang, semua makanan itu sebenarnya biasa kok dibuat di hari-hari biasa. Hanya saja entah kenapa, lebaran tanpa ketupat itu terasa hampa dan tanpa gairah. Hmm…

Dari pagi hari, di hari terakhir lebaran, biasanya Mama sudah siap dengan semua alat tempurnya dan gw yang masih kecil selalu menjadi penonton paling setia setiap prosesnya. Tapi kini semua berubah sejak negara api menyerang, ehm… maksudnya sejak gw dan kakak gw ditasbihkan jadi perempuan dewasa. Prosesi masak-memasak hidangan hari raya lebaran, seperti halnya membuat kue kering menjadi tanggung jawab kami, dengan sistem pembagian tugas membuat kami harus kerja keras.

Baju Baru
Selain heboh masak-masak, kebiasaan keluarga kami (dan hampir semua muslim di Jakarta) pada saat lebaran adalah sibuk cari pakaian paling trendi di pusat-pusat perbelanjaan yang menjamur di Jakarta.

Waktu masih kecil, lebaran juga biasa dijadikan ajang fashion show dan pamer. Ya Tuhan, maafkan kebodohan kami. Yang punya anak dengan usia yg tidak terpaut jauh, biasanya dibelikan baju kembar, bahkan yang sudah cukup berumur pun (tua maksudnya) nggak mau kalah dan beli pakaian kembar untuk keluarga besarnya. Tapi mungkin sekarang, baju baru nggak terlalu penting lagi buat gw. Apalagi karena harus beli sendiri. Ngenes.

Salam Tempel
Indonesian_Rupiah_(IDR)_banknotesThis is my most favourite thing in Eid al Fitr. Ini bukan saat kita salaman terus tangan kita ditempelin pakai lem, bukan! Ini adalah tradisi di mana anak-anak kecil dikasih uang di dalam amplop-amplop kecil dengan gambar-gambar lucu pada saat sowan ke rumah tetangga atau kerabat.

Jumlah uangnya memang nggak banyak, paling cuma cukup buat beli bakso dan es kelapa, bahkan terkadang hanya cukup untuk beli sebatang coklat ayam jago di warung. Tapi yang jadi esensi adalah kesenangan saat antre untuk mendapatkannya. Oke bohong deng, walau satu amplop isinya nggak banyak tapi kalau dikumpulin dari beberapa kerabat dan tetangga, hasilnya bisa dibuat beli tas sekolah atau sepatu baru. Horeeee.

But then again, sekarang semua hanya tinggal kenangan. Di lebaran kali ini giliran gw yang harus kasih uang ke keponakan-keponakan gw. Ngebayangin kalau gw bakalan dirampok sama anak-anak di bawah umur itu bikin gw sesak napas mendadak. Fiuh.

Nggak terbatas dengan semua hal di atas, pastinya banyak donk kenangan dan tradisi yang mungkin khusus hanya ada di wilayah, kampung, bahkan keluarga kalian dalam merayakan lebaran.

But no matter what, this is the day where we celebrate our victory. Kemenangan atas apa? Ya kemenangan atas kekuatan kita menahan segala hawa nafsu di bulan Ramadhan. Semoga Tuhan berbaik hati mempertemukan kita di bulan Ramadhan selanjutnya.

Sekali lagi, Minal Aidzin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin.

Stay updated! Follow us on:

Novita Nurfiana
Find me

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah
Novita Nurfiana
Find me

Latest posts by Novita Nurfiana (see all)

(Visited 119 times, 1 visits today)

Novita Nurfiana

Cita-cita jadi Ranger Merah

You May Also Like

Related Articles

Stay updated! Follow Mumovi!

Read previous post:
Beda Path Dulu dan Kini

Close